<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135</id><updated>2012-01-11T11:57:48.331-08:00</updated><title type='text'>fenty oktafiana</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-1976956288253298953</id><published>2011-05-22T06:29:00.000-07:00</published><updated>2011-05-22T06:40:26.336-07:00</updated><title type='text'>Contoh Sertifikasi Nasional dan Internasional</title><content type='html'>&lt;p&gt;Contoh Sertifikasi Nasional dan Internasional untuk Profesi Insinyur&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menjadi insinyur membutuhkan proses yang sulit. Gelar insinyur tidak sembarangan diberikan kepada seseorang, butuh prosedur khusus dan persyaratan untuk mendapatkan lisensi, piagam atau dari instansi pemerintahan. Berikut ini merupakan contoh sertifikasi profesi insinyur baik nasional maupun internasional&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;a.      &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Sertifikasi Profesi Insinyur Internasional&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Status profesional didefinisikan secara hukum dan dilindungi oleh sebuah badan pemerintah. Di beberapa wilayah hukum hanya terdaftar atau insinyur lisensi diizinkan untuk menggunakan gelar insinyur atau praktek rekayasa profesional. Yang membedakan seorang insinyur profesional berlisensi adalah kewenangan untuk mengambil tanggung jawab hukum untuk pekerjaan engineering. Sebagai contoh, seorang insinyur berlisensi mungkin bertanda, bercap atau berstempel dokumentasi teknis seperti laporan, gambar, dan perhitungan, perkiraan desain studi, atau analisis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Contoh Sertifikasi Insinyur di Kanada&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;            &lt;/strong&gt;Di kanada gelar Professional Engineering hanya dapat digunakan oleh para insinyur berlisensi dan dilindungi dalam hukum di semua propinsi. Perijinan insinyur dilakukan melalui badan hukum yang berkuasa, seperti Profesional Engineering Ontario. Banyak dari asosiasi ini yang bertanggung jawab untuk mengatur profesi terkait. Proses pendaftaran umunya sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lulus dengan  gelar dari program terakreditasi di teknik atau ilmu terapann, terakreditasi oleh Badan Akreditasi Kanada Engineering (CEAB).&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;menyelesaikan Engineer dalam Pelatihan atau ” Magang” program di bawah arahan dari P. Eng. (Ini adalah program empat tahun minimal dengan pengecualian Quebec&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Review pengalaman kerja oleh Asosiasi,&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pass Profesional Praktek Ujian (isi dan format yang berbeda menurut provinsi).&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Insinyur yang tidak berlisensi akan medapatkan sangsi hukun sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Misalnya  Ontario: Insinyur Profesional UU RRO 1990, Peraturan 941) dari berlatih di luar pelatihan dan pengalaman mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; b.      &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Sertifikasi Profesi Insinyur Nasional&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Persatuan Insinyur Indonesia merupakan salah satu organisasi profesi yang mendapat tempat yang terhormat dalam masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat ilmu pengetahuan dan teknologi pada khususnya. Citra ini terbentuk sebagai hasil jerih payah perjuangan tak kenal lelah yang dilakukan oleh Pengurus PII terdahulu. Dalam rangka memenuhi tujuan yang telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar PII, citra tersebut perlu ditingkatkan agar selanjutnya PII menjadi sebuah organisasi profesi yang :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mampu memberikan pelayanan yang bermanfaat bagi para anggota.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mampu melakukan pembinaan kemampuan profesional bagi para anggotanya sehingga setara dengan para Insinyur di negara lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mampu memperjuangkan aspirasi dan melindungi kepentingan insinyur Indonesia sehingga hak dan kewajiban profesionalnya dapat terpenuhi dalam rangka berperan serta secara aktif dalam Pembangunan Nasional.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Salah satu program utama Pengurus Pusat PII adalah melaksanakan Program Sertifikasi Insinyur Profesional Indonesia. Program ini merupakan langkah strategis PII untuk lebih mengedepankan pembinaan kemampuan profesional anggota dalam memasuki era persaingan globalisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada dasarnya Sistem Sertifikasi ini merupakan pengakuan resmi atas kompetensi keprofesionalan seorang insinyur, yang sudah menempuh pendidikan sarjana teknik atau pertanian, serta sudah mengumpulkan pengalaman kerja yang cukup dalam bidang keinsinyuran yang ditekuninya. Dengan demikian masyarakat konsumen memperoleh perlindungan karena mereka yang sudah memperoleh sertifikat Insinyur Profesional adalah yang kompetensinya sudah benar-benar terbukti berdasarkan bakuan yang mengacu pada kaidah-kaidah internasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sertifikat Insinyur Profesional diberikan dalam tiga jenis, yang sekaligus juga menunjukkan jenjang kompetensi yang dimilikinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang paling awal adalah Insinyur Profesional Pratama, yaitu para insinyur yang sudah bekerja lebih dari tiga tahun sejak mencapai gelar kesarjanaannya dan sudah mampu membuktikan kompetensi keprofesionalannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang kedua adalah Insinyur Profesional Madya, yaitu para pemegang sertifikat Insinyur Profesional Pratama yang sudah bekerja dan membuktikan kompetensinya selama paling sedikit lima tahun setelah ia memperoleh sertifikat Insinyur Profesional Pratama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang terakhir adalah Insinyur Profesional Utama, yaitu para pemegang sertifikat Insinyur Profesional Madya yang telah bekerja dan membuktikan kompetensinya selama paling sedikit delapan tahun setelah ia memperoleh sertifikat Insinyur Profesional Madya, serta mempunyai reputasi keprofesionalan secara nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contoh untuk Nasional adalah &lt;strong&gt;BNSP, &lt;/strong&gt;yang merupakan singkatan dari &lt;strong&gt;Badan Nasional Sertifikasi Profesi&lt;/strong&gt; adalah sebuah lembaga independen yang di bentuk pemerintah berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Badan ini bekerja untuk menjamin mutu kompetensi dan pengakuan tenaga kerja pada seluruh sektor bidang profesi di Indonesia melalui proses sertifikasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contoh untuk Internasional, Peraturan profesi engineering yaitu  dibentuk oleh berbagai yurisdiksi dunia untuk melindungi keselamatan, kesejahteraan dan kepentingan lain dari masyarakat umum, dan untuk menetapkan lisensi yang digunakan seorang insinyur untuk mempunyai wewenang yang digunakan  untuk memberikan layanan profesional kepada masyarakat. Status profesional dan praktek aktual dari rekayasa profesional didefinisikan secara hukum dan dilindungi oleh sebuah badan pemerintah. Ciri – ciri lain dari seorang insinyur professional berlisensi adalah memiliki otoritas pertanggung jawaban untuk pekerja insinyur engineer. Contohnya insinyur yang berlisensi dapat menandatangani, atau memberikan ijin dari dokumen – dokumen teknis penting seperti laporan, gambar, perhitungan untuk sebuah study, perhitungan detail, desain perkiraan, dan analisa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SUMBER:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Regulation_and_licensure_in_engineering"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Regulation_and_licensure_in_engineering&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;a href="http://www.jurnalinsinyurmesin.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=29&amp;amp;Itemid=3"&gt;http://www.jurnalinsinyurmesin.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=29&amp;amp;Itemid=3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-1976956288253298953?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/1976956288253298953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2011/05/contoh-sertifikasi-nasional-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/1976956288253298953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/1976956288253298953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2011/05/contoh-sertifikasi-nasional-dan.html' title='Contoh Sertifikasi Nasional dan Internasional'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-1360536263961801020</id><published>2011-05-22T05:49:00.000-07:00</published><updated>2011-05-22T06:22:15.862-07:00</updated><title type='text'>Prosedur dan Persyaratan untuk Mengambil Ujian Sertifikasi untuk Setiap jenis Profesi (Bidang Teknologi Informasi)</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: -18pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Penilaian Kesesuaian – Persyaratan Umum&lt;br /&gt;Lembaga Sertifikasi Profesi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ruang Lingkup&lt;br /&gt;Pedoman ini merupakan persyaratan untuk LSP dengan persyaratan tertentu, termasuk pengembangan dan&lt;br /&gt;pemeliharaan skema sertifikasi profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN Di beberapa negara, lembaga yang memverifikasi kesesuaian kompetensi profesi dengan persyaratan yang ditetapkan disebut “lembaga sertifikasi”, di negara lain disebut “lembaga registrasi”,”lembaga asesmen dan registrasi” atau “lembaga sertifikasi/registrasi/lembaga lisensi”, dan yang lainnya menyebut“registrar”. Pedoman ini menggunakan istilah “lembaga sertifikasi”. Namun demikian, istilah ini digunakan&lt;br /&gt;dalam arti luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Acuan Normatif&lt;br /&gt;Dokumen yang diacu berikut diperlukan dalam penerapan pedoman ini. Apabila ada perubahan (amademen),&lt;br /&gt;dokumen yang diacu menggunakan dokumen yang mutakhir. Kosakata umum SNI 19-9000-2001, Sistem&lt;br /&gt;manajemen mutu – Dasar-dasar dan Kosakata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Istilah dan Definisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1 Banding&lt;br /&gt;Permintaan dari pemohon, kandidat atau profesi yang disertifikasi untuk mempertimbangkan kembali&lt;br /&gt;keputusan yang merugikan yang dibuat oleh LSP terkait dengan status sertifikasi yang diajukan oleh yang&lt;br /&gt;bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2 Peserta Uji Kompetensi&lt;br /&gt;Pemohon yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk dapat ikut serta dalam proses sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3 Proses sertifikasi&lt;br /&gt;Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh LSP untuk menetapkan bahwa seseorang memenuhi persyaratan kompetensi yang ditetapkan, mencakup permohonan, evaluasi, keputusan sertifikasi, survailen dan sertifikasi ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.4 Skema sertifikasi&lt;br /&gt;Persyaratan sertifikasi spesifik yang berkaitan dengan kategori profesi yang ditetapkan dengan menggunakan standar dan aturan khusus yang sama, serta prosedur yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.5 Sistem sertifikasi&lt;br /&gt;Kumpulan prosedur dan sumber daya untuk melakukan proses sertifikasi sesuai dengan skema sertifikasinya, untuk menerbitkan sertifikat kompetensi termasuk pemeliharaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.6 Kompetensi&lt;br /&gt;Kemampuan yang dapat diperagakan untuk menerapkan pengetahuan dan/atau keterampilan sesuai dengan&lt;br /&gt;atribut personal sebagaimana yang ditetapkan dalam skema sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.7 Keluhan&lt;br /&gt;Permintaan penilaian kesesuaian selain banding, oleh suatu organisasi perorangan terhadap LSP, untuk melakukan tindakan perbaikan yang berkaitan dengan kegiatan LSP atau pelanggannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.8 Evaluasi&lt;br /&gt;Proses penilaian profesi terhadap pemenuhan persyaratan yang ditetapkan dalam skema sertifikasi untuk mengambil keputusan sertifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.9 Ujian&lt;br /&gt;Mekanisme yang merupakan bagian dari asesmen untuk mengukur kompetensi calon dan menggunakan satu atau lebih metode misalnya metode tertulis, lisan, praktek dan pengamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.10 Asesor kompetensi&lt;br /&gt;Seseorang yang mempunyai kualifikasi yang relevan dan kompeten untuk melaksanakan dan/atau menilai&lt;br /&gt;ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.11 Kualifikasi&lt;br /&gt;Peragaan dari atribut personal, pendidikan, pelatihan dan/atau pengalaman kerja Profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Persyaratan untuk LSP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1 Lembaga sertifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kebijakan, prosedur, dan administrasi lembaga sertifikasi harus terkait dengan kriteria sertifikasi, harus jujur dan wajar terhadap seluruh calon dan harus memenuhi semua persyaratan dan peraturan perundang- undangan yang berlaku. LSP tidak boleh menggunakan prosedur yang menghambat dan menghalangi akses oleh pemohon dan calon, kecuali yang ditetapkan dalam pedoman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. LSP harus menetapkan kebijakan dan prosedur untuk pemberian, pemeliharaan, perpanjangan,&lt;br /&gt;penundaan atau pencabutan sertifikai serta perluasan/pengurangan ruang lingkup sertifikasi yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;diajukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. LSP harus membatasi persyaratan, evaluasi dan keputusan sertifikasinya, sesuai dengan hal-hal spesifik&lt;br /&gt;yang berkaitan dengan ruang lingkup sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2 Struktur organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Struktur LSP harus dibentuk sedemikian rupa sehingga memberikan kepercayaan kepada pihak terkait&lt;br /&gt;atas kompetensi, ketidakberpihakan dan integritasnya. Secara khusus, lembaga sertifikasi harus :&lt;br /&gt;a) independen dan tidak memihak dalam kaitannya dengan pemohon, calon dan profesi yang disertifikasi, termasuk dengan pemiliki dan pelanggannya dan harus mengambil langkah yang dapat menjamin operasi yang layak,&lt;br /&gt;b) bertanggung jawab atas keputusannya berkaitan dengan pemberian, pemeliharaan, perpanjangan,&lt;br /&gt;penundaan dan pencabutan sertifikasi serta perluasan/pengurangan ruang lingkup yang diajukan.&lt;br /&gt;c) mengidentifikasi manajemen (kelompok atau profesi) yang memiliki tanggung jawab menyeluruh untuk:&lt;br /&gt;- evaluasi, sertifikasi dan survailen sebagaimana ditetapkan dalam pedoman ini, dalam persyaratan&lt;br /&gt;- kompetensi dan dalam dokumen relevan lain yang berlaku. perumusan kebijakan operasi LSP, yang berkaitan dengan sertifikasi profesi.&lt;br /&gt;- keputusan sertifikasi,&lt;br /&gt;- penerapan kebijakan dan prosedurnya&lt;br /&gt;- keuangan lembaga sertifikasi, dan&lt;br /&gt;- pendelegasian kewenangan kepada beberapa komite atau perorangan untuk melakukan kegiatan yang ditetapkan atas namanya.&lt;br /&gt;d)memiliki dokumen legalitas hukum atau bagian dari legalitas hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2.2 LSP harus memiliki struktur terdokumentasi yang menjaga ketidakberpihakan termasuk ketentuan yang menjamin ketidakberpihakan pengoperasian LSP. Struktur ini harus melibatkan partisipasi semua pihak penting yang terkait dalam pengembangan kebijakan dan prinsip-prinsip tentang substansi dan fungsi sistem sertifikasi, tanpa adanya pihak yang mendominasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2.3 LSP harus membentuk komite skema atau nama lain, yang harus bertanggung jawab dalam pengembangan dan pemeliharaan skema sertifikasi untuk setiap jenis sertifikasi yang dipertimbangkan. Komite skema harus diwakili oleh pihak penting terkait secara seimbang (tanpa ada pihak yang lebih mendominasi). Jika ada skema sertifikasi yang dikembangkan oleh organisasi selain lembaga sertifikasi, maka pengembangan skema tersebut harus mengikuti prinsip-prinsip yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2.4 LSP harus:&lt;br /&gt;a) memiliki sumber keuangan yang diperlukan untuk operasi sistem sertifikasi dan untuk membiayai pertanggunggugatan (liability) yang mungkin timbul.&lt;br /&gt;b) memiliki kebijakan dan prosedur yang membedakan antara sertifikasi profesi dan kegiatan lainnya,&lt;br /&gt;c) menjamin bahwa kegiatan lembaga yang terkait tidak mengkompromikan kerahasiaan objektivitas dan ketidakberpihakan dari sertifikasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2.5 LSP tidak boleh menawarkan atau memberikan pelatihan atau membantu pihak lain dalam penyiapan jasa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2.6 LSP harus menetapkan kebijakan dan prosedur (seperti pedoman pelaksanaan) untuk penyelesaian banding dan keluhan yang diterima dari pemohon, calon, profesi yang disertifikasi dan atasan/institusi tempat profesi yang disertifikasi bekerja serta dari pihak lain mengenai proses kriteria sertifikasi, termasuk kebijakan dan prosedur untuk kinerja profesi yang disertifikasi. Kebijakan dan prosedur tersebut harus menjamin bahwa banding dan keluhan diselesaikan secara independen, tegas dan tidak berpihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2.7 LSP harus memperkerjakan personil permanen atau personil kontrak dalam jumlah yang memadai dengan pendidikan, pelatihan, pengetahuan teknis dan pengalaman yang diperlukan untuk melaksanakan fungsi sertifikasi sesuai dengan jenis, rentang dan volume pekerjaan yang dilakukan di bawah tanggung jawab manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3 Pengembangan dan pemeliharaan skema sertifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3.1 LSP harus menetapkan metode dan mekanisme untuk digunakan dalam mengevaluasi kompetensi calon dan harus menetapkan kebijakan dan prosedur yang sesuai untuk pengembangan awal dan pemeliharaan berkelanjutan dari metode dan mekanisme tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;CATATAN lampiran A memberikan panduan untuk pengembangan dan pemeliharaan skema sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3.2 LSP harus menetapkan suatu proses pengembangan dan pemeliharaan skema sertifikasi yang mencakup kaji ulang dan validasi skema yang dilakukan oleh komite skema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3.3 LSP harus segera memberikan informasi mengenai setiap perubahan di dalam persyaratan kepada wakil- wakil komite. LSP harus mempertimbangkan pendapat yang disampaikan oleh komite skema sebelum memutuskan bentuk perubahan yang tepat dan tanggal efektif berlakunya perubahan. Setelah pengambilan keputusan dan publikasi mengenai perubahan persyaratan, LSP harus memberikan informasi kepada pihak- pihak yang terkait dan profesi yang disertifikasi. LSP harus memverifikasi bahwa setiap profesi yang disertifikasi memenuhi persyaratan yang diubah dalam periode waktu, yang penetapannya harus mempertimbangkan pendapat komite skema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3.4 Kriteria kompetensi profesi yang dievaluasi harus ditetapkan oleh LSP sesuai dengan pedoman ini dan dokumen relevan lainnya. Jika diperlukan penjelasan untuk penerapan dokumen tersebut terhadap skema sertifikasi yang spesifik, maka penjelasan tersebut harus dirumuskan oleh para ahli, disahkan oleh komite skema dan dipublikasikan oleh lembaga sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3.5 Sertifikasi tidak boleh dibatasi atas dasar keuangan atau kondisi lain yang tidak semestinya, seperti keanggotaan dalam asosiasi atau kelompok. Sertifikat kelulusan suatu lembaga pelatihan yang diakui dapat menjadi persyaratan skema sertifikasi. Pengakuan atau persetujuan tersebut oleh LSP, tidak boleh dilakukan dengan mengkompromikan ketidakberpihakan atau mengurangi bobot persyaratan evaluasi dan sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3.6 LSP harus mengevaluasi metode ujian calon. Penyelenggaraan ujian harus jujur, absah dan dapat dipertanggungjawabkan. Minimum 1 tahun sekali, metodologi dan prosedur yang tepat (seperti pengumpulan dan pemeliharaan data statistik) harus ditetapkan untuk menegaskan kembali kejujuran, keabsahan, kepercayaan dan kinerja umum setiap ujian dan semua perbaikan perbedaan yang teridentifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.4 Sistem manajemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.4.1 LSP harus menggunakan sistem manajemen yang didokumentasikan dan mencakup semua persyaratan pedoman ini serta menjamin efektifitas penerapan persyaratan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.4.2 LSP harus menjamin bahwa:&lt;br /&gt;a) sistem manajemen ditetapkan dan dipelihara sesuai dengan pedoman ini, dan&lt;br /&gt;b) sistem manajemennya dimengerti dan diterapkan pada semua tingkat organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.4.3 LSP harus mempunyai sistem pengendalian dokumen dan audit internal serta kaji ulang manajemen yang sudah diterapkan termasuk ketentuan untuk perbaikan berkelanjutan, tindakan koreksi dan pencegahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.5 Subkontrak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.5.1 Jika LSP memutuskan untuk mensubkontrakkan pekerjaan yang berkaitan dengan asesmen kepada asesor subkontrak, maka perjanjian terdokumentasi yang mencakup pengaturan, termasuk kerahasiaan dan pencegahan konflik kepentingan harus dituliskan. Keputusan sertifikat tidak boleh disubkontrakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.5.2 LSP harus:&lt;br /&gt;a) bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan yang disubkontrakkan dan tetap bertanggung jawab atas pemberian, pemeliharaan, perpanjangan, perluasan dan pengurangan ruang lingkup, penundaan atau pencabutan sertifikasi.&lt;br /&gt;b) menjamin bahwa subkontraktor tersebut kompeten dan memenuhi ketentuan yang berlaku dalam pedoman ini, dan tidak terlibat baik secara langsung atau melalui atasannya dengan pelatihan atau pemeliharaan sertifikasi personel sedemikian rupa sehingga kerahasiaan dan kenetralan dapat dikompromikan. memelihara daftar subkontraknya dan menilai serta memantau kinerjanya sesuai prosedur yang didokumentasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.6.1 LSP harus memelihara sistem rekaman sesuai dengan kondisi dan peraturan perundang-undangan, termasuk cara-cara untuk mengkonfirmasikan status profesi yang disertifikasi. Rekaman harus membuktikan bahwa proses sertifikasi telah dipenuhi secara efektif, khususnya yang berkaitan dengan formulir permohonan, laporan evaluasi, kegiatan survailen, dan dokumen lain yang terkait dengan pemberian, pemeliharaan, perpanjangan, perluasan, pengurangan, penundaan dan pencabutan sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.6.2 Rekaman harus diidentifikasi, diatur dan dimusnahkan dengan cara yang sesuai untuk menjamin integritas proses dan kerahasiaan informasi tersebut. Rekaman harus disimpan selama periode waktu tertentu untuk memberikan jaminan kepercayaan berkelanjutan, minimal satu siklus sertifikasi penuh, atau sebagaimana yang dipersyaratkan dalam perjanjian pengakuan, kontrak, hukum dan kewajiban lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.7 Kerahasiaan&lt;br /&gt;LSP harus menjaga kerahasiaan semua informasi yang diperoleh selama proses kegiatannya, melalui komitmen terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Komitmen tersebut harus dilaksanakan oleh semua individu/personil yang bekerja di lembaga sertifikasi, termasuk anggota komite dan lembaga atau individu dari luar yang bekerja atas namanya. Informasi tersebut tidak boleh diberikan kepada pihak yang tidak berwenang tanpa persetujuan tertulis dari organisasi atau individu dari mana informasi diperoleh, kecuali bila perundang-undangan mensyaratkan informasi tersebut harus diungkapkan. Bila lembaga sertifikasi disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan untuk mengumumkan informasi tersebut, organisasi atau individu yang bersangkutan harus diberitahu sebelumnya tentang informasi yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.8 Keamanan&lt;br /&gt;Seluruh soal-soal ujian dan bahan-bahan yang terkait harus dipelihara dalam suatu lingkungan yang aman oleh LSP, atau subkontraktornya untuk melindungi kerahasiaan bahan-bahan tersebut selama masa pakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan untuk personil permanen atau yang dikontrak oleh lembaga sertifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1.1 LSP harus menetapkan persyaratan kompetensi bagi personil permanen atau yang dikontrak yang terlibat dalam proses sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1.2 LSP mewajibkan personil permanen atau yang dikontrak untuk menandatangai dokumen yang menyatakan komitmennya untuk memenuhi peraturan yang ditetapkan oleh lembaga sertifikasi, termasuk hal- hal yang berkaitan dengan kerahasiaan dan kebebasan dari pengaruh komersial dan pengaruh lainnya dari setiap hubungan sebelum dan/atau saat ini dengan profesi yang diuji yang dapat mengkompromikan kenetralannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1.3 Uraian tugas dan tanggung jawab yang terdokumentasi dengan jelas harus tersedia bagi setiap Profesi permanen atau yang dikontrak. Mereka harus dilatih sesuai dengan bidang tugasnya, sehingga yang bersangkutan menyadari pentingnya sertifikasi yang ditawarkan. Semua personil yang terlibat dalam setiap aspek kegiatan sertifikasi harus memiliki kualifikasi pendidikan, pengalaman dan keahlian teknis yang sesuai dengan kriteria kompetensi untuk tugas yang ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1.4 LSP harus membuat dan memelihara dokumentasi mutakhir mengenai kualifikasi setiap personil.&lt;br /&gt;Informasi tersebut harus mudah diakses oleh personil permanen atau yang dikontrak dan harus mencakup:&lt;br /&gt;a) nama dan alamat;&lt;br /&gt;b) organisasi dan jabatannya;&lt;br /&gt;c) pendidikan, jenis dan status personil;&lt;br /&gt;d) pengalaman dan pelatihan yang relevan dengan bidang tugasnya;&lt;br /&gt;e) tanggung jawab dan kewajibannya dalam lembaga sertifikasi;&lt;br /&gt;f) penilaian kinerja;&lt;br /&gt;g) tanggal pemuktakhiran rekaman&lt;br /&gt;h) tanggal pemutakhiran rekaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.2 Persyaratan Asesor Kompetensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.2.1 Asesor kompetensi harus memenuhi persyaratan LSP berdasarkan persyaratan kompetensi yang berlaku dan dokumen relevan lainnya.&lt;br /&gt;Dalam proses pemilihan asesor yang ditugaskan untuk suatu ujian atau bagian dari suatu ujian harus dijamin bahwa asesor kompetensi tersebut minimal:&lt;br /&gt;a) mengerti skema sertifikasi yang relevan;&lt;br /&gt;b) memiliki pengetahuan yang cukup mengenai metode ujian dan dokumen ujian yang relevan;&lt;br /&gt;c) memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang yang akan diuji;&lt;br /&gt;d) mampu berkomunikasi dengan efektif baik secara lisan maupun tulisan dalam bahasa yang digunakan dalam ujian, dan&lt;br /&gt;e) bebas dari kepentingan apapun sehingga dapat melakukan penilaian (asesmen) dengan tidak memihak dan tidak diskriminatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.2.2 Jika seseorang asesor kompetensi mempunyai potensi konflik kepentingan dalam ujian dengan calon, LSP harus mengambil langkah-langkah untuk menjamin bahwa kerahasiaan dan kenetralan ujian tidak dikompromikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Proses sertifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.1 Permohonan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.1.1 Berdasarkan permintaan pemohon, LSP harus memberikan uraian rinci yang mutakhir mengenai proses sertifikasi untuk setiap skema sertifikasi yang sesuai (termasuk biaya). Di samping itu LSP memberikan dokumen yang memuat persyaratan sertifikasi, hak pemohon, serta kewajiban profesi yang disertifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.1.2 LSP harus mensyaratkan kelengkapan permohonan, yang ditandatangi oleh pemohon yang meminta sertifikasi dan mencakup:&lt;br /&gt;a) lingkup sertifikasi yang diajukan;&lt;br /&gt;b) pernyataan bahwa profesi yang bersangkutan setuju memenuhi persyaratan sertifikasi dan memberikan setiap informasi yang diperlukan untuk evaluasi;&lt;br /&gt;c) rincian kualifikasi yang relevan didukung dengan bukti dan rekomendasi;&lt;br /&gt;d) informasi umum pemohon, seperti nama, alamat dan informasi lain yang disyaratkan untuk identifikasi Profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.2.1 LSP harus mengkaji ulang permohonan sertifikasi untuk menjamin bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LSP mempunyai kemampuan untuk memberikan sertifikasi sesuai ruang lingkup yang diajukan;&lt;br /&gt;LSP menyadari kemungkinan adanya kekhususan kondisi pemohon dan dengan alasan yang tepat dapat mengakomodasikan keperluan khusus pemohon seperti bahasa dan/atau ketidakmampuan (disabilities) lainnya;&lt;br /&gt;pemohon mempunyai pendidikan, pengalaman dan pelatihan yang disyaratkan dalam skema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.2.2 LSP harus menguji kompetensi profesi berdasarkan persyaratan skema melalui satu atau lebih metode seperti tertulis, lisan, praktek, pengamatan atau cara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.2.3 Ujian harus direncanakan dan disusun sedemikian rupa sehingga dapat menjamin bahwa semua persyaratan skema diverifikasi secara objektif dan sistematis dengan bukti terdokumentasi sehingga memadai untuk menegaskan kompetensi calon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.2.4 LSP harus membuat prosedur pelaporan yang menjamin kinerja dan hasil evaluasi termasuk kinerja dan hasil ujian, yang didokumentasikan secara tepat dan dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.3 Keputusan sertifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.3.1 Keputusan sertifikasi yang ditetapkan untuk seorang calon oleh LSP harus berdasarkan informasi yang dikumpulkan selama proses sertifikasi. Personel yang membuat keputusan sertifikasi tidak boleh berperan serta dalam pelaksanaan ujian atau pelatihan calon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.3.2 LSP harus memberikan sertifikasi kepada semua Profesi yang disertifikasi. LSP harus memelihara kepemilikan sertifikat. Sertifikat tersebut dapat dalam bentuk surat, kartu atau media lainnya, yang ditandatangi atau disahkan oleh Personel LSP yang bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.3.3 Sertifikat tersebut minimal harus memuat informasi berikut:&lt;br /&gt;a) nama Personel yang disertifikasi dan nomor sertifikat;&lt;br /&gt;b) nama lembaga sertifikasi;&lt;br /&gt;acuan persyaratan kompetensi atau dokumen relevan lain, termasuk hal-hal yang menjadi &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dasar dalam&lt;br /&gt;- sertifikasi;&lt;br /&gt;- ruang lingkup sertifikasi termasuk batasannya;&lt;br /&gt;- tanggal efektif sertifikasi dan masa berlaku;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.4.1 LSP harus menetapkan proses survailen untuk memantau pemenuhan profesi yang disertifikasi dengan persyaratan skema sertifikasi yang relevan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.4.2 LSP harus memiliki prosedur dan aturan untuk pemeliharaan sertifikasi sesuai dengan skema sertifikasi.&lt;br /&gt;Aturan tersebut termasuk frekuensi dan cakupan kegiatan survailen harus disahkan oleh komite skema. Aturan tersebut harus cukup menjamin adanya evaluasi yang jujur untuk mengkonfirmasikan kompetensi Personel yang disertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.5 Sertifikasi ulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.5.1 LSP harus menetapkan persyaratan sertifikasi ulang sesuai dengan persyaratan kompetensi dan dokumen relevan lain untuk menjamin bahwa profesi yang disertifikasi selalu memenuhi sertifikasi yang mutakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.5.2 LSP harus memiliki prosedur dan aturan untuk pemeliharaan sertifikat sesuai dengan skema sertifikasi. Aturan tersebut termasuk frekuensi dan cakupan kegiatan sertifikasi ulang harus disahkan oleh komite skema. Aturan tersebut harus cukup menjamin adanya evaluasi yang jujur untuk mengkonfirmasikan kompetensi profesi yang disertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.6 Penggunaan sertifikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.6.1 LSP harus mensyaratkan bahwa profesi yang disertifikasi menandatangani persetujuan untuk:&lt;br /&gt;a) memenuhi ketentuan skema sertifikasi yang relevan;&lt;br /&gt;b) menyatakan bahwa sertifikasinya hanya berlaku untuk ruang lingkup sertifikasi yang diberikan;&lt;br /&gt;c) tidak menyalahgunakan sertifikasi yang dapat merugikan LSP dan tidak memberikan persyaratan yang berkaitan dengan sertifikasi yang menurut LSP dianggap dapat menyesatkan atau tidak sah;&lt;br /&gt;d) menghentikan penggunaan semua pernyataan yang berhubungan dengan sertifikasi yang memuat acuan LSP setelah dibekukan atau dicabut sertifikasinya serta mengembalikan sertifikat kepada LSP yang menerbitkannya, dan&lt;br /&gt;e) tidak menyalahgunakan sertifikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.6.2 Acuan sertifikasi yang tidak sesuai atau penyalahgunaan sertifikat dalam publikasi, katalog, dll, harus ditangani oleh LSP dengan tindakan perbaikan seperti penundaan atau pencabutan sertifikasi, pengumuman pelanggaran dan, jika perlu tindakan hukum lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-1360536263961801020?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/1360536263961801020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2011/05/prosedur-dan-persyaratan-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/1360536263961801020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/1360536263961801020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2011/05/prosedur-dan-persyaratan-untuk.html' title='Prosedur dan Persyaratan untuk Mengambil Ujian Sertifikasi untuk Setiap jenis Profesi (Bidang Teknologi Informasi)'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-4306464489187402489</id><published>2011-05-21T07:45:00.000-07:00</published><updated>2011-05-21T07:49:24.083-07:00</updated><title type='text'>LEMBAGA YANG MELAKUKAN SERTIFIKASI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;LEMBAGA YANG MELAKUKAN SERTIFIKASI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Persaingan kompetensi sumber daya manusia di era globalisasi semakin tajam menyebabkan perlunya peningkatan kemampuan sumber daya manusia setempat yang diakui memiliki kompetensi di bidangnya masing masing untuk menghindari marginalisasi tenaga kerja lokal.&lt;br /&gt;Mengantisipasi hal tersebut maka dibentuklah suatu lembaga-lembaga yang menangani urusan sertifikasi profesi (khususnya di bidang IT). Lembaga-lembaga apa saja itu ?? Simak penjelasannya dibawah ini :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;LSP-Telematika&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;LSP Telematika dibentuk oleh pemerintah dan setelah terbentuk harus dilaksanakan oleh komunitas Telematika dan bersifat independen. Bertugas menyelenggarakan standarisasi kompetensi kerja, menyiapkan materi uji serta mengakreditasi unit-unit Tempat Uji Kompetensi dan menerbitkan Sertifikasi Kompetensi bidang Telematika.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Keuntungan Sertifikasi di LSP-Telematika&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;LSP Telematika merupakan lembaga yang bersifat independen dan profesional dalam menyelenggarakan standarisasi, uji kompetensi dan sertifikasi bagi para profesional di bidang telematika. Dalam perkembangannya, LSP Telematika menjadi rujukan profesionalisme bagi industri telematika di dalam dan luar negeri. Sertifikat yang dikeluarkan LSP Telematika merupakan bukti pengakuan atas kompetensi seseorang setelah melakukan uji kompetensi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;Materi uji kompetensi LSP Telematika disusun berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang sudah disahkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Penyusun SKKNI merupakan ahli telematika yang berasal dari Departemen Komunikasi dan Informatika, Departemen Pendidikan, Kementrian Ristek dan beberapa perusahaan TI di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;Dalam penyelenggaraan uji kompetensi, LSP Telematika menggunakan test engine dengan software yang integritasnya tidak diragukan lagi. LSP Telematika merupakan pemegang lisensi Automated Testing Software (ATS) di Indonesia. Ujian diselenggarakan dengan berbasis komputer yakni suatu tes yang dipandu dan dikerjakan melalui media komputer termasuk penilaiannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;LSP-TIK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Indonesia (LSP TIK) didirikan pada tanggal 1 Mei 2007, dengan tujuan untuk memenuhi tersedianya pengakuan tenaga yang kompeten di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Perkembangan teknologi informasi yang cepat dan dengan adanya kebutuhan tenaga kerja profesional maka dibutuhkan pengakuan kompetensi para tenaga profesional baik nasional ataupun internasional. Pengakuan tersebut bisa diperoleh jika telah dinyatakan kompeten dalam bidang informasi dan komunikasi oleh sebuah lembaga yang mendapatkan lisensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;LSP TIK merupakan lembaga yang telah memiliki lisensi dari BNSP (Keputusan Badan Nasional Sertifikasi Profesi nomor 19/BNSP/VII/2007) untuk melakukan proses pembuktian bahwa seorang tenaga yang profesional benar-benar kompeten dalam bidang kompetensinya. Sehingga tenaga professional tersebut mendapatkan pengakuan Kompetensi profesi yang dimilikinya baik secara Nasional ataupun Internasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;Pembuktian kompetensi yang dilakukan oleh LSP TIK berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang merupakan rumusan kemampuan profesi seseorang yang mencakup seluruh aspek yang diperlukan untuk menentukan kompetensi seseorang, misalnya pengetahuan, ketrampilan, keahlian, dan sikap. Seseorang yang sudah dinyatakan kompeten harus member laporan kepada LSP TIK minimal satu tahun satu kali, sehingga kompetensi pada profesionalismenya tetap tercatat dan diakui oleh LSP TIK maupun BNSP.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;Untuk memenuhi tersedianya pengakuan tenaga yang kompeten di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi baik secara Nasional dan Internasional maka LSP TIK juga beracuan pada standar Internasional, dengan adanya dukungan Standar kompetensi Internasianal dari Microsoft, Adobe, dan Oracle.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;Dengan usia yang masih hampir dua tahun LSP TIK sudah bisa menunjukkan kompetensinya sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi yang bisa dipercaya oleh profesionalisme Teknologi Informasi dan Telekomunikasi baik dari Lembaga Pemerintahan, Lembaga Swasta ataupun perseorangan yang bergelut dan berprofesi di bidang Teknologi Informasi dan Telekomuniasi. LSP TIK sudah melakukan pembuktian kompetensi nasional seperti di beberapa lembaga pemerintahan (Solo, Jogja, Cirebon), BUMN (PT.INTI, PLN), perusahaan Swasta, bahkan para profesional di bidang Informasi dan Komunikasi yang secara pribadi sadar akan pentingnya kemampuan pengakuan Kompetensi profesi dari LSP TIK.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;Dalam pembuktian kompetensi, LSP TIK membagi menjadi beberapa profesi yang secara umum adalah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;1. Kompetensi profesi Programming .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;2. Kompetensi profesi Networking.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;3. Kompetensi profesi Aplikasi Perkantoran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;4. Kompetensi profesi Desain Grafis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;5. Kompetensi profesi Multimedia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;KOMPETENSI PROFESI PROGRAMMING&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;Dalam Uji kompetensi Programming diperuntukkan kepada para profesinoalisme dalam bidang programming baik yang bekerja pada instansi ataupun yang menekuni profesi programming secara perseorangan.&lt;br /&gt;Contoh jabatan/jenis pekerjaan yang bisa mengikuti uji kompetensi programming adalah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• PRACTICAL PROGRAMMER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• JUNIOR PROGRAMMER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• PROGRAMMER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• SENIOR PROGRAMMER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• ANALYST PROGRAMMER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• JUNIOR WEB PROGRAMMER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• WEB PROGRAMMER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• WEB MASTER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• JUNIOR DATABASE PROGRAMMER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• DATABASE PROGRAMMER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• SENIOR DATABASE PROGRAMMER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• JUNIOR MULTIMEDIA PROGRAMMER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• MULTIMEDIA PROGRAMMER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• QUALITY ASSURANCE&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;KOMPETENSI PROFESI NETWORKING&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;Dalam Uji kompetensi Networking diperuntukkan kepada para profesinoalisme dalam bidang networking baik yang bekerja pada instansi ataupun yang menekuni profesi networking secara perseorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh jabatan/jenis pekerjaan yang bisa mengikuti uji kompetensi networking adalah :&lt;br /&gt;• TECHNICAL SUPPORT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• JUNIOR NETWORK ADMINISRATOR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• NETWORK ADMINISTRATOR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• SENIOR NETWORK ADMINISTRATOR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• JUNIOR SYSTEM ADMINISRATOR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• SENIOR SYSTEM ADMINISRATOR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;KOMPETENSI PROFESI APLIKASI PERKANTORAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;Dalam Uji kompetensi Aplikasi Perkantoran bukan hanya diperuntukkan kepada para profesinoalisme yang langsung berkaitan dengan aplikasi perkantoran, tetapi kepada seluruh profesonalisme lain yang dalam kebutuhannya juga menggunakan aplikasi perkantoran dalam kegiatannya baik yang bekerja pada instansi ataupun yang menekuni profesi secara perseorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh jabatan/jenis pekerjaan yang bisa mengikuti uji kompetensi aplikasi perkantoran ini adalah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• ACCOUNTAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• ADMINISTRASI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• BASIC HELP DESK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• HELP DESK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• PROGRAMER dengan ADVANCE OFFICE&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;Secara level tingkatan untuk Aplikasi Perkantoran , adalah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• Basic.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• Advance.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• Specialist. (penggunaan aplikasi perkantoran untuk hal-hal kusus, misalkan programmer denga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;menggunakan macro programming dalam aplikasi perkantoran).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;KOMPETENSI PROFESI DESAIN GRAFIS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;Dalam Uji kompetensi Desain Grafis diperuntukkan kepada para profesinoalisme dalam bidang Desain Grafis baik yang bekerja pada instansi ataupun yang menekuni profesi Desain Grafis secara perseorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh jabatan/jenis pekerjaan yang bisa mengikuti uji kompetensi Desain Grafis adalah :&lt;br /&gt;• DESAINNER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• KARTUNIS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• LAYOUTER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• EDITOR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• PHOTOGRAPHER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;KOMPETENSI PROFESI MULTIMEDIA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;Dalam Uji kompetensi Multimedia diperuntukkan kepada para profesinoalisme dalam bidang Multimedia baik yang bekerja pada instansi ataupun yang menekuni prohttp://www.blogger.com/img/blank.giffesi Multimedia secara perseorangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;http://www.blogger.com/img/blank.gif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;Contoh jabatan/jenis pekerjaan yang bisa mengikuti uji kompetensi Multimedia adalah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• ANIMATOR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• TV PRODUSER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• KAMERAMEN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• PEMBUAT NASKAH FILM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• DUBBER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;" title="MsoNormalCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Demi ITC&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;• DLL&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-4306464489187402489?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/4306464489187402489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2011/05/lembaga-yang-melakukan-sertifikasi-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/4306464489187402489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/4306464489187402489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2011/05/lembaga-yang-melakukan-sertifikasi-di.html' title='LEMBAGA YANG MELAKUKAN SERTIFIKASI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-477324681316286353</id><published>2011-05-21T07:02:00.000-07:00</published><updated>2011-05-21T07:08:11.234-07:00</updated><title type='text'>TEKNIK–TEKNIK ESTIMASI</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;TEKNIK–TEKNIK ESTIMASI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Ada tiga teknik yang digunakan untuk melakukan estimasi, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;1. Keputusan Profesional&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Katakanlah bahwa anda merupakan orang yang memiliki pengalaman yang luas dalam membuat program “report generation modules”. Anda melakukannya dengan pendekatan merancang report tersebut dan memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat program tersebut. Setelah mempelajari rancangan program selama 5 menit, programmer lalu menutup matanya selama 5 menit (dia tidak tidur, tetapi berhitung), dan kemudian mengatakan “15 hari”. Inilah yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;disebut Keputusan Profesional murni. Keuntungan dari teknik ini adalah cepat , dan jika seseorang sudah ahli dalam teknik ini, maka estimasinya pasti akan lebih akurat. Sedangkan kerugian dari teknik ini adalah bahwa anda membutuhkan seorang ahli yang berpengalaman dalam bidang ini, dan beberapa ahli tersebut akan bekerja keras untuk mendapatkan estimasi yang tepat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;2. Sejarah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Jalan keluar dari ketergantungan pada orang dan untuk membuat estimasi lebih khusus, yaitu anda harus mengerti tentang sejarahnya. Tulislah berapa lama masing-masing tugas dapat diselesaikan dan siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Anda dapat membandingkan tuagas yang akan diestimasik dengan tugas yang sama yang dikerjakan lebih awal, setelah itu mulailah dengan melakukan estimasi. Hal ini dimaksudkan agar anda menjabarkan suatu proyek ke dalam beberapa tugas yang biasanya diulang dan mudah untuk dibandingkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;3. Rumus-rumus&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Ada beberapa rumus yang digunakan dalam software estimasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Software yang baik untuk diketahui adalah &lt;b&gt;COCOMO. &lt;/b&gt;COCOMO dapat digunakan untuk memperkirakan biaya proyek, usaha (person months), jadwal, dan jumlah staf untuk masing-masing fase berikut ini :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Preliminary Design - our Analysis Phase&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Detailed Design (DD) - our Design Phase&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Code and Unit Tes (CUT) - same as ours&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;System Test - our System Test and Acceptance Phase&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-477324681316286353?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/477324681316286353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2011/05/teknikteknik-estimasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/477324681316286353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/477324681316286353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2011/05/teknikteknik-estimasi.html' title='TEKNIK–TEKNIK ESTIMASI'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-3150959877280825154</id><published>2011-04-28T05:51:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T06:49:53.366-07:00</updated><title type='text'>Model Pengembangan Standar Profesi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;1. Standar Profesi ACM dan IEE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ACM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;         &lt;/span&gt;ACM(Association for Computing Machinery) atau Asosiasi untuk Permesinan Komputer adalah sebuah serikat ilmiah dan pendidikan computer pertama didunia yang didirikan pada tahun 1947&lt;br /&gt;SIG dan ACM, mensponsori konferensi yang bertujuan untuk memperkenalkan inovasi baru dalam bidang tertentu.Tidak hanya mensponsori konferensi ,ACM juga pernah mensponsori pertandingan catur antara Garry Kasparov dan computer IBM DeepBlue. ACM telah menciptakan sebuah perpustakaan digital dimana ia telah membuat seluruh publikasi yang tersedia. ACM perpustakaan digital merupakan koleksi terbesar didunia informasi mengenai mesin komputasi dan berisi arsip jurnal ,majalah ,prosiding konferensi online,danisu-isu terkini ACM publikasi. Layanan online termasuk forum yang disebut Ubiquity dan TechNews mencerna,baik yang berisi informasi terbaru tentang dunia IT.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pesaing utama ACM adalah IEEE Computer Society.&lt;br /&gt;Perbedaan antara ACM dan IEEE adalah, ACM berfokus pada ilmu komputer teoritis dan aplikasi pengguna akhir, sementara IEEE lebih memfokuskan pada masalah-masalah hardware dan standardisasi. Cara lain untuk menyatakan perbedaan yaitu ACM adalah ilmuwan komputer dan IEEE adalah untuk insinyur listrik, meskipun subkelompok terbesar adalah IEEE Computer Society.&lt;br /&gt;ACM memiliki empat “Boards“ yaitu:&lt;br /&gt;1.publikasi,&lt;br /&gt;2.SIG Governing Board,&lt;br /&gt;3.pendidikan, dan&lt;br /&gt;4.Badan Layanan Keanggotaan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IEEE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;      (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah sebuah organisasi profesi nirlaba yang terdiri dari banyak ahli dibidang teknik yang mempromosikan pengembangan standar-standar dan bertindak sebagai pihak yang mempercepat teknologi- teknologi baru dalam semua aspek dalam industry dan rekayasa (engineering),yang mencakup telekomunikasi,jaringankomputer,kelistrikan, antariksa, danelektronika.&lt;br /&gt;Tujuan inti IEEE adalah mendorong inovasi teknologi dan kesempurnaan untuk kepentingan kemanusiaan.&lt;br /&gt;Visi IEEE adalah akan menjadi penting untuk masyarakat teknis global dan professional teknis dimana-mana dan dikenal secara universal untuk kontribusi teknologi dan teknis yang professional dalam meningkatkan kondisi perkembangan global. Standar dalam IEEE adalah mengatur fungsi ,kemampuan dan interoperabilitas dari berbagai macam produk dan layanan yang mengubah cara orang hidup, bekerja dan berkomunikasi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Proses pembangunan IEEE standar dapat dipecah melalui tujuh langkah dasar yaitu:&lt;br /&gt;1.Mengamankan Sponsor,&lt;br /&gt;2.Meminta Otorisasi Proyek,&lt;br /&gt;3.Perakitan Kelompok Kerja,&lt;br /&gt;4.Penyusunan Standard,&lt;br /&gt;5.Pemungutan suara,&lt;br /&gt;6.Review Komite,&lt;br /&gt;7.Final Vote.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;2. Standar Profesi di Indonesia dan Regional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;        Untuk standar profesi di Indonesia dan regional dapat di ambil contoh mengenai standar profesi di bidang teknologi dan infomasi, dengan penjelasan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usulan Pelaksanaan&lt;br /&gt;Berdasarkan perkembangan Teknologi Informasi secara umum, serta kebutuhan di Indonesia serta dalam upaya mempersiapkan diri untuk era perdagangan global. Beberapa usulan dituangkan dalam bab ini. Usulan-usulan tersebut disejajarkan dengan kegiatan SRIG-PS (SEARCC), dan IPKIN selaku perhimpunan masyarakat komputer dan informatika di Indonesia. Juga tak terlepas dari agenda pemerinta melalui Departemen terkait.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://openstorage.gunadarma.ac.id/%7Emwiryana/IPKIN/SRIG-PS/st6_1.jpg" width="421" align="BOTTOM" border="1" height="247" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Implementasi Standardisasi Profesi bidang TI di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah yang diusulan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut : &lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penyusunan kode etik profesiolan Teknologi Infomrasi &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyusunan Klasifikasi Pekerjaan (Job) Teknologi Informasi di Indonesia &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penerapanan mekanisme sertifikasi untuk profesional TI &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penerapan sistem akreditasi untuk Pusat Pelatihan dalam upaya Pengembangan Profesi &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penerapan mekanisme re-sertifikasi &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Untuk memasyarakatkan stardisasi profesi dan sistem sertiikasi stersebut, maka harus dilakukan lebih banyak promosi dalam penyebaran standard kompetensi. Promosi akan dilakukan melalui radio, majalah, atau bahkan TV. Terlebih lagi, adalah penting untuk mempromosikan standard ini ke pada institusi pendidikan, teurtama Bagian Kurikulum, karena pendidikan Teknologi Informasi harus disesuaikan agar cocok dengan standard yang akan diterapkan dalam industri.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;3. Standar Profesi di USA dan Kanada&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kode Etik Profesional&lt;br /&gt;Pejabat Keuangan Pemerintah Asosiasi dari Amerika Serikat dan Kanada adalah organisasi profesional pejabat publik bersatu untuk meningkatkan dan mempromosikan manajemen profesional sumber daya keuangan pemerintah dengan mengidentifikasi, mengembangkan dan memajukan strategi fiskal, kebijakan, dan praktek untuk kepentingan publik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk lebih tujuan tersebut, aparat pemerintah membiayai semua diperintahkan untuk mematuhi standar hukum, moral, dan profesional perilaku dalam pemenuhan tanggung jawab profesional mereka. Standar perilaku profesional sebagaimana diatur dalam kode ini diwujudkan dalam rangka meningkatkan kinerja semua orang yang terlibat dalam keuangan publik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Pribadi Standar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;petugas pembiayaan Pemerintah harus menunjukkan dan didedikasikan untuk cita-cita tertinggi kehormatan dan integritas dalam semua hubungan masyarakat dan pribadi untuk mendapat rasa hormat, kepercayaan, dan keyakinan yang mengatur pejabat, pejabat publik lainnya, karyawan, dan masyarakat.&lt;br /&gt;• Mereka harus mencurahkan waktu, keterampilan, dan energi ke kantor mereka baik secara independen dan bekerja sama dengan profesional lainnya.&lt;br /&gt;• Mereka harus mematuhi praktek profesional disetujui dan standar yang dianjurkan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Tanggung jawab sebagai Pejabat Publik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;petugas pembiayaan Pemerintah harus mengakui dan bertanggung jawab atas tanggung jawab mereka sebagai pejabat di sektor publik.&lt;br /&gt;• Mereka harus sensitif dan responsif terhadap hak-hak publik dan kebutuhan-kebutuhannya berubah.&lt;br /&gt;• Mereka harus berusaha untuk memberikan kualitas kinerja tertinggi dan nasihat.&lt;br /&gt;• Mereka akan bersikap bijaksana dan integritas dalam pengelolaan dana dalam tahanan mereka dan dalam semua transaksi keuangan.&lt;br /&gt;• Mereka harus menjunjung tinggi baik surat dan semangat undang-undang, konstitusi, dan peraturan yang mengatur tindakan mereka dan melaporkan pelanggaran hukum kepada pihak yang berwenang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Pengembangan Profesional&lt;/p&gt; &lt;p&gt;petugas pembiayaan Pemerintah bertanggung jawab untuk menjaga kompetensi mereka sendiri, untuk meningkatkan kompetensi kolega mereka, dan untuk memberikan dorongan untuk mereka yang ingin memasuki bidang keuangan pemerintah. petugas Keuangan harus meningkatkan keunggulan dalam pelayanan publik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Integritas Profesional – Informasi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;petugas pembiayaan Pemerintah harus menunjukkan integritas profesional dalam penerbitan dan pengelolaan informasi.&lt;br /&gt;• Mereka tidak akan sadar tanda, berlangganan, atau mengizinkan penerbitan pernyataan atau laporan yang berisi salah saji atau yang menghilangkan fakta material apapun.&lt;br /&gt;• Mereka harus menyiapkan dan menyajikan laporan dan informasi keuangan sesuai dengan hukum yang berlaku dan praktek yang berlaku umum dan pedoman.&lt;br /&gt;• Mereka harus menghormati dan melindungi informasi rahasia yang mereka memiliki akses berdasarkan kantor mereka.&lt;br /&gt;• Mereka harus sensitif dan responsif terhadap pertanyaan dari masyarakat dan media, dalam kerangka kebijakan pemerintah negara bagian atau lokal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Integritas Profesional – Hubungan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;petugas pembiayaan Pemerintah harus bertindak dengan kehormatan, integritas, dan kebajikan dalam semua hubungan profesional.&lt;br /&gt;• Mereka harus menunjukkan kesetiaan dan kepercayaan dalam urusan dan kepentingan pemerintah yang mereka layani, dalam batas-batas Kode Etik ini.&lt;br /&gt;• Mereka tidak akan sadar menjadi pihak atau membiarkan aktivitas ilegal atau tidak layak.&lt;br /&gt;• Mereka harus menghormati hak, tanggung jawab, dan integritas dari rekan-rekan mereka dan pejabat publik lainnya dengan siapa mereka bekerja dan asosiasi.&lt;br /&gt;• Mereka harus mengatur semua hal personil dalam lingkup kewenangan mereka sehingga keadilan dan ketidakberpihakan mengatur keputusan mereka.&lt;br /&gt;• Mereka akan mempromosikan kesempatan kerja yang sama, dan dengan berbuat demikian, menentang diskriminasi, pelecehan, atau praktik yang tidak adil lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Konflik Kepentingan&lt;/p&gt; petugas pembiayaan Pemerintah harus secara aktif menghindari munculnya atau kenyataan benturan kepentingan.&lt;br /&gt;• Mereka harus melaksanakan tugas mereka tanpa bantuan dan harus menahan diri dari terlibat dalam hal-hal di luar kepentingan keuangan atau pribadi yang tidak sesuai dengan kinerja tidak memihak dan tujuan tugas mereka.&lt;br /&gt;• Mereka tidak akan, secara langsung atau tidak langsung, mencari atau menerima keuntungan pribadi yang akan mempengaruhi, atau tampaknya mempengaruhi, pelaksanaan tugas resmi mereka.&lt;br /&gt;• Mereka tidak akan menggunakan milik umum atau sumber daya untuk keuntungan pribadi atau politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;4.Standar Profesi di Eropa (Inggris, Jerman, Perancis)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     contoh yang akan di bahas untuk standar profesi di Eropa adalah satndar profesi di bidang kedokteran.&lt;br /&gt;             Etika adalah setua peradaban itu sendiri. Arti populer etika adalah bahwa hal itu adalah kode perilaku dianggap benar, terutama untuk kelompok tertentu, profesi atau individu. Etika yang terutama berkaitan dengan bagaimana orang harus bertindak. Banyak prinsip-prinsip etis didasarkan pada kombinasi sensitivitas, kesopanan dan ‘kuda-akal’.&lt;br /&gt;&lt;div class="entry"&gt;&lt;p&gt; WFOT Kode Etik ini dirancang untuk memberikan panduan luas bagi praktek terapi okupasi. Standar COTEC Praktek ini dimaksudkan untuk menyempurnakan etika yang spesifik dan rinci prinsip-prinsip lebih. Standar Praktek dan Kode Etik untuk profesi kami itu sangat erat terkait. Kedua Kode Etik dan Standar Praktek adalah metode yang ditetapkan atau perangkat peraturan yang berhubungan dengan bersikap dll, suatu situasi tertentu (Chambers 20th Century Dictionary 1983). Tujuan ini adalah untuk memberikan pernyataan publik prinsip yang ditetapkan untuk terapis okupasi dan siswa oleh badan profesional. Mereka menyediakan seperangkat pedoman yang spesifik untuk praktek yang membantu terapis okupasi membuat keputusan etis, dengan memperhatikan hak-hak klien. Pedoman saja tidak dapat diambil sebagai absolut, – mereka permintaan dari terapis okupasi kombinasi standar etika, nilai-nilai moral dan perilaku profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar Praktek dikembangkan oleh COTEC adalah kode sukarela yang dirancang untuk membantu Asosiasi Nasional untuk membangun dan mengembangkan kode nasional sesuai dengan standar Eropa praktek untuk terapis okupasi. Hal ini dimaksudkan untuk penerapan umum namun dapat dimodifikasi untuk daerah spesialis misalnya pediatri praktek, kepedulian masyarakat, dll psikiatri Jika ada kelompok seperti ingin melakukan ini, setiap dealth masalah dengan dalam Standar Praktek, harus diberikan dan bijaksana pertimbangan informasi karena mereka telah disertakan untuk relevansi mereka untuk satu atau kegiatan lain dari praktek profesional kami. Sangat penting bahwa isu-isu yang termasuk dalam Standar Praktek harus saat ini dan relevan dengan anggota profesi yang menggunakan atau untuk yang menggunakannya dimaksudkan.&lt;br /&gt;Standar COTEC Praktek adalah pernyataan kebijakan yang membantu untuk mengatur dan menjaga standar praktek profesional yang baik. Dalam kasus dimana keputusan harus dibuat mengenai perilaku tidak profesional dari seorang ahli terapi kerja, Kode dapat digunakan sebagai panduan untuk standar perilaku profesional yang tepat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita semua sekarang akrab dengan Instruksi Tinggi tentang Sistem Umum untuk pengakuan ijazah pendidikan tinggi (89/48/EEC). Pasal 6.1 dari Petunjuk ini menyatakan bahwa pejabat yang berwenang dari Negara Anggota host memerlukan seseorang mengambil profesi diatur untuk “melarang mengejar profesi bahwa dalam hal terjadi pelanggaran profesional yang serius”. Kelompok profesional ini memberikan kita alasan yang sangat baik untuk menetapkan standar untuk praktik profesional kami. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wakil untuk COTEC diminta untuk memastikan bahwa, ketika kode sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Eropa lainnya, hal itu dilakukan sehingga oleh penutur asli. Hal ini dianjurkan karena memiliki frase dan istilah yang kadang-kadang sulit diterjemahkan.&lt;br /&gt;Ada dua bagian utama dalam dokumen ini: -&lt;br /&gt;- Kode Etik Federasi Dunia Kerja Therapist&lt;br /&gt;- Standar Praktek dirancang oleh COTEC pada tahun 1991 dan sekarang diperbaharui pada tahun 1996.&lt;br /&gt;Disusun bersama dengan perwakilan dari Asosiasi Nasional oleh Kode Etik dan Standar Praktek Komite Dokumen Maria McGuinn (Ketua &amp;amp; Sekretaris) Judith Marti dan Dirk de Vylder.&lt;br /&gt;Kode Etik&lt;br /&gt;Kode Etik Federasi Dunia Kerja Therapist menggambarkan perilaku yang tepat terapis okupasi berlatih di semua bidang terapi pekerjaan. Karena semua Asosiasi Nasional Terapi Pekerjaan di Eropa adalah anggota atau anggota Associate WFOT maka dipandang tepat yang harus COTEC basis Standar Praktek pada kode ini.&lt;br /&gt;Pribadi atribut&lt;br /&gt;Pekerjaan terapis memiliki integritas pribadi, kehandalan, pikiran yang terbuka dan loyalitas berkaitan dengan konsumen dan bidang profesional keseluruhan.&lt;br /&gt;Tanggung jawab terhadap penerima Occupational Layanan Terapi&lt;br /&gt;Pekerjaan terapis pendekatan semua konsumen dengan hormat dan dengan memperhatikan untuk situasi masing-masing. Pekerjaan terapis akan tidak diskriminasi terhadap konsumen berdasarkan ras, warna kulit, cacat, cacat, asal-usul kebangsaan, umur, jenis kelamin, preferensi seksual, agama, keyakinan politik atau status dalam masyarakat. pribadi preferensi konsumen dan kemampuan untuk berpartisipasi akan diperhitungkan dalam perencanaan penyediaan layanan. Kerahasiaan informasi pribadi’s konsumen dijamin dan setiap rincian pribadi disampaikan hanya dengan persetujuan mereka.&lt;br /&gt;Perilaku dalam tim Terapi Pekerjaan dan dalam tim multidisiplin&lt;br /&gt;Pekerjaan terapis bekerja sama dan menerima tanggung jawab dalam satu tim dengan mendukung tujuan medis dan psikososial yang telah ditetapkan. terapis Kerja menyediakan laporan tentang kemajuan intervensi mereka dan memberikan anggota lain dari tim dengan informasi yang relevan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Mengembangkan pengetahuan profesional&lt;br /&gt;Pekerjaan terapis berpartisipasi dalam pengembangan profesional melalui belajar sepanjang hidup dan selanjutnya menerapkan diperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam kerja profesional mereka.&lt;br /&gt;Promosi profesi&lt;br /&gt;Pekerjaan terapis berkomitmen untuk perbaikan dan pengembangan profesi pada umumnya. Mereka juga prihatin dengan mempromosikan terapi okupasi yang lain masyarakat organisasi profesional, dan mengatur badan-badan di, nasional dan internasional tingkat regional.&lt;br /&gt;World Federation of Occupational Therapist: Komite Praktek Profesional; Maret 1990.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Standar Praktek&lt;br /&gt;Konsumen&lt;br /&gt;Untuk tujuan Standar COTEC Praktek konsumen istilah digunakan untuk menjelaskan pasien, klien dan / atau wali. Hal ini juga termasuk mereka yang terapis kerja bertanggung jawab.&lt;br /&gt;1. Tanggung jawab terhadap penerima pelayanan terapi okupasi&lt;br /&gt;Arahan&lt;br /&gt;1.1. Konsumen harus dirujuk ke terapis kerja oleh dokter atau lembaga lain, seperti yang dipersyaratkan oleh hukum atau kebiasaan negara.&lt;br /&gt;1.2. Terapis harus menerima arahan kerja dianggap sesuai dan untuk itu mereka memiliki sumber daya terapeutik.&lt;br /&gt;1.3. Arahan menunggu penerimaan harus ditempatkan pada daftar tunggu atau dirujuk di tempat lain. Para konsumen dan pengarah harus diberitahu tentang tindakan yang diambil.&lt;br /&gt;1.4. Terapis kerja harus memberikan pertimbangan terhadap kebutuhan untuk merujuk konsumen di tempat lain. Terapis harus kerja, menginformasikan konsumen pelayanan yang sesuai atau fasilitas.&lt;br /&gt;Penilaian&lt;br /&gt;1.5. Terapis kerja harus bertanggung jawab untuk menilai konsumen yang telah diterima untuk pengobatan. Setiap episode pengobatan harus direncanakan, dilaksanakan dan diselesaikan dengan keterlibatan konsumen.&lt;br /&gt;1.6. Terapis kerja harus sering mengevaluasi dan meninjau perawatan dan memodifikasi program dalam respon terhadap penilaian ulang.&lt;br /&gt;Pengobatan&lt;br /&gt;1.7. Para terapis okupasi harus mempertahankan integritas profesional dan kebijaksanaan sepanjang proses intervensi.&lt;br /&gt;1,8. Para terapis kerja harus memastikan bahwa intervensi mereka berpusat konsumen.&lt;br /&gt;1.9. Terapis kerja harus memastikan bahwa diskriminasi terhadap konsumen tidak terjadi atas dasar ras, warna kulit, cacat, cacat, asal kebangsaan, usia, jenis kelamin, preferensi seksual, agama, keyakinan politik atau status dalam masyarakat atau alasan lain.&lt;br /&gt;1.10. Terapis pekerjaan harus, dengan informed consent dari konsumen, berusaha untuk menetapkan tujuan yang realistis bagi intervensi berdasarkan kerjasama terapeutik. konsumen harus diberitahu tentang sifat dan potensi hasil pengobatan.&lt;br /&gt;Sebuah Program Kualitas&lt;br /&gt;1.11. Ketika mengembangkan program jaminan kualitas yang efektif terapis kerja harus mempertimbangkan lima komponen penjaminan mutu, yaitu perilaku profesional, efektivitas, penggunaan sumber daya, manajemen risiko, kepuasan konsumen dengan layanan yang diberikan.&lt;br /&gt;1,12. Terapis kerja harus memelihara-diarahkan dan tujuan hubungan tujuan dengan semua konsumen dilayani.&lt;br /&gt;Pelepasan&lt;br /&gt;1.13. Terapis kerja harus menghentikan layanan ketika konsumen telah mencapai tujuan atau bila keuntungan maksimum yang telah diperoleh dari jasa terapi okupasi.&lt;br /&gt;1.14. Alasan untuk menghentikan pengobatan harus dijelaskan dengan jelas kepada konsumen.&lt;br /&gt;1,15. Terapis pekerjaan harus membuat pengaturan untuk penilaian ulang-up atau tindak lanjut dari konsumen dan dokumen ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;2. Records dan Laporan&lt;br /&gt;2.1. Dalam kaitan dengan pelaporan dan pencatatan informasi yang berkaitan dengan konsumen dan akses ke konsumen mencatat, ketentuan Kesehatan dan Kisah lain dan / atau pedoman dari otoritas mempekerjakan harus diamati.&lt;br /&gt;2.2. Data Protection Act membebankan kewajiban tertentu pada terapis kerja ketika menjaga informasi pribadi pada komputer tentang klien dan menganugerahkan hak kepada orang-orang pada siapa informasi tersebut disimpan.&lt;br /&gt;2.3. Setiap saat terapis okupasi harus melindungi dan menghormati bahan rahasia dan memastikan bahwa itu hanya diungkapkan mana yang sesuai untuk kepentingan konsumen.&lt;br /&gt;2.4. Persetujuan dari konsumen biasanya harus dicari sebelum – informasi tentang mereka diungkapkan di luar konteks terapi dan dalam hal paksaan hukum.&lt;br /&gt;2.5. Laporan dan catatan harus disimpan dengan aman sesuai dengan hukum negara. Mereka harus menyediakan data faktual, merekam informasi yang berkaitan dengan kegiatan profesional dan tanpa bias emosional. Mereka harus memberikan informasi bagi rekan-rekan profesional dan untuk tujuan hukum.&lt;br /&gt;2.6. Rekaman harus disimpan untuk memfasilitasi kajian dan analisis prosedur dan untuk mengukur efektivitas pengobatan. Terapis kerja harus mendokumentasikan konsumen kemampuan dan hasil pengobatan. Laporan harus dibuat.&lt;br /&gt;2.7. Layanan terapi okupasi harus mempersiapkan pernyataan tujuan yang komputer informasi tentang konsumen disimpan. Informasi seharusnya hanya digunakan sebagai diuraikan dalam laporan tujuan.&lt;br /&gt;2.8. Dalam layanan terapi okupasi semua komputer yang diselenggarakan informasi harus disimpan aman. Hanya staf yang berwenang harus memiliki akses untuk itu dan semua kertas limbah dan hasil cetak harus dibuang dengan hati-hati.&lt;br /&gt;2.9. Informasi Prosedur dalam pelayanan terapi okupasi harus di tempat untuk memastikan bahwa informasi yang akurat dan up-to-date.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;3. Keselamatan&lt;br /&gt;3.1. Terapis pekerjaan tidak boleh menyebabkan atau melakukan apa saja untuk membahayakan kesehatan dan keselamatan konsumen.&lt;br /&gt;3.2. Adalah penting bahwa peralatan yang tepat digunakan oleh terapis pekerjaan dalam perawatan.&lt;br /&gt;3.3. Terapis kerja harus mengambil semua tindakan pencegahan yang wajar dan harus memakai pakaian yang sesuai dan alas kaki.&lt;br /&gt;3.4. Terapis kerja harus mengenal dan mengamati ketentuan dalam Kesehatan dan Keselamatan Kis.&lt;br /&gt;3.5. perilaku yang berlebihan yang menyebabkan penderitaan kepada konsumen harus dilaporkan kepada agen sesuai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;4. Pengusaha&lt;br /&gt;4.1. Dimana pengusaha memiliki standar perilaku yang berbeda dibandingkan dengan kode ini terapis kerja harus jelas tentang ini dan implikasinya. (Namun lebih disukai bahwa semua tempat kerja mengakui Kode.&lt;br /&gt;4.2. Terapis kerja harus memenuhi pedoman yang ditetapkan oleh pemberi kerja sejauh ini kompatibel dengan etika profesional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;5. Promosi Profesi yang&lt;br /&gt;5.1. Pekerjaan terapis harus menawarkan dan / atau menyediakan layanan hanya dalam kompetensi mereka. Pekerjaan terapis harus mengakui keterampilan, pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk layanan yang kompeten.&lt;br /&gt;5.2. Pekerjaan terapis harus bertanggung jawab pribadi untuk kompetensi mereka. Dalam situasi dimana tambahan pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan, mereka harus: – lihat konsumen untuk terapis lain dan berkonsultasi dengan rekan-rekan.&lt;br /&gt;5.3. Terapis kerja harus selalu up to date dengan pengetahuan yang berkaitan dengan undang-undang, politik, sosial dan masalah-masalah budaya yang mempengaruhi profesi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;6. Hubungan Profesional&lt;br /&gt;6.1. Kebutuhan dan / atau tanggung jawab rekan harus dihormati oleh terapis kerja.&lt;br /&gt;.2. Terapis kerja harus berkonsultasi, bekerjasama dan berkolaborasi dengan rekan profesional mengenai tugas profesional.&lt;br /&gt;6.3. Kerja terapis harus memahami lingkup praktek staf pendukung dalam pelayanan terapi okupasi.&lt;br /&gt;6.4. Terapis kerja harus setia kepada terapis okupasi sesama tetapi, apabila diperlukan, laporan dan / atau perilaku tidak profesional banding.&lt;br /&gt;6.5. Dalam kasus pelanggaran Kode Etik sebuah laporan rahasia yang harus dilakukan kepada Badan Professional atau orang yang tepat dalam pengelolaan pelayanan.&lt;br /&gt;6.6. Non-warga negara harus menghormati kebiasaan dan budaya dari negara tuan rumah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;7. Penelitian dan Pengembangan&lt;br /&gt;7.1. Terapis kerja harus memberikan kredit untuk materi yang dipublikasikan saat digunakan.&lt;br /&gt;7.2. Terapis kerja harus melindungi privasi konsumen dalam bahan tertulis atau visual yang dapat digunakan di luar konteks terapi.&lt;br /&gt;7.3. Terapis kerja harus menghormati etika implikasi yang terlibat ketika melakukan penelitian.&lt;br /&gt;7.4. Peneliti harus memperhatikan ketentuan Kesehatan Kisah dan / atau peraturan otoritas mempekerjakan.&lt;br /&gt;7.5. Pekerjaan terapis harus mendasarkan praktek profesional mereka pada penelitian ditetapkan.&lt;br /&gt;7.6. Terapis kerja memiliki kewajiban untuk memperbarui dan meninjau pengetahuan profesional secara teratur dan sadar akan masalah-masalah hukum saat ini yang mempengaruhi praktek mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;8. Mewakili Profesi yang&lt;br /&gt;8.1. profesi harus akurat diwakili kepada konsumen, rekan profesional, mahasiswa dan masyarakat.&lt;br /&gt;8.2. Terapis kerja harus berusaha untuk membangun dan mengembangkan kualitas profesinya.&lt;br /&gt;8.3. Terapis kerja harus berkomitmen terhadap pendidikan masyarakat, konsumen, serta pendidikan tenaga kesehatan mengenai masalah-masalah kesehatan yang berada dalam lingkup kerja terapis.&lt;br /&gt;8.4. Terapis kerja harus menghindari perilaku yang berlebihan yang negatif mempengaruhi kinerja sebagai terapis kerja atau mencerminkan pada profesi. Ini mungkin termasuk penyalahgunaan zat atau melanggar hukum atau kegiatan kriminal dalam perjalanan praktek profesi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 9. Komersial&lt;br /&gt;9.1. Terapis pekerjaan dapat mengiklankan sesuai dengan praktek perawatan kesehatan diterima.&lt;br /&gt;9.2. Terapis okupasi dalam mempromosikan layanan swasta dapat melakukannya sesuai dengan praktek perawatan kesehatan.&lt;br /&gt;9.3. Terapis kerja di praktek swasta harus menetapkan biaya berdasarkan analisis biaya yang berhubungan dengan jasa yang diberikan.&lt;br /&gt;9.4. Terapis kerja harus menggunakan pertimbangan profesional ketika menyediakan dan / atau merekomendasikan produk komersial atau peralatan teknis.&lt;br /&gt;9.5. Pekerjaan terapis tidak harus meminta atau menerima komisi dari setiap perusahaan komersial sebagai hadiah / pembayaran untuk merekomendasikan produk dari perusahaan yang kepada konsumen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;10. Terapi Pekerjaan Pendidikan&lt;br /&gt;10.1. Pendidik terapis okupasi harus memastikan bahwa Pendidikan Minimum Standar Federasi Dunia Kerja Therapist terpenuhi.&lt;br /&gt;10.2. Pendidik harus memastikan bahwa siswa mendapatkan standar yang dapat diterima kompetensi profesional.&lt;br /&gt;10.3. standar pendidikan harus divalidasi oleh National Association. 1&lt;br /&gt;10.4. Kode Etik dan Standar Praktek harus dipromosikan dalam pendidikan terapis okupasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Sumber:&lt;/p&gt;                                             &lt;/div&gt;&lt;p&gt;http://openstorage.gunadarma.ac.id/~mwiryana/IPKIN/SRIG-PS/st_page6.html&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://www.gfoa.org/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=98&amp;amp;Itemid=108&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://www.cotec-europe.org/eng/35/ &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-3150959877280825154?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/3150959877280825154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2011/04/model-pengembangan-standar-profesi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/3150959877280825154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/3150959877280825154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2011/04/model-pengembangan-standar-profesi.html' title='Model Pengembangan Standar Profesi'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-7256345631064583929</id><published>2011-04-08T06:28:00.000-07:00</published><updated>2011-04-08T06:45:41.373-07:00</updated><title type='text'>Langkah-Langkah Pemrograman</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Langkah-langkah pemograman, antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;b style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;1. Output&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Sebelum  membuat sebuah program, yang perlu dirancang antara lain, bagaimana tampilan program, bagaimana nanti hasil laporannya, bagaimana grafiknya, dsb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;b style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;2. Input&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Setelah menentukan Output, kemudian ditentukan Input yang akan dimasukkan jika menginginkan input seperti yang telah dirancang sebelumnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;b style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;3. Proses Pembuatan Program&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Dimulai dari pembuatan Context Diagram (CD) yaitu diagram awal sebuah sistem yang akan dirancang, kemudian Data Flow Diagram (DFD) yaitu diagram pecahan / setelah decompose dari CD, DFD dibagi menjadi beberapa yaitu DFD level 1,2,3 dst. sampai yang kita inginkan. Untuk CD dikenal juga dengan DFD level 0. lalu ada juga Entity Relation Diagram (ERD) diagram untuk menunjukan relasi dari tabel yang akan dibuat, lalu dibuat database yang diperlukan, setelah itu mulai membuat form.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;b style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;4. Interface&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Setelah selesai yang ketiga, lalu dibuat interface (tampilan) yang akan ditampilkan pada program yang  dibuat. Seperti memperindah tampilan form, tampilan awal, dsb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;b style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;5. Pengkodean &lt;i&gt;(Coding)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Yang terakhir adalah coding, ini merupakan tahapan terakhir pembuatan program sekaligus tahap paling membutuhkan ketelitian. Karena jika terjadi kesalahan sekecil apapun, program tidak akan berhasil dijalankan. olehkarena itu ketelitian sangat dibutuhkan pada saat pengkodean. pada saat pengkodean baiknya setiap bagian coding yang ada diberikan komentar, agar memudahakan dalam pembuatan dan pemodifikasian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Penjelasan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;banyak pemula yang menganggap membuat program itu sulit. apalagi saat ini bahasa pemograman terus berkembang sesuai dengan kebutuhan penggunanya. demham mengikuti langkah-langkah diatas diharapkan dapat memudahkan pemula dalam membuat program. karena ini merupakan langkah-langkah awall untuk membuat program, apapun bahasa [emograman yang digunakan. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-7256345631064583929?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/7256345631064583929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2011/04/langkah-langkah-pemrograman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/7256345631064583929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/7256345631064583929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2011/04/langkah-langkah-pemrograman.html' title='Langkah-Langkah Pemrograman'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-115765495047953386</id><published>2011-03-20T23:54:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T00:46:53.245-07:00</updated><title type='text'>Undang-Undang  yang Mengatur Tentang Hak Cipta dan Telekomunikasi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; &lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;UU no 19 tahun 2002, tentang Hak Cipta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;(cuplikan yang  berkaitan dengan program komputer / &lt;i&gt;software&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;BAB I  : KETENTUAN UMUM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pasal 1 , ayat 8 :&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Program Komputer adalah  sekumpulan instruksi yang diwujudkan dalam bentuk bahasa, kode, skema, ataupun  bentuk lain, yang apabila digabungkan dengan media yang dapat dibaca dengan  komputer akan mampu membuat komputer bekerja untuk melakukan fungsi-fungsi  khusus atau untuk mencapai hasil yang khusus, termasuk persiapan dalam merancang  instruksi-instruksi tersebut. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;BAB II  : LINGKUP HAK CIPTA &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pasal 2, ayat 2 :&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pencipta atau Pemegang Hak  Cipta atas karya sinematografi dan Program Komputer memiliki hak untuk  memberikan izin atau melarang orang lain yang tanpa persetujuannya menyewakan  Ciptaan tersebut untuk kepentingan yang bersifat komersial. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pasal 12, ayat 1 :&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam Undang-undang ini Ciptaan  yang dilindungi adalah Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra,  yang mencakup: &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;a. buku, Program Komputer,  pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil  karya tulis lain;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pasal 15 :&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dengan syarat bahwa sumbernya  harus disebutkan atau dicantumkan, tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;a. Penggunaan Ciptaan pihak  lain untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah,  penyusunan laporan, penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah dengan tidak  merugikan kepentingan yang wajar dari Pencipta;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;b. Perbanyakan suatu Ciptaan  selain Program Komputer, secara terbatas dengan cara atau alat apa pun atau  proses yang serupa oleh perpustakaan umum, lembaga ilmu pengetahuan atau  pendidikan, dan pusat dokumentasi yang nonkomersial semata-mata untuk keperluan  aktivitasnya;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;c. &lt;span lang="IN"&gt;Pembuatan  salinan cadangan suatu Program Komputer oleh pemilik Program Komputer yang  dilakukan semata-mata untuk digunakan sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;BAB III  : MASA BERLAKU HAK  CIPTA &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Pasal 30: &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;(1) Hak Cipta atas Ciptaan: &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;a. Program Komputer; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;b. sinematografi; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;c. fotografi; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;d. database; dan &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;e. karya hasil pengalihwujudan, &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;berlaku selama 50 (lima puluh)  tahun sejak pertama kali diumumkan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ciptaan yang dapat dilindungi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ciptaan yang dilindungi hak cipta di Indonesia dapat mencakup misalnya buku, program komputer, pamflet, perwajahan (&lt;em&gt;lay out&lt;/em&gt;) karya tulis yang diterbitkan,ceramah, kuliah, pidato, alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan, lagu atau musik dengan atau tanpa teks, drama,drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, pantomim, seni rupa dalam segala bentuk (seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan), arsitektur, peta, seni batik (dan karya tradisional lainnya seperti seni songket dan seni ikat), fotografi, sinematografi, dan tidak termasuk desain industri (yang dilindungi sebagai kekayaan intelektual tersendiri). Ciptaan hasil pengalihwujudan seperti terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai (misalnya buku yang berisi kumpulan karya tulis, himpunan lagu yang direkam dalam satu media, serta komposisi berbagai karya tari pilihan), dan database dilindungi sebagai ciptaan tersendiri tanpa mengurangi hak cipta atas ciptaan asli (UU 19/2002 pasal 12).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pendaftaran Hak Cipta di Indonesia &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Indonesia, pendaftaran ciptaan bukan merupakan suatu keharusan bagi pencipta atau pemegang hak cipta, dan timbulnya perlindungan suatu ciptaan dimulai sejak ciptaan itu ada atau terwujud dan bukan karena pendaftaran. Namun demikian, surat pendaftaran ciptaan dapat dijadikan sebagai alat bukti awal di [[pengadilan]] apabila timbul sengketa di kemudian hari terhadap ciptaan. Sesuai yang diatur pada bab IV Undang-undang Hak Cipta, pendaftaran hak cipta diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI), yang kini berada di bawah [Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia]]. Pencipta atau pemilik hak cipta dapat mendaftarkan langsung ciptaannya maupun melalui konsultan HKI. Permohonan pendaftaran hak cipta dikenakan biaya (UU 19/2002 pasal 37 ayat 2). Penjelasan prosedur dan formulir pendaftaran hak cipta dapat diperoleh di kantor maupun [http://www.dgip.go.id/article/archive/9/ situs web] Ditjen HKI. “Daftar Umum Ciptaan” yang mencatat ciptaan-ciptaan terdaftar dikelola oleh Ditjen HKI dan dapat dilihat oleh setiap orang tanpa dikenai biaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 1999 TENTANG TELEKOMUNIKASI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sesuai dengan BAB 1 Ketentuan Umum Pasal 1 yang terkandung dalam UU. no 36 tahun 1999 yang berisikan sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Telekomunikasi adalah setiap pemancaran, pengiriman, dan atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk tanda-tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara, dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio, atau sistem elektromagnetik Lainnya&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu sarana dan prasarana apa saja yang diterangkan di Bab 1 Pasal 1 itu , diantaranya adalah Alat telekomunikasi, Perangkat telekomunikasi, Sarana dan prasarana telekomunikasi, Pemancar radio, Jaringan telekomunikasi, Jasa telekomunikasi, Penyelenggara telekomunikasi, Pelanggan, Pemakai, Pengguna, Penyelenggaraan telekomunikasi, Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi, Penyelenggaraan jasa telekomunikasi, Penyelenggaraan telekomunikasi khusus, Interkoneksi, dan Menteri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-81"&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;PEMBAHASAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Azas dan Tujuan yang terkandung dalam Bab 2 , Pasal 2 berbunyi &lt;strong&gt;“Telekomunikasi diselenggarakan berdasarkan asas manfaat, adil dan merata, kepastian hukum, keamanan, kemitraan, etika, dan kepercayaan pada diri sendiri”&lt;/strong&gt;. Dan Pasal 3 berbunyi &lt;strong&gt;“Telekomunikasi diselenggarakan dengan tujuan untuk mendukung persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata, mendukung kehidupan ekonomi dan kegiatan pemerintahan, serta meningkatkan hubungan antarbangsa”&lt;/strong&gt;. Azas dan tujuan yang diterangkan diatas telah menerangkan bahwa segala macam aktivitas telekomunikasi telah mempunyai kepastian hukum dan mempunyai tujuan untuk mempersatukan bangsa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Penyidikan yang terkandung dalam Bab 5, Pasal 44 Poin (1) yang berbunyi &lt;strong&gt;“Selain Penyidik Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia, juga Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di Iingkungan Departemen yang Iingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang telekomunikasi, diberi wewenang khusus sebagai penyidik sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Hukum Acara Pidana untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang telekomunikasi”&lt;/strong&gt;. Memiliki makna, bahwa segala macam tindak pidana yang berhubungan dengan telekomunikasi memiliki sebuah wadah penyelidikan yang koordinir oleh Penyidik Polri ataupun semua PNS yang berada pada departemen Telekomunikasi yang diberikan kewenangan khusus dalam melakukan penyidikan tindak pidana di bidang telekomunikasi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Sanksi Administrasi yang terkandung dalam Bab 6, Pasal 45 dan 46. Jika terjadi tindak pidana dalam pelenggaraan telekomunikasi, maka sangsi yang akan diterima berupa pencabutan izin. Pencabutan izin diberikan setelah penyelenggara mendapatkan peringatan tertulis sebelumnya. Jika masih tetap dilaksanakan, maka pencabutan izin akan langsung dilayangkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kesimpulan, dengan UU No. 36 tahun 1999 seperti yang tercantum diatas, memiliki ruang lingkup untuk pengguna telekomunikasi yang terbatas. Tidak ada kebebasan dalam penyampaian pandangan mereka. Namun yang sangat disayangkan adalah kepada penyelenggara telekomunikasi. Mereka akan mendapatkan sangsi, namun sangsi itu bukan mereka yang melakukan, namun imbas dari pengguna jasa nakal yang membuka atau mengakses sesuatu dengan ilegal.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;http://kambing.ui.ac.id/bebas/v17/com/ictwatch/data/uu-19-2002-cuplikan.htm&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hak_cipta"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Hak_cipta&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-115765495047953386?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/115765495047953386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2011/03/undang-undang-yang-mengatur-tentang-hak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/115765495047953386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/115765495047953386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2011/03/undang-undang-yang-mengatur-tentang-hak.html' title='Undang-Undang  yang Mengatur Tentang Hak Cipta dan Telekomunikasi'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-5690984630896269849</id><published>2011-02-20T23:52:00.000-08:00</published><updated>2011-02-21T00:13:56.918-08:00</updated><title type='text'>membobol account di internet menggunakan keylonger</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Keylogger&lt;/i&gt; merupakan sebuah perangkat baik &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perangkat_keras" title="Perangkat  keras"&gt;perangkat keras&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perangkat_lunak" title="Perangkat  lunak"&gt;perangkat lunak&lt;/a&gt; yang digunakan untuk memantau penekanan  tombol &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Keyboard" title="Keyboard" class="mw-redirect"&gt;keyboard&lt;/a&gt;. Sebuah &lt;i&gt;keylogger&lt;/i&gt; biasanya akan  menyimpan hasil pemantauan penekanan tombol &lt;i&gt;keyboard&lt;/i&gt; tersebut ke  dalam sebuah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas_komputer" title="Berkas komputer"&gt;berkas log/catatan/rekaman&lt;/a&gt;. Beberapa &lt;i&gt;keylogger&lt;/i&gt;  tertentu bahkan dapat mengirimkan hasil rekamannya ke &lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/E-mail" title="E-mail" class="mw-redirect"&gt;e-mail&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; tertentu secara periodik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Keylogger&lt;/i&gt; dapat digunakan untuk kepentingan yang baik atau  bahkan bisa digunakan untuk kepentingan yang jahat. Kepentingan yang  baik antara lain untuk memantau produktivitas karyawan, untuk penegakan  hukum dan pencarian bukti kejahatan. Kepentingan yang buruk antara lain  pencurian &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Data" title="Data"&gt;data&lt;/a&gt;  dan &lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Password" title="Password" class="mw-redirect"&gt;password&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;Setiap orang yang memiliki account di internet pasti juga memiliki username  dan password. Dan bisa dipastikan bahwa sang pemilik account  pasti menyimpan dan merahasiakan username dan password  nya. Bahkan mungkin sahabat dan orang terdekat sekali pun tidak akan  diberitahu. Tapi walau pun sebagian besar orang sangat merahasiakan username  dan paswordnya, tetap saja ada kasus pembobolan account.  Lalu bagimana si pembobol bisa mendapatkan username dan password  korban? &lt;span class="fullpost"&gt;Salah satu caranya adalah dengan  menggunakan software keylogger. Lalu apa itu keylogger? Keylogger  adalah sofware mata-mata yang bisa mencatat atau merekam  aktivitas komputer. Mulai dari tombol yang ditekan oleh pemilik  komputer, hingga gambar dari screen komputer semua terekam oleh keylogger.  Bahkan nama program yang dijalankan juga ikut terekam oleh software  keylogger. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Lalu bagaimana cara menggunakan keylogger? Caranya sebenarnya  mudah. Kita tinggal menginstall software ini pada komputer  korban. Dan setelah korban menggukan komputernya untuk membuka account,  kita tinggal membuka keylogger yang sudah terinstal tersebut.  Diperlukan password untuk membuka keylogger, sehingga  hanya kita yang bisa membuka keylogger tersebut. Korban tidak akan bisa  membuka keylogger tersebut jika dia tidak tahu passwordnya. Namun  sebagian besar keylogger bisa terdeteksi oleh software antivirus.  Dengan cara seperti itulah pencurian password dilakukan. Hanya  beberapa saja yang tidak terdeteksi oleh antivirus. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-5690984630896269849?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/5690984630896269849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2011/02/keylogger-merupakan-sebuah-perangkat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/5690984630896269849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/5690984630896269849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2011/02/keylogger-merupakan-sebuah-perangkat.html' title='membobol account di internet menggunakan keylonger'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-8217775022010371976</id><published>2010-11-15T21:22:00.000-08:00</published><updated>2010-11-15T21:27:46.943-08:00</updated><title type='text'>Manajemen Kontrol Keamanan pada Sistem</title><content type='html'>pintu akses iGate solusi keamanan kontrol yang mudah untuk berbagai program aplikasi, membutuhkan semua untuk menjalankan sebuah password password komputer Defang, solusi ini dapat Yong program.Sebagai contoh: investasi industri manajemen keuangan, ini adalah industri, kompleks tinggi risiko khusus, bisnis akan melibatkan investasi modal langsung investor, aset perusahaan dan penilaian proyek, dan akuisisi aset, penggantian, transfer, restrukturisasi hutang, efek 2tingkat operasi pasar, rekomendasi yang terdaftar, utang dan penjamin emisi efek dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan :&lt;br /&gt;* Kunci untuk mengakses: ikey berbasis perangkat keras akses kontrol, dengan fitur ponsel dan nyaman&lt;br /&gt;* Selalu terbuka SSL: dapat satu kali aplikasi untuk membuka semua fungsi SSL Anda&lt;br /&gt;* Tidak ada hubungannya dengan arsitektur: di komputer klien Anda, server jaringan back-end, dan tidak memiliki dampak pada kinerja throughput&lt;br /&gt;* Manajemen terpusat: ia dapat memberikan keamanan manajemen account yang tinggi dan kontrol akses terpusat&lt;br /&gt;* Mudah Instalasi&lt;br /&gt;iGate dapat dengan mudah dengan infrastruktur jaringan yang ada, mengintegrasikan, apakah lantai ketujuh telah dilengkapi dengan saklar dan balancers beban.&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya Kontrol&lt;/strong&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt; Tujuan pengontrolan&lt;/strong&gt; adalah untuk memastikan bahwa CBIS telah diimplementasikan seperti yang direncanakan, system beroperasi seperti yang dikehendaki, dan operasi tetap dalam keadaan aman dari penyalahgunaan atau gangguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas kontrol&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%; font-weight: bold;"&gt;Mencakup semua fase siklus hidup, selama siklus hidup dibagi menjadi kontrol-kontrol yang berhubungan dengan pengembangan sistem, desain dan operasi &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-8217775022010371976?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/8217775022010371976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/11/manajemen-kontrol-keamanan-pada-sistem.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/8217775022010371976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/8217775022010371976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/11/manajemen-kontrol-keamanan-pada-sistem.html' title='Manajemen Kontrol Keamanan pada Sistem'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-2433690590879616514</id><published>2010-11-15T20:50:00.001-08:00</published><updated>2010-11-15T21:10:39.604-08:00</updated><title type='text'>WBS Dalam Penulisan Ilmiah Koperasi Simpan Pinjam</title><content type='html'>Contoh WBS dalam Penulisan Ilmiah&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/TOIQZljcAbI/AAAAAAAAABI/j3_f8km0XXc/s1600/gambar%2BPI.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 423px; height: 226px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/TOIQZljcAbI/AAAAAAAAABI/j3_f8km0XXc/s320/gambar%2BPI.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540008523382653362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WBS Aplikasi Database Koperasi Simpan Pinjam&lt;br /&gt;WBS yang biasa digunakan dalam proses pembuatan aplikasi multimedia yaitu :&lt;br /&gt;1. Linier&lt;br /&gt;Pemakai menelusuri program secara berurutan&lt;br /&gt;2. Non Linier&lt;br /&gt;Pemakai bebas menelusuri program tanpa dibatasi suatu rute.&lt;br /&gt;3. Hierarki&lt;br /&gt;Pemakai menelusuri program melalui titik-titik percabangan.&lt;br /&gt;4. Campuran&lt;br /&gt;Pemakai bebas menelusuri program tapi pada bagian tertentu penelusuran dibatasi secara linier atau hierarki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WBS merupakan Sebuah breakdown pekerjaan struktur dalam manajemen proyek dan rekayasa sistem , adalah alat yang digunakan untuk mendefinisikan dan kelompok proyek elemen kerja sendiri dengan cara yang membantu mengatur dan menentukan ruang lingkup kerja total proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah uraian pekerjaan elemen struktur mungkin merupakan produk , data , sebuah layanan , atau kombinasi. A WBS also provides the necessary framework for detailed cost estimating and control along with providing guidance for schedule development and control. Sebuah WBS juga menyediakan kerangka yang diperlukan untuk estimasi biaya rinci dan kontrol serta memberikan bimbingan untuk pengembangan jadwal dan kontrol. Additionally the WBS is a dynamic tool and can be revised and updated as needed by the project manager . [ 1 ] Selain WBS adalah alat yang dinamis dan dapat direvisi dan diperbarui jika diperlukan oleh manajer proyek .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-2433690590879616514?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/2433690590879616514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/11/1.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/2433690590879616514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/2433690590879616514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/11/1.html' title='WBS Dalam Penulisan Ilmiah Koperasi Simpan Pinjam'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/TOIQZljcAbI/AAAAAAAAABI/j3_f8km0XXc/s72-c/gambar%2BPI.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-4123273114286899227</id><published>2010-11-12T04:13:00.001-08:00</published><updated>2010-11-12T04:15:53.229-08:00</updated><title type='text'>TEKNOLOGI YANG TERKAIT ANTAR MUKA TELEMATIKA</title><content type='html'>-Head Up Display System&lt;br /&gt;Head Up Display adalah display transparan yang mampu menampilkan data dan indikator-indikator vital sebuah kendaraaan tanpa mengharuskan pengemudi mengalihkan pandangan dari jalanan. Teknologi ini pada awalnya digunakan pada bidang militer saja. Secara umum, cara kerja HUD meliputi beberapa langkah. Pertama, dasbor mobil memiliki fasilitas proyeksi yang terdiri dari layar TFT, sumber cahaya, serta serangkaian cermin. Cahaya dipancarkan melalui layar, lantas dibelokkan oleh cermin, dan diproyeksikan menuju kaca depan mobil (windscreen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Tangible User Interface&lt;br /&gt;Tangible user interface sebuah antarmuka pengguna dimana seseorang berinteraksi dengan informasi digital melalui fisik lingkungan . Salah satu pionir dalam user interface yang nyata adalah Hiroshi Ishii , seorang profesor di MIT Media Laboratory yang memimpin Grup Berwujud Media. Visi tertentunya bagi UIS nyata, yang disebut Bits Tangible, adalah memberikan bentuk fisik ke informasi digital, membuat bit secara langsung dimanipulasi dan mencolok. Bit berwujud mengejar kopling mulus antara dua dunia yang sangat berbeda dari bit dan atom.&lt;br /&gt;Karakteristik Tangible User Interface: &lt;br /&gt;1. Representasi fisik adalah komputasi digabungkan dengan informasi digital yang mendasari. &lt;br /&gt;2. Representasi fisik mewujudkan mekanisme kontrol interaktif. &lt;br /&gt;3. Representasi fisik adalah perseptual digabungkan dengan representasi digital secara aktif dimediasi. &lt;br /&gt;4. Keadaan fisik tangibles mencakup aspek kunci dari negara digital sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Computer Vision&lt;br /&gt;Computer Vision adalah ilmu dan teknologi mesin yang mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Sebagai suatu disiplin ilmu, computer vision berkaitan dengan teori di balik sistem buatan bahwa ekstrak informasi dari gambar. Data gambar dapat mengambil banyak bentuk, seperti urutan video, pandangan dari beberapa kamera, atau data multi-dimensi dari scanner medis. Sebagai disiplin teknologi, visi komputer berusaha untuk menerapkan teori dan model untuk pembangunan sistem visi komputer. Contoh aplikasi dari visi komputer mencakup sistem untuk: &lt;br /&gt;• Pengendalian proses (misalnya sebuah robot industri atau kendaraan otonom). &lt;br /&gt;• Mendeteksi peristiwa (misalnya untuk pengawasan visual). &lt;br /&gt;• Mengorganisir informasi (misalnya, untuk pengindeksan database foto dan urutan gambar). &lt;br /&gt;• Modeling benda atau lingkungan (misalnya inspeksi industri, analisis citra medis atau model topografi). &lt;br /&gt;• Interaksi (misalnya sebagai input ke perangkat untuk interaksi manusia dan komputer). &lt;br /&gt;-Browsing Audio Data&lt;br /&gt;Sebuah metode browsing jaringan disediakan untuk browsing video / audio data yang ditembak oleh sebuah IP kamera. Jaringan video / audio metode browsing sesuai mencakup langkah-langkah dari: (i) menjalankan sebuah program aplikasi komputer lokal untuk mendapatkan kode identifikasi yang disimpan dalam kamera IP, (ii) transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS ( Dynamic Domain Name Server) oleh program aplikasi, (iii) mendapatkan kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi sehingga pasangan IP kamera dan kontrol kamera IP melalui kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi dan (iv) kopel ke layanan server melalui alamat server pribadi sehingga untuk mendapatkan video / audio data yang ditembak oleh kamera IP, di mana server layanan menangkap video / audio data yang ditembak oleh kamera IP melalui Internet.&lt;br /&gt;Penemuan berkaitan dengan sistem dan metode untuk browsing video / audio data, lebih khusus ke jaringan vide / audio sistem browsing dan metode yang akan diatur dalam sebuah IP kamera (juga disebut sebagai kamera jaringan) untuk browsing video / audio data yang ditembak oleh kamera IP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Speech Recognation&lt;br /&gt;Speech  Recognation (juga dikenal sebagai pengenalan suara otomatis atau pengenalan pembicaraan komputer) mengkonversi berbicara kata-kata untuk teks. Istilah "suara" pengakuan kadang-kadang digunakan untuk merujuk ke sistem pengakuan yang harus dilatih  sebagai speaker adalah kasus khusus untuk pengenalan perangkat lunak desktop. Mengenali pembicara dapat menyederhanakan tugas menerjemahkan pidato. Pengenalan pembicaraan adalah solusi yang lebih luas yang mengacu pada teknologi yang dapat mengenali pidato tanpa ditargetkan pada pembicara tunggal seperti pusat panggilan sistem yang dapat mengenali suara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Speech synthesis&lt;br /&gt;Speech Synthesis adalah pidato buatan manusia . Sebuah sistem komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut  speech synthesizer dan dapat diimplementasikan dalam Software atau hardware. Texs-to-speech (TTS) adalah sistem yang mengkonversi teks ke dalam pidato bahasa normal.&lt;br /&gt;Synthesized speech dapat dibuat dengan menggabungkan potongan pidato direkam yang disimpan dalam database. Untuk domain penggunaan khusus, penyimpanan seluruh kata-kata atau kalimat memungkinkan untuk output berkualitas tinggi. Atau, synthesizer dapat menggabungkan sebuah model dari saluran vokal dan karakteristik suara manusia untuk membuat yang benar-benar "sintetik" output suara. Kualitas synthesizer pidato dinilai oleh kesamaannya dengan suara manusia dan dengan kemampuannya untuk dipahami. Banyak komputer operasi telah menyertakan speech synthesizer sejak awal 1980-an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER:&lt;br /&gt;http://zonapencarian.blogspot.com/2010/05/head-up-display-hud-nyetir-mobil-jadi.html&lt;br /&gt;Wikipidea&lt;br /&gt;http://joanmathilda.wordpress.com/2009/11/29/browsing-audio-data/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-4123273114286899227?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/4123273114286899227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/11/teknologi-yang-terkait-antar-muka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/4123273114286899227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/4123273114286899227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/11/teknologi-yang-terkait-antar-muka.html' title='TEKNOLOGI YANG TERKAIT ANTAR MUKA TELEMATIKA'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-8732041861261572191</id><published>2010-10-11T19:29:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T21:01:12.370-07:00</updated><title type='text'>Penjelasan mengenai Telematika dan Hukum Telematika</title><content type='html'>Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L'informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika. Telekomunikasi sendiri mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. Telekomunikasi mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.&lt;br /&gt;Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.&lt;br /&gt;     Menurut Wikipedia, istilah telematika ini sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:&lt;br /&gt;* Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.&lt;br /&gt;* Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).&lt;br /&gt;* Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika. Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) adalah unsur pelaksana tugas dan fungsi Departemen di bidang Aplikasi Telematika yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.&lt;br /&gt;Fungsi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) meliputi :&lt;br /&gt;* Penyiapan perumusan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten,pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;&lt;br /&gt;* Pelaksanaan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;&lt;br /&gt;* Perumusan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;&lt;br /&gt;* Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;&lt;br /&gt;* Pembangunan, pengelolaan dan pengembangan infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah;&lt;br /&gt;* Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi;&lt;br /&gt;* Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika.&lt;br /&gt;Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai {the new hybrid technology} yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.&lt;br /&gt;Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau {the Net}. Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk m engolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.&lt;br /&gt;Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau “the Net”. Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Seiring dengan semakin populernya Internet sebagai “the network of the networks”, masyarakat penggunanya (internet global community) seakan-akan mendapati suatu dunia baru yang dinamakan cyberspace Namun demikian, Istilah “telematika” paling tepat digunakan karena lebih memperlihatkan hakekat keberadaannya dan layak untuk digunakan sebagai definisi guna melakukan pengkajian hukum selanjutnya. Istilah “telematika” merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika.&lt;br /&gt;   Berbicara tentang hukum dalam arti luas, berarti mencakup segala macam ketentuan hukum yang ada baik materi hukum tertulis, terdapat dalam peraturan perundang-undangan dan materi hukum tidak tertulis tertuang dalam kebiasaan ataupun praktek bisnis yang berkembang. Sehubungan dengan itu, sistem hukum nasional sesungguhnya tetap berlaku terhadap segala aktivitas komunikasi yang dilakukan dalam lingkup cyberspace. Hal ini berarti bahwa domain-domain hukum yang semula dipahami secara sektoral, baik dalam bidang telekomunikasi, media maupun informatika akan semakin konvergen. Yang terjadi bukan kevakuman hukum, melainkan suatu pembidangan hukum yang lebih khusus tanpa menafikan keberlakuan bidang-bidang hukum yang telah ada dalam sistem hukum yang berlaku. Dengan demikian definisi Hukum Telematika adalah hukum terhadap perkembangan konvergensi TELEMATIKA yang berwujud dalam penyelenggaraan suatu sistem elektronik, baik yang terkoneksi melalui internet (cyberspace) maupun yang tidak terkoneksi dengan internet.&lt;br /&gt;Lingkup pengkajian Hukum Telematika terfokus pada aspek-aspek hukum yang terkait dengan sistem informasi dan sistem komunikasi, khususnya yang diselenggarakan dengan sistem elektronik, dengan tetap memperhatikan esensi dari:&lt;br /&gt;komponen-komponen dalam sistem tersebut, mencakup: (i) perangkat keras, (ii) perangkat lunak, (iii) prosedur-prosedur (iv) perangkat manusia, dan (v) informasi itu sendiri; serta (2) fungsi-fungsi teknologi di dalamnya yaitu: (i) input, (ii) proses, (iii) output, (iv) penyimpanan dan (v) komunikasi.&lt;br /&gt;Dalam prakteknya kedua lingkup tadi dalam cyberspace dikenal sebagai (i) Content, (ii) Computing, (iii) Communication dan (iv) Community.&lt;br /&gt;1. Content, yaitu Isi atau substansi Data dan/atau Informasi berupa input dan output dari penyelenggaraan sistem informasi yang disampaikan pada publik, mencakup semua bentuk data/informasi baik yang tersimpan dalam bentuk cetak maupun elektronik, maupun yang disimpan sebagai basis data (databases) maupun yang dikomunikasikan sebagai bentuk pesan (data messages);&lt;br /&gt;2. Computing, yaitu Sistem Pengolah Informasi yang berbasiskan sistem komputer (Computer based Information System) berupa jaringan sistem informasi (computer network) organisasional yang efisien, efektif dan legal. Dalam hal ini, suatu Sistem Informasi merupakan perwujudan penerapan perkembangan teknologi informasi ke dalam suatu bentuk organisasional/organisasi perusahaan (bisnis).&lt;br /&gt;3. Communication, yaitu Sistem Komunikasi yang juga berupa sistem keterhubungan (interconnection) dan sistem pengoperasian global (interoperational) antar sistem informasi/jaringan komputer (computer network) maupun penyelenggaraan jasa dan/atau jaringan telekomunikasi.&lt;br /&gt;4. Community, yaitu masyarakat berikut sistem kemasyarakatannya yang merupakan pelaku intelektual (brainware), baik dalam kedudukannya sebagai Pelaku Usaha, Profesional Penunjang maupun sebagai Pengguna dalam sistem tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sesungguhnya terdapat korelasi yang kuat antara cybernetics theory dengan sistem hukum nasional, dalam hal efektifitas suatu sistem hukum di tengah-tengah masyarakat, khususnya dalam pembentukan perilaku sosial (social behaviour). Hukum sebagai suatu aturan (rule of law) berbanding lurus dengan pemamahan hukum dan kesadaran hukum masyarakat terhadap hukum –yang wujudnya berupa informasi– yang tengah berlaku. Tidak akan ada ketentuan hukum yang berlaku efektif dalam masyarakat, jika informasi hukum tersebut tidak dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat. Oleh karena itu, pengkomunikasian informasi hukum harus dirancang dalam pola yang lebih interaktif sehingga dapat menangkap dengan baik umpan balik dari masyarakatnya sehingga menimbulkan kesadaran hukum. Hal tersebut tidak akan didapat hanya dengan sosialisasi ataupun penyuluhan hukum saja, melainkan juga harus dengan pengembangan sarana komunikasi ataupun infrastruktur informasi yang baik dan dapat diakses dengan mudah dan murah oleh masyarakat.&lt;br /&gt;Merujuk pada dasar keberlakuan hukum yang mencakup aspek-aspek filosofis, sosiologis, dan yuridis; Jika pembuatan hukum hanya memperhatikan aspek yuridis saja melalui perumusan hukum (legal drafting) oleh segelintir elit tanpa melibatkan peran aktif masyarakatnya, maka wacana hukum tidak akan pernah berkembang di tengah masyarakat dan masyarakat tidak akan pernah berperan aktif di dalamnya. Hikmah dari cybernetics theory bagi sistem hukum adalah keberadaan sistem informasi hukum sebagai komponen keempat dalam sistem hukum nasional; di samping tiga komponen yang selama ini dikenal, yaitu substansi, struktur dan budaya. Dengan demikian secara teoritis kesenjangan antara rule of law dengan social behaviour dapat dijembatani. Hal ini juga sepatutnya membuka pemikiran tentang birokrasi bahwa keberadaannya sebagai mitra rakyat –bukan penguasa rakyat– mewajibkannya memberikan layanan yang lebih baik. Dengan pengembangan sistem informasi yang baik, kegiatan pemerintahan menjadi lebiha transparan, dan akuntabel, karena pemerintah mampu menangkap feedback dan meningkatkan peran serta masyarakat. Good governance tidak lain adalah cita negara berdasarkan hukum, di mana masyarakatnya merupakan self regulatory society. Dengan demikian, pemerintah sudah dapat mereduksi perannya sebagai pembina dan pengawas implementasi visi dan misi bangsa dalam seluruh sendi-sendi kenegaraan melalui pemantauan terhadap masalah-masalah hukum yang timbul dan menindaklanjuti keluhan-keluhan masyarakat.&lt;br /&gt;Kesimpulannya, Pemerintah dan masyarakat harus meningkatkan kesadaran berinformasi dan berkomunikasi, untuk kemudian mampu mengembangkan dan menguasai serta membina dan mengendalikan seluruh infrastruktur informasi nasional maupun global agar keberadaannya dapat sesuai dengan kebutuhan dan dinamika masyarakat itu sendiri. Sistem hukum yang baik belum tentu dapat terwujud dengan terus menerus membuat undang-undang baru. Justru kajian mendalam harus ditingkatkan tentang sejauh mana sistem hukum yang telah berlaku (existing legal framework) dapat dioptimalkan terlebih dahulu oleh para penegak hukumnya yang berdedikasi tinggi dalam pelaksanaan tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : 1. Fenty Oktafiana (10107681)&lt;br /&gt;       2. Ferdi Anugerawan (10107683)&lt;br /&gt;       3. Fita Fitriani (10107711)&lt;br /&gt;       4. Firmansyah&lt;br /&gt;       5. Gilang Pasca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER : www.pekalongankab.go.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-8732041861261572191?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/8732041861261572191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/10/penjelasan-mengenai-telematika-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/8732041861261572191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/8732041861261572191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/10/penjelasan-mengenai-telematika-dan.html' title='Penjelasan mengenai Telematika dan Hukum Telematika'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-7330417523114864348</id><published>2010-06-12T00:47:00.000-07:00</published><updated>2010-06-12T01:00:38.397-07:00</updated><title type='text'>Penggunaan Transport Layer</title><content type='html'>Pada layer ini bisa dipilih apakah menggunakan protokol yang mendukung errorrecovery atau tidak.  &lt;br /&gt;Melakukan multiplexing terhadap data yang datang, mengurutkan data yang datang apabila datangnya tidak berurutan &lt;br /&gt;Pada layer ini komunikasi dari ujung ke ujung (end-to-end) diatur dengan beberapa cara&lt;br /&gt;Fungsi yang diberikan oleh layer transport : &lt;br /&gt;• Melakukan segmentasi pada layer atasnya&lt;br /&gt;• Melakukan koneksi end-to-end&lt;br /&gt;• Mengirimkan segmen dari 1 host ke host yang lainnya&lt;br /&gt;• Memastikan reliabilitas data &lt;br /&gt;Melakukan Segmentasi Pada Layer Atasnya &lt;br /&gt;Dengan menggunakan OSI model, berbagai macam jenis aplikasi yang berbeda dapat dikirimkan pada jenis transport yang sama. &lt;br /&gt;Transport yang terkirim berupa segmen per segmen. Sehingga data dikirim berdasarkan first-come first served. &lt;br /&gt;Melakukan Koneksi end-to-end &lt;br /&gt;Konsepnya, sebuah perangkat untuk melakukan komunikasi dengan perangkat lainnya, perangkat yang dituju harus menerima koneksi terlebih dahulu sebelum mengirimkan atau menerima data. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Proses yang dilakukan sebelum pengiriman data :&lt;br /&gt;Pengirim (sender) mengirimkan sinyal Synchronize terlebih dulu ke tujuan &lt;br /&gt;Penerima (receiver) mengirimkan balasan dengan sinyal Negotiate Connection &lt;br /&gt;Penerima mengirimkan Synchronize ulang, apa benar pengirim akan mengirimkan data &lt;br /&gt;Pengirim membalas dengan sinyal Acknowledge dimana artinya sudah siap untuk mengirimkan data &lt;br /&gt;Connection establish &lt;br /&gt;Kemudian segmen dikirim &lt;br /&gt;Mengirimkan segmen dari 1 host ke host yang lainnya &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Proses pengiriman yang terjadi pada layer transport berupa segmen &lt;br /&gt;Pada layer bawahnya berupa paket &lt;br /&gt;Pada layer 2 berupa frame dan dirubah menjadi pengiriman bit pada layer 1. &lt;br /&gt;Memastikan reliabilitas data &lt;br /&gt;Pada waktu pengiriman data sedang berjalan, kepadatan jalur bisa terjadi (congestion). &lt;br /&gt;setiap perangkat dilengkapi dengan yang namanya kontrol aliran (flow control). &lt;br /&gt;apabila ada pengirim yang mengirimkan data terlalu banyak, maka dari pihak penerima akan mengirmkan pesan ke pengirim bahwa jangan mengirim data lagi, karena data yang sebelumnya sedang di proses. &lt;br /&gt;apabila telah selesai diproses, si penerima akan mengirimkan pesan ke pengirim untuk melanjutkan pengiriman data. &lt;br /&gt;Dinamakan data yang reliabel artinya paket data datang sesuai dengan urutan pada saat  dikirimkan. &lt;br /&gt; Untuk memastikan data yang terkirim, si penerima harus mengirimkan acknowledge untuk setiap data yang diterima pada segmen. &lt;br /&gt;Teknik konfirmasi data dengan acknowledge bekerja mengirimkan informasi data mana yang terjadi kesalahan. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-7330417523114864348?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/7330417523114864348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/06/transport-layer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/7330417523114864348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/7330417523114864348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/06/transport-layer.html' title='Penggunaan Transport Layer'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-8418672434965984037</id><published>2010-06-12T00:23:00.000-07:00</published><updated>2010-06-12T00:27:12.847-07:00</updated><title type='text'>Cara Meningkatkan Softskill</title><content type='html'>Softskill sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan, terutama di dunia kerja nantinya. untuk meningkatkan softskill banyak faktor-faktor yang harus dipenuhi, diantaranya:&lt;br /&gt;1. menerima kritikan dari orang lain dengan lapang dada&lt;br /&gt;2. berusaha mengubah diri menjadi lebih baik&lt;br /&gt;3. harus mamapu bekerja sama dengan orang lain&lt;br /&gt;4. tidak membuang-buang waktu dengan percuma&lt;br /&gt;5. disiplin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-8418672434965984037?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/8418672434965984037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/06/cara-meningkatkan-softskill.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/8418672434965984037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/8418672434965984037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/06/cara-meningkatkan-softskill.html' title='Cara Meningkatkan Softskill'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-2013641763580048413</id><published>2010-06-12T00:19:00.002-07:00</published><updated>2010-06-12T00:20:36.808-07:00</updated><title type='text'>Mengintrospeksi diri ketika mendapat kritikan</title><content type='html'>Saat menerima kritikan dari orang lain, kita pasti akan langsung memikirkan kekurangan kita dan berusaha untuk merubah kebiasaan yang orang lain tidak suka. Akan tetapi, sulit untuk merubahnya secara langsung. Perlu waktu dan proses agar kebiasaan atau sikap kita yang orang lain tidak suka bisa dirubah. Mendengar kritikan dari orang lain adalah hal yang menyenngkan, karena dengan adanya kritikan kita dapat mengetahui apa yang orang lain suka dan tidak suka dalam diri kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-2013641763580048413?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/2013641763580048413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/06/mengintrospeksi-diri-ketika-mendapat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/2013641763580048413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/2013641763580048413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/06/mengintrospeksi-diri-ketika-mendapat.html' title='Mengintrospeksi diri ketika mendapat kritikan'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-8193024362363747694</id><published>2010-06-12T00:19:00.001-07:00</published><updated>2010-06-12T00:19:48.511-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana mengkritik orang</title><content type='html'>Mengkritik orang lain adalah hal sulit. Pasti banyak hal – hal yang kurang dari diri orang lain. Untik mengkritik orang lain, kita harus menilai diri kita sendiri apakah kita sudah berhasil membenahi diri kita. Jika kekurangan yang ada dalam diri kita sama dengan orang lain, maka kita tidak berhak untuk mengkritik orang lain. Jadi kesimpulannya, lebih di kritik daripada mengkritik orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-8193024362363747694?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/8193024362363747694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/06/bagaimana-mengkritik-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/8193024362363747694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/8193024362363747694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/06/bagaimana-mengkritik-orang.html' title='Bagaimana mengkritik orang'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-34334632980542412</id><published>2010-06-12T00:18:00.001-07:00</published><updated>2010-06-12T00:19:02.813-07:00</updated><title type='text'>Seberapa mampukah anda dalam mengelola waktu</title><content type='html'>Dalam mengelola waktu diperlukan kedisiplinan agar waktu yang kita jalani tidak terbuang sia-sia. Tapi, saya akui masih banya kekurangan dalam diri saya dalam mengelola waktu.  Selain kuliah dan tidur banyak waktu yang saya habiskan untuk menonton televisi dan bermain bersama teman saat kuliah selesai. Saat berangkat kuliah saya berusaha berangkat satu jam sebelum perkuliahan dimulai. Tapi, karena situasi jalan yang macet dan setiap pagi banyak angkutan umum yang penuh, maka terkadang saya agak terlambat bila masuk kuliah pagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-34334632980542412?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/34334632980542412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/06/seberapa-mampukah-anda-dalam-mengelola.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/34334632980542412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/34334632980542412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/06/seberapa-mampukah-anda-dalam-mengelola.html' title='Seberapa mampukah anda dalam mengelola waktu'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-3127182805043618333</id><published>2010-06-12T00:15:00.000-07:00</published><updated>2010-06-12T00:17:15.341-07:00</updated><title type='text'>Kebaikan dan keburukan tentang diri  sendiri</title><content type='html'>Setelah melakukan wawancara dengan beberapa teman dalam satu kelas, banyak tanggapan yang diberikan oleh teman-teman tentang kebaikan dan keburukan  dalam diri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan antara lain:&lt;br /&gt;Pengertian, Baik, suka memberi, easy going, keibuan, setia kawan, baik hati, dapat dipercaya, apa adanya, bersahabat, enak buat diaja curhat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keburukan antara lain:&lt;br /&gt;Keras kepala, harus mendapatkan sesuatu yang diinginkan saat itu juga,  jutek, suka emosional, cuek, udah terbawa arus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-3127182805043618333?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/3127182805043618333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/06/kebaikan-dan-keburukan-tentang-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/3127182805043618333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/3127182805043618333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/06/kebaikan-dan-keburukan-tentang-diri.html' title='Kebaikan dan keburukan tentang diri  sendiri'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-285584330938503042</id><published>2010-06-08T00:44:00.000-07:00</published><updated>2010-06-08T00:45:25.515-07:00</updated><title type='text'>Keamanan  Jaringan Komputer dari Virus</title><content type='html'>Kemanan jaringan komputer yang akan dibahas saat ini adalah keamanan jaringan komputer dari viru Trojan Horse. Trojan Horse atau lebih dikenal dengan Trojan dalam sistem komputer adalah bagian dari infeksi digital yang kehadirannya tidak diharapkan oleh pemilik komputer. Trojan terdiri dari fungsi – fungsi yang tidak diketahui tujuannya, tetapi secara garis besar mempunyai sifat merusak. Trojan masuk ke suatu komputer melalui jaringan dengan cara disisipkan pada saat berinternet dengan media fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trojan tidak berpengaruh secara langsung seperti halnya virus komputer, tetapi potensi bahayanya dapat jauh lebih besar dari virus komputer. Trojan dapat diaktifkan dan dikendalikan secara jarak jauh atau menggunakan timer. Pengendalian jarak jauh seperti halnya Remote Administration Tools, yaitu versi server akan dikendalikan oleh penyerang lewat versi client-nya. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh penyerang jika komputer korban telah dikendalikan. Port tertentu yang tidak lazim terbuka mengindikasikan adanya kegiatan aktif Trojan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan Trojan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pencegahan (preventif) atau pengobatan (recovery). Usaha pencegahan dilakukan sebelum terjadinya infeksi, yaitu usaha agar sistem tidak mempunyai lubang keamanan. Usaha pengobatan dilakukan setelah sistem terinfeksi, yaitu usaha untuk menutup lubang keamanan yang telah diekploitasi dan menghilangkan penyebab infeksi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-285584330938503042?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/285584330938503042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/06/keamanan-jaringan-komputer-dari-virus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/285584330938503042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/285584330938503042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/06/keamanan-jaringan-komputer-dari-virus.html' title='Keamanan  Jaringan Komputer dari Virus'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-5078650759380768145</id><published>2010-05-10T03:39:00.000-07:00</published><updated>2010-05-10T03:45:26.605-07:00</updated><title type='text'>resensi film my name is khan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S-fjM4LjNfI/AAAAAAAAAA4/M9cmYzdZ50E/s1600/mynameiskhan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 236px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S-fjM4LjNfI/AAAAAAAAAA4/M9cmYzdZ50E/s320/mynameiskhan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469590082843522546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dimulai saat seorang anak, Rizwan Khan (Tanay Chheda), seorang muslim yang mengidap sindrom Asperger, hidup bersama ibunya (Zarina Wahab) di wilayah Borivali di Mumbai. Saat ia dewasa (Shahrukh Khan), Rizwan pindah ke San Fransisko dan hidup bersama adik dan iparnya. Selama disana, ia jatuh cinta kepada Mandira 9kajol). Mereka menikah dan memulai usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah peristiwa 9/11, Rizwan dan Mandira mulai menghadapi beberapa kesulitan. Dimulai dari sebuah tragedi, mereka berpisah. Ingin kembali memenangkan hati istrinya, Rizwan melewati sejumlah petualangan diberbagai negara bagian di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIDEO TRAILER MY NAME IS KHAN, KLIK DI SINI!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Film : Drama&lt;br /&gt;Produser : Hiroo Yash Johar, Gauri Khan&lt;br /&gt;Produksi : Fox Searchlight Pictures&lt;br /&gt;Homepage : http://www.mynameiskhanthefilm.com/&lt;br /&gt;Durasi : 161&lt;br /&gt;Pemain : Shahrukh Khan&lt;br /&gt;Kajol&lt;br /&gt;Shabana Azmi&lt;br /&gt;Sonya Jehan&lt;br /&gt;Jimmy Shergill&lt;br /&gt;Sutradara : Karan Johar&lt;br /&gt;Penulis : Shibani Bathija&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://21cineplex.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-5078650759380768145?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/5078650759380768145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/05/resensi-film-my-name-is-khan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/5078650759380768145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/5078650759380768145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/05/resensi-film-my-name-is-khan.html' title='resensi film my name is khan'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S-fjM4LjNfI/AAAAAAAAAA4/M9cmYzdZ50E/s72-c/mynameiskhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-6962113108392704265</id><published>2010-05-09T21:20:00.000-07:00</published><updated>2010-05-09T21:40:47.106-07:00</updated><title type='text'>ciri-ciri orang yang berbohong</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  line-height: 16px; font-family:arial, sans-serif;font-size:13px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;div&gt;ciri-ciri orang yang berbohong antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 16px; font-family:arial, sans-serif;font-size:13px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Punya sejuta alasan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda menyanggah omongannya tentang sesuatu yang Anda anggap kurang tepat/ bohong, maka dia selalu punya alasan untuk memungkiri atau membantah fakta yang ada.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  ; line-height: 16px; font-family:arial, sans-serif;font-size:13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  line-height: 16px; font-family:arial, sans-serif;font-size:13px;"&gt;&lt;b&gt;Ragu saat menjawab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika dia menunggu hingga beberapa detik untuk menjawab pertanyaan Anda, maka dia mungkin sedang berbohong. Dia butuh waktu untuk memikirkan jawaban apa yang sebaiknya diberikan, jawaban (yang sayangnya) selain kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Resah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika dia menolak kontak mata, atau memainkan rambut, atau menghentakkan kakinya, menggoyang-goyangkan kaki, hingga berkeringat dingin saat menjawab pertanyaan Anda, maka bisa jadi ia sedang berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menganggap enteng&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika dia membicarakan dan dengan mudah, memandang lucu kebohongan temannya yang dilakukan pada pasangannya, maka bisa jadi ia juga menganggap lucu tentang masalah berbohong ini, dan itu berarti, ia pun bisa berbohong kapanpun ia mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pura-pura bersalah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika dia bersikap sebagai terdakwa, maka bisa jadi ia telah melakukan hal yang salah. Daripada mengaku, maka ia lebih memilih untuk langsung menebusnya saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style=" line-height: 16px; font-family:arial, sans-serif;font-size:13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  line-height: 16px; font-family:arial, sans-serif;font-size:13px;"&gt;&lt;b&gt;Banyak protes&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda menangkap basah kelalaiannya, dan ia kemudian protes terlalu banyak untuk menutupi kesalahannya, bahkan berbalik menyalahkan Anda, maka dia bisa jadi sedang berbohong. Jika dia tidak bohong, tentu dia takkan mati-matian membela diri, apalagi bila itu hanya hal remeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menuduh balik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saat Anda mencurigainya, maka ia memutarbalikkan fakta dengan mengatakan bahwa Andalah yang berbohong dan mengada-ada. Bahkan ada suami selingkuh yang menuduh istrinya selingkuh karena ia tak ingin ketahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berbohong pada yang lain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika dia bohong pada orang tuanya, atasannya, bahkan temannya, maka apa yang membuat Anda berpikir bahwa ia akan jujur pada Anda?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bohong tentang hal-hal kecil&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang menganggap remeh hal kecil, padahal dari hal-hal kecil, kita bisa menilai baik-tidaknya karakter seseorang. Jika dia memandang remeh dan tega berbohong untuk hal-hal kecil, maka ia takkan segan untuk menipu dalam hal besar pula.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER : kapanlagi.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-6962113108392704265?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/6962113108392704265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/05/ciri-ciri-orang-yang-berbohong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/6962113108392704265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/6962113108392704265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/05/ciri-ciri-orang-yang-berbohong.html' title='ciri-ciri orang yang berbohong'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-9108743286209283118</id><published>2010-05-09T20:57:00.000-07:00</published><updated>2010-05-09T21:41:50.668-07:00</updated><title type='text'>Artikel dan proporsisi</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bank Dunia menunjuk Menkeu Sri Mulyani Indrawati sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia yang membawahi 3 wilayah, setelah melakukan seleksi secara internasional. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bank Dunia memuji habis kemampuan Sri Mulyani.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Bank Dunia, Robert B. Zoellick menilai, S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;ri Mulyani sebagai orang yang berperan penting menggawangi perekonomian Indonesia hingga sukses melewati krisis finansial, termasuk mengimplementasikan reformasi-reformasi kunci.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; Sri Mulyani juga berhasil mendapatkan respek dari berbagai belahan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;"Sri Mulyani Indrawati memiliki kombinasi yang unik antara kemampuan dan pengalamannya untuk Grup Bank Dunia, dari suatu titik yang menguntungkan dari negara berpendapatan menengah yang masih menghadapi tantangan kemiskinan yang signifikan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dia telah dikenal secara global untuk kesuksesannya melawan korupsi dan memperkuat good governance," ujar Zoellick dalam siaran persnya, Rabu (5/5/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya senang bisa mengumumkan penunjukan Sri Mulyani. Dia telah menjadi menteri Keuangan dengan pengetahuan yang dalam,  baik dalam pengembangan isu dan peran Grup Bank Dunia," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Mulyani akan menjadi direktur Bank Dunia untuk 3 wilayah yakni Amerika Latin dan Karibia, Timur Tengah dan Afrika Utara, Asia Timur dan Pasifik. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sri Mulyani juga akan mengurusi masalah Information System Group.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Mulyani merupakan jebolan FE UI dan mendapatkan gelar PhD di bidang ekonomi dari University of Illinois, AS. Sri Mulyani berkali-kali juga masuk dalam daftar 100 Wanita Berpengaruh versi Majalah Forbes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Sri Mulyani pernah juga menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas pada 2008-2009. Sri Mulyani juga pernah merangkap sebagai Menko Perekonomian ketika pos tersebut ditinggalkan Boediono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi penunjukannya sebagai Direktur Bank Dunia, Sri Mulyani yang akhir-akhir ini menjadi 'bulan-bulanan' kasus Century mengaku dirinya merasa bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ini adalah sebuah kehormatan bagi saya dan juga negara saya untuk mendapatkan kesempatan berkontribusi pada misi Bank Dunia yang sangat penting untuk mengubah dunia,"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; ujar Sri Mulyani.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;proprosisi yang terdapat pada artikel di atas antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bank Dunia memuji habis kemampuan Sri Mulyani.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  color: rgb(99, 32, 53); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;merupakan proporsisi positif, yaitu,  proporsisi dimana predikatnya mendukung atau membenarkan subjeknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  color: rgb(99, 32, 53); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  color: rgb(99, 32, 53); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);   "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;ri Mulyani sebagai orang yang berperan penting menggawangi perekonomian Indonesia hingga sukses melewati krisis finansial, termasuk mengimplementasikan reformasi-reformasi kunci.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  color: rgb(99, 32, 53); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);   "&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" font-weight: normal;  color: rgb(99, 32, 53); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; merupakan Proposisi majemuk, yaitu proposisi yang memiliki 1 subjek dan lebih dari 1 predikat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  color: rgb(99, 32, 53); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);   "&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" font-weight: normal;  color: rgb(99, 32, 53); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  color: rgb(99, 32, 53); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);   "&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" font-weight: normal;  color: rgb(99, 32, 53); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);   font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sri Mulyani Indrawati memiliki kombinasi yang unik antara kemampuan dan pengalamannya untuk Grup Bank Dunia, dari suatu titik yang menguntungkan dari negara berpendapatan menengah yang masih menghadapi tantangan kemiskinan yang signifikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;merupakan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  color: rgb(99, 32, 53); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; Proposisi majemuk, yaitu proposisi yang memiliki 1 subjek dan lebih dari 1 predikat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  color: rgb(99, 32, 53); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  color: rgb(99, 32, 53); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);   "&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sri Mulyani juga akan mengurusi masalah Information System Group.&lt;span style="font-style: italic; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  color: rgb(99, 32, 53); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);   "&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" font-weight: normal;  color: rgb(99, 32, 53); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;merupaka proposisi tunggal karena kalimat tersebut memiliki 1 subjek dan 1 predikat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  color: rgb(99, 32, 53); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);   "&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" font-weight: normal;  color: "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  color: rgb(99, 32, 53); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);   "&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" font-weight: normal;  color: rgb(99, 32, 53); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);   "&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ini adalah sebuah kehormatan bagi saya dan juga negara saya untuk mendapatkan kesempatan berkontribusi pada misi Bank Dunia yang sangat penting untuk mengubah dunia,"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  color: rgb(99, 32, 53); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);   "&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" font-weight: normal;  color: rgb(99, 32, 53); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);   "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  color: rgb(99, 32, 53); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;merupakan proporsisi positif, yaitu proporsisi dimana predikatnya mendukung atau membenarkan subjeknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  font-family:Helvetica, Arial, Verdana, 'Trebuchet MS', sans-serif;font-size:13px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   srgb;   font-family:Georgia, serif;font-size:16px;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style=" font-weight: normal;  color: rgb(99, 32, 53); font-family:Helvetica, Arial, Verdana, 'Trebuchet MS', sans-serif;font-size:13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-9108743286209283118?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/9108743286209283118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/05/bank-dunia-menunjuk-menkeu-sri-mulyani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/9108743286209283118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/9108743286209283118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/05/bank-dunia-menunjuk-menkeu-sri-mulyani.html' title='Artikel dan proporsisi'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-8238654265194349452</id><published>2010-05-02T10:12:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T10:35:36.314-07:00</updated><title type='text'>Mengenai Koperasi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengertian Koperasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya. koperasi adalah usaha kekeluargaan seperti yang tertulis pada UUD 1945 pasal 33 ayat 1.&lt;br /&gt;Berdasarkan pengertian tersebut, yang menjadi anggota koperasi adalah&lt;br /&gt;1.perorangan, yaitu orang yang secara sukarela menjadi anggota koperasi.&lt;br /&gt;2.Badan Hukum Koperasi, yaitu suatu koperasi yang menjadi anggota koperasi yang memiliki lingkup lebih luas.&lt;br /&gt;Pada Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 27 (Revisi 1998), disebutkan bahwa karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain, yaitu anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.&lt;br /&gt;Umumnya koperasi dikendalikan secara bersama oleh seluruh anggotanya, di mana setiap anggota memiliki hak suara yang sama dalam setiap keputusan yang diambil koperasi. Pembagian keuntungan koperasi (biasa disebut Sisa Hasil Usaha atau SHU) biasanya dihitung berdasarkan andil anggota tersebut dalam koperasi, misalnya dengan melakukan pembagian dividen berdasarkan besar pembelian atau penjualan yang dilakukan oleh anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mekanisme Pendirian Koperasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Mekanisme pendirian koperasi terdiri dari beberapa tahap. Pertama-tama adalah pengumpulan anggota, karena untuk menjalankan koperasi dibutuhkan minimal 20 anggota. Kedua, para anggota tersebut akan melakukan rapat anggota, untuk melakukan pemilihan pengurus koperasi (ketua, sekertaris, dan bendahara). Setelah itu koperasi tersebut harus merencanakan anggaran dasar dan rumah tangga koperasi itu. Kemudian koperasi tersebut harus meminta perizinan dari Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumber Modal Koperasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Seperti halnya bentuk badan usaha lain, untuk menjalankan badan usahanya koperasi memerlukan modal. Adapun modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman.&lt;br /&gt;Modal  sendiri meliputi sumber modal sebagai berikut:&lt;br /&gt;• Simpanan Pokok&lt;br /&gt;Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak dapat diambil lagi selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi, simpanan pokok jumlahnya sama untuk setiap anggota.&lt;br /&gt;• Simpanan Wajib&lt;br /&gt;Simpanan wajib adalah jumlah simpanan tertentu yang harus dibayarkan oleh anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu, misalnya tiap bulan dengan jumlah simpanan yang sama untuk tiap bulannya. Simpanan wajib tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi.&lt;br /&gt;• Simpanan Khusus atau Lain-lain&lt;br /&gt;Misalnya simpanan sukarela (simpanan yang dapat diambil kapan saja), simpanan Qurba, dan deposito berjangka.&lt;br /&gt;• Dana Cadangan&lt;br /&gt;Dana cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil Usaha (SHU), yang dimaksudkan untuk pemupukan modal sendiri, pembagian kepada anggota yang keluar dari keanggotaan koperasi, dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.&lt;br /&gt;• Hibah&lt;br /&gt;Hibah adalah sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai dengan uang yang diterima dari pihak lain yang bersifat hibah / pemberian dan tidak mengikat.&lt;br /&gt;Adapun modal pinjaman koperasi berasala dari pihak-pihak sebagai berikut:&lt;br /&gt;• Anggota dan calon anggota&lt;br /&gt;• Koperasi lainnya atau anggotanya yang didasari dengan perjanjian kerjasama antarkoperasi&lt;br /&gt;• Bank dan Lembaga Keuangan, bukan bank lembaga keuangan lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;• Penerbitan obligasi dan surat utang lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku&lt;br /&gt;• Sumber lain yang sah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perangkat Organisasi Koperasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rapat Anggota&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rapat anggota adalah wadah aspirasi anggota dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, maka kebijakan yang berlaku dalam koperasi harus melewati persetujuan rapat anggota terlebih dahulu, termasuk pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian personalia pengurus dan pengawas. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Pengurus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengurus adalah badan yang dibentuk oleh rapat anggota dan disertai kepercayaan untuk memimpin kepemimpinan koperasi, baik dibidang organisasi maupun usaha. Anggota pengurus dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota. Dalam menjalankan tugasnya pengurus bertanggung jawab terhadap rapat anggota. Atas persetujuan rapat anggota pengurus dapat mengangkat manajer untuk mengelola koperasi,. Namun pengurus tetap bertanggung jawab pada rapat anggota.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pengawas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengawas adalah suatu badan yang dibentuk untuk melaksanakan pengawasan terhadap kinerja pengurus. Anggota pengawas dipilih oleh anggota koperasi dirapat amggota. Dalam pengawasannya, pengawas berhak mendapatkan setiap laporan pengurus, tetapi merahasiakannya kepada pihak yang tidak berkepentingan. Pengawas juga bertanggung jawab terhadap rapat anggota.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-8238654265194349452?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/8238654265194349452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/05/mengenai-koperasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/8238654265194349452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/8238654265194349452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/05/mengenai-koperasi.html' title='Mengenai Koperasi'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-1538731265311416090</id><published>2010-05-02T09:21:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T09:55:04.755-07:00</updated><title type='text'>Softskill dan Perilaku Korupsi</title><content type='html'>Soft skills pada dasarnya merupakan ketrampilan personal- yaitu ketrampilan khusus yang bersifat non-teknis, tidak berwujud, dan kepribadian yang menentukan kekuatan seseorang sebagai pemimpin, pendengar (yang baik), negosiator, dan mediator konflik.&lt;br /&gt;Soft Skills bisa juga dikatakan sebagai ketrampilan interpersonal seperti kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dalam sebuah kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;korupsi adalah tindakan penyalahgunaan kekuasaan untuk memperoleh keuntungan pribadi. orang-orang yang melakukan korupsi adalah orang yang tidak bersyukur atas apa yang seharusnya didapatkan. seseorang yang pernah melakukan korupsi pasti akan melakukannya secara terus-menerus jika belum terjadi pemeriksaan oleh pihak-pihak yang berkompeten di bidang pemberantasan korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;korupsi sangat berhubungan erat dengan softskill yang dimiliki seseorang. seseorang yang melakukan korupsi berarti tidak mempunyai kejujuran, tidak berkomitmen dengan janjinya, tidak dapat memanajemen dirinya sendiri, dan tidak mempunyai pendirian yang teguh. sifat-sifat diatas merupakan macam-macam softskill penting yang harus dimiliki seseorang yang hidup dengan kekuasaan agar tidak terjebek dalam tindakan-tindakan yang dapat merugikan rakyat dan negara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-1538731265311416090?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/1538731265311416090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/05/softskill-dan-perilaku-korupsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/1538731265311416090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/1538731265311416090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/05/softskill-dan-perilaku-korupsi.html' title='Softskill dan Perilaku Korupsi'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-8094462131291173998</id><published>2010-05-02T07:35:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T09:09:09.743-07:00</updated><title type='text'>Definisi dan Contoh Proporsisi</title><content type='html'>Proposisi adalah pernyataan yang dapat di buktikan benar salahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;proporsisi dibagi menjadi 4 aspek, yaitu:&lt;br /&gt;1. Proporsisi berdasarkan bentuk:&lt;br /&gt;   a. proporsisi tunggal, yaitu proporsisi yang memiliki satu objek dan satu predikat.&lt;br /&gt;   contoh: adik menangis&lt;br /&gt;   b. proporsisi majemuk, yaitu proporsisi yang memiliki satu objek dan lebih dari satu predikat.&lt;br /&gt;   contoh: Ani akan bernyanyi dan berakting dalam drama sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Proprosisi berdasarkan sifat:&lt;br /&gt;   a. proporsisi kategorial, yaitu proporsisi dimana hubungan antara subjek dan predikatnya tidak mempunyai syarat apapun.&lt;br /&gt;   contoh: semua murid kelas 3 SMA nantinya akan menghadapi ujian&lt;br /&gt;   b. proporsisi kondisional, yaitu proporsisi dimana hubungan antara subjek dan predikat membutuhkan syarat tertentu.&lt;br /&gt;   contoh:  jika jalan tidak macet, saya akan sampai kampus tepat pukul 07.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. proporsisi berdasarkan kualitas:&lt;br /&gt;   a. proporsisi positif, yaitu proporsisi dimana predikatnya mendukung atau membenarkan subjeknya.&lt;br /&gt;   contoh: semua semut berbadan kecil&lt;br /&gt;   b. proporsisi negatif, yaitu proporsisi dimana predikatnya menolak atau tidak mendukung subjeknya.&lt;br /&gt;   contoh: tidak semua binatang patuh kepada manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. proporsisi berdasarkan kuantitas:&lt;br /&gt;   a. proporsisi universal, yaitu proporsisi dimana predikatnya mendukung atau mengingkari semua.&lt;br /&gt;   contoh: semua mahasiswa mempunyai KTM&lt;br /&gt;   b. proporsisi spesifik / khusus, yaitu proporsisi yang predikatnya membenarkan sebagian subjek.&lt;br /&gt;   contoh: tidak semua murid ikut upacara bendera&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-8094462131291173998?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/8094462131291173998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/05/definisi-dan-contoh-proporsisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/8094462131291173998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/8094462131291173998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/05/definisi-dan-contoh-proporsisi.html' title='Definisi dan Contoh Proporsisi'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-6151859024197001221</id><published>2010-04-03T09:06:00.000-07:00</published><updated>2010-04-03T09:30:55.359-07:00</updated><title type='text'>Belajar Menerapkan Disiplin untuk Diri Sendiri</title><content type='html'>Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang dirasakan menjadi tanggung jawab.&lt;br /&gt;Disiplin diri merujuk pada pelatihan yang didapatkan seseorang untuk memenuhi tugas tertentu atau untuk mengadopsi pola perilaku tertentu, walaupun orang tersebut lebih senang melakukan hal yang lain. &lt;br /&gt;saat ini disiplin waktu juga harus kita perhatikan. kita harus berusaha untuk selalu tepat waktu dalam hal apapun, terutama saat kita memasuki dunia pekerjaan nantinya. jika seseorang mampu menghargai waktu dan selalu datang tepat waktu, itu berarti orang tersebut menghargai dirinya sendiri. akan tetapi bila seseorang tidak disiplin waktu maka orang tersebut akan dilihat tidak dapat menghargai dirinya sendiri. oarang lain tidak akan mudah percaya dengan janji-janji yang dibuat oleh orang yang tidak disiplin.&lt;br /&gt;hal-hal yang harus diperhatikan agar disiplin dapat diterapkan:&lt;br /&gt;1. bertanggung jawab atas segala perbutan yang telah dilakukan&lt;br /&gt;2. selalu tepat waktu&lt;br /&gt;3. menghargai orang lain&lt;br /&gt;4. tidak bersikap seenaknnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-6151859024197001221?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/6151859024197001221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/04/belajar-menerapkan-disiplin-untuk-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/6151859024197001221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/6151859024197001221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/04/belajar-menerapkan-disiplin-untuk-diri.html' title='Belajar Menerapkan Disiplin untuk Diri Sendiri'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-4685430310077490681</id><published>2010-04-03T08:29:00.000-07:00</published><updated>2010-04-03T08:53:10.296-07:00</updated><title type='text'>Jenis kalimat berdasarkan bentuk</title><content type='html'>Jenis kalimat berdasarkan bentuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kalimat deklaratif&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ini disebut juga dengan kalimat berita.&lt;br /&gt;Kalimat berita adalah kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu.&lt;br /&gt; Umumnya mendorong orang untuk memberikan tanggapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam kalimat berita :&lt;br /&gt;1. Kalimat berita kepastian&lt;br /&gt;Contoh : Ani pasti datang ke acara perpisahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kalimat berita pengingkaran&lt;br /&gt;Contoh : Saya tidak akan datang pada acara ulang tahunmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kalimat berita kesangsian&lt;br /&gt;Contoh : Mereka mungkin akan tiba nanti malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kalimat berita bentuk lainnya&lt;br /&gt;Contoh : Kami tidak tahu mengapa dia datang terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kalimat imperatif&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ini disebut juga dengan kalimat perintah atau permintaan.&lt;br /&gt;Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;Biasanya diakhiri dengan tanda seru (!).&lt;br /&gt;Dalam bentuk lisan, kalimat perintah ditandai dengan intonasi tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam kalimat perintah :&lt;br /&gt;1. Kalimat perintah biasa, ditandai dengan partikel lah.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;tutuplah jendela itu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kalimat larangan, ditandai dengan penggunaan kata jangan.&lt;br /&gt;Contoh&lt;br /&gt;Jangan merokok di tempat umum !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kalimat ajakan, ditandai dengan kata mohon, tolong, silahkan.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Tolong temani nenekmu di rumah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kalimat interogatif&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ini disebut judga dengan kalimat tanya atau juga disebut kalmat yang berisi interogasi&lt;br /&gt;Kalimat Tanya&lt;br /&gt;Kalimat tanya adalah kalimat yang isinya menanyakan sesuatu atau seseorang sehingga diperoleh jawaban tentang suatu masalah.&lt;br /&gt;Biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?).&lt;br /&gt;Secara lisan, kalimat tanya ditandai dengan intonasi yang rendah.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Apakah kamu sakit ?&lt;br /&gt;Siapa yang membeli buku ini ?&lt;br /&gt;Kalimat eksklamatif&lt;br /&gt;Kalimta ini disebut juga dengan nama kalimta seru atau juga disebut dengan kalimat interjeksi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-4685430310077490681?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/4685430310077490681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/04/jenis-kalimat-berdasarkan-bentuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/4685430310077490681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/4685430310077490681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/04/jenis-kalimat-berdasarkan-bentuk.html' title='Jenis kalimat berdasarkan bentuk'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-1930401553689823888</id><published>2010-04-03T07:40:00.000-07:00</published><updated>2010-04-03T08:21:40.502-07:00</updated><title type='text'>Pola Hubungan antara Subjek dan Predikat dalam Mengelola Penalaran</title><content type='html'>Penalaran berhubungan dengan proporsisi.Proposisi adalah pernyataan yang dapat di buktikan benar salahnya.Dengan adanya proporsisi dapat membantu dalam proses penalaran.  &lt;br /&gt;Macam-macam proposisi:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;a. Proposisi sintetik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adalah lukisan dari kenyataan empirik maka untuk menguji benar salahnya dapat diukur berdasarkan sesuai dengan kenyataan empiriknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;b. Proposisi Kategorik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;suatu pernyataan yang terdiri atas hubungan dua term sebagai subjek dan predikat serta dapat dinilai benar atau salah. Hubungan ini berbentuk pengiyaan atau pengingkaran. Term adalah ungkapan konsep, ide atau pengertian dalam bentuk kata atau istilah. Konsep sendiri adalah hasil tangkap dari akal.&lt;br /&gt;1. Term sebagai subjek adalah hal yang diterangkan dalam proposisi. Term sebagai subjek berhubungan dengan kuantitas proposisi. Subjek dibedakan antara subjek universal dan subjek partikular. Subjek universal adalah mencakup semua yang dimaksud oleh subjek, subjek partikular adalah hanya mencakup sebagian dari keseluruhan yang disebutkan oleh subjek. Subjek universal dalam pernyataan simbolik disertai dengan kuantor universal, dan subjek partikular dalam pernyataan simbolik disertai dengan kuantor eksistensial.&lt;br /&gt;2. Term sebagai predikat adalah hal yang menerangkan dalam proposisi. Term sebagai predikat selalu berhubungan dengan isinya, dan merupakan kualitas proposisi, yang dibedakan antara predikat afirmatif dan predikat negatif. Predikat afirmatif adalah sifat mengiyakan adanya hubungan predikat dengan subjek, predikat negatif adalah sifat mengingkari adanya hubungan predikat dengan subjek atau sifat meniadakan hubungan subjek dengan predikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;c. Proposisi Hipotetik&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Jika Proposisi kategorik menyatakan suatu kebenaran tanpa syarat, maka pada proposisi hipotetik kebenaran yang dinyatakan justru digantungkan pada syarat tertentu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-1930401553689823888?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/1930401553689823888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/04/proposisi-adalah-pernyataan-yang-dapat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/1930401553689823888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/1930401553689823888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/04/proposisi-adalah-pernyataan-yang-dapat.html' title='Pola Hubungan antara Subjek dan Predikat dalam Mengelola Penalaran'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-6211619799797412747</id><published>2010-03-28T21:44:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T21:51:12.295-07:00</updated><title type='text'>manusia saling membutuhkan</title><content type='html'>Dalam menjalani kehidupan manusia selalu membutuhkan orang lain. Untuk menjalin hubungan yang baik dengan orang lain, banyak hal-hal yang harus diperhatikan khususnya tingkah laku. Perilaku seseorang sangat mencerminkan kepribadian dan sifat dari dirinya.&lt;br /&gt; Perilaku dan sifat yang harus dimiliki seseorang agar dapat menjalin hubungan baik dengan orang lain, diantaranya:&lt;br /&gt;• Jujur dan apa adanya&lt;br /&gt;Jujur merupakan sifat yang paling utama yang harus dimiliki seseorang. Orang lain akan memandang diri kita sebagai pribadi yang baik. Saat menjalin interaksi dengan orang lain sifat apa adanya juga penting. Orang lain tidak akan menyukai bila kita bersikap berlebihan, terutama saat memperkenalkan jati diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tidak sombong&lt;br /&gt;Orang yang sifatnya sombong pasti akan sulit dalam bergaul. Sikap sombong harus dihilangkan sebab sombong hanya akan membuat kita menjadi orang yng diasingkan dalam pergaulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tidak egois&lt;br /&gt;Dalam melakukan suatu hal yang didalamnya harus bekerjasama dengan orang banyak, kita tidak boleh egois dan selalu mendengarkan pendapat orang lain. Saat bekerjasama, kita tidak boleh mementingkan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bersedia membantu saat dibutuhkan&lt;br /&gt;Hidup tidak selamanya indah. Pasti kita sebagai manusia akan merasakan sedih dan mendapat cobaan. Di saat kita sedih, kita akan membutuhkan bantuan orang lain. Walaupun hanya untuk mendengar cerita atau keluh kesah kita. Saat seperti ini ebagai manusia yang saling membutuhkan satu sama lain harus membantu apapun bentuknya.&lt;br /&gt;Dengan mempunyai sifat-sifat seperti itu sesorang akan mudah diterima saat berada dalam suatu lingkungan yang baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-6211619799797412747?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/6211619799797412747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/03/saling-membutuhkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/6211619799797412747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/6211619799797412747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/03/saling-membutuhkan.html' title='manusia saling membutuhkan'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-6523175537934343029</id><published>2010-03-28T21:42:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T21:44:10.814-07:00</updated><title type='text'>penalaran</title><content type='html'>Penalaran adalah berpikir dengan tingkat yang lebih tinggi, dilakukan secara sadar, tersusun dalam urutan yang saling berhubungan  dan bertujuan untuk sampai pada suatu kesimpulan. Penalaran dilihat dari prosesnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu penalaran deduktif dan penalaran induktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan beberapa proses atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Penalaran induktif uga merupakan generalisasi, analogi atau hubungan sebab akibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penalaran deduktif dimulai dengan suatu premis yaitu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan. Kasimpulannya merupakan implikasi [enyataan dasar itu. Artinya apa yang dikemukakan didalam pernyataan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam prakteknya proses deduktif dan induktif itu diwujudkan dalam satuan –satuan tulisan yang merupakan paragraph. Didalam paragraf suatu penyataan umum membentuk kalimat utama yang mengandung gagasan utama yang dikembangkan dalam paragraf itu. Dengan demikian ada paragraf deduktif dengn kalimat utama pada awal paragraf, paragraph induktif dengan kalimat utama pada akhir paragraf dan adapula paragraf dengan kalimat utama pada awal dan akhir paragraf.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-6523175537934343029?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/6523175537934343029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/03/penalaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/6523175537934343029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/6523175537934343029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/03/penalaran.html' title='penalaran'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-5021885187666980861</id><published>2010-03-21T20:51:00.000-07:00</published><updated>2010-03-21T21:02:22.075-07:00</updated><title type='text'>memiliki motivasi itu penting</title><content type='html'>dalam menjalani kehidupam motivasi sangatlah penting. Motivasi adalah dorongan, arahan terhadap seseorang agar dapat melakukan sesuatu untuk kehidupannya. dengan adanya motivasi seseorang akan terpacu dan optimis untuk mewujudkan mimpi-mimpi dan cita-citanya. &lt;br /&gt;   motivasi yang ada pada setiap individu tidak sama. masing-masing individu mempunyai mimpi yang berbeda. memiliki motivasi dalam hidup adalah hal yang penting, karena motivasi dapat membuat seseorang berusaha untuk mewujudkan mimpi dan juga cita-citanya.&lt;br /&gt;dan motivasi harus selalu ada selama manusia hidup dan mempunyai mimpi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-5021885187666980861?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/5021885187666980861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/03/memiliki-motivasi-itu-penting.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/5021885187666980861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/5021885187666980861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/03/memiliki-motivasi-itu-penting.html' title='memiliki motivasi itu penting'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-8788053942879419876</id><published>2010-02-26T11:12:00.000-08:00</published><updated>2010-02-26T11:44:27.893-08:00</updated><title type='text'>Langkah-Langkah Membuat Jaringan Peer to Peer</title><content type='html'>jaringan peer-to-peer adalah adalah jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan juga menjadi client secara bersamaan. cara mengkoneksikan jaringan peer-to-peer adalah dengan cara memunculkan local area network pada masing-masing komputer.&lt;br /&gt;langkah berikutnya adalah memberikan alamat pada masing-masing komputer. Komputer yang berhubungan ke jaringan harus di beri alamat atau tanda pengenal(dalam bahasa jaringan lebih di kenal dengan istilah IP Addres) agar di kenali oleh komputer anggota jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S4gduNndDiI/AAAAAAAAAAw/4jaiSFvdDM4/s1600-h/peer+to+peer.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S4gduNndDiI/AAAAAAAAAAw/4jaiSFvdDM4/s320/peer+to+peer.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442632829443575330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;misalnya Ip addres untuk komputer pertama adalah 192.168.1.1 dan Ip addres untuk komputer kedua adalah 192.168.1.2.Untuk Subnet mask-nya sama-sama menggunakan 255.255.255.0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian yang perlu dilakukan adalah Menghubungkan Komputer&lt;br /&gt;Langkah-Langkahnya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Masukkan ujung kabel yang satu ke lubang konektor RJ-45 pada LAN Card komputer 1 dan ujung lainnya ke LAN Card di komputer 2.&lt;br /&gt;2. Bila sudah, perhatikan pojok kanan bawah kedua monitor komputer, pada icon Local Area Connection akan di perlihatkan proses pencarian keberadaan komputer lain dengan cara mengenali IP Addres masing-masing komputer. Jika berhasil maka tanda silang pada icon Local Area Connection akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;referensi:&lt;br /&gt;http://laksamana-embun.blogspot.com/2009/03/jaringan-peer-to-peer.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-8788053942879419876?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/8788053942879419876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/02/jaringan-peer-to-peer-adalah-adalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/8788053942879419876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/8788053942879419876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/02/jaringan-peer-to-peer-adalah-adalah.html' title='Langkah-Langkah Membuat Jaringan Peer to Peer'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S4gduNndDiI/AAAAAAAAAAw/4jaiSFvdDM4/s72-c/peer+to+peer.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-3149134551395424059</id><published>2010-02-26T10:32:00.000-08:00</published><updated>2010-02-26T11:45:15.599-08:00</updated><title type='text'>Apa Saja Softskill yang Saya Butuhkan?</title><content type='html'>Dalam hidup kita harus mempunyai keahlian, baik itu hardskill ataupun softskill. hardskill adalah penguasaan ilmu pengetahuan, telnologi dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya. Sedangkan softskill adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain dan mengatur dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Softskill merupakan komponen yang penting dalam kehidupan. softskill dan hardskill saling ketergantungan. bila seseorang hanya hardskillnya saja yang bagus, maka orang tersebut belum tentu akan mudah diterima dalam kehidupan bermasyarakat. softskill yang saya butuhkan adalah berkomunikasi secara lisan, fleksibel, dan percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  saat berkomunikasi lisan dengan orang yang lebih tua kadang kala saya suka merasa takut dan tidak berani mengeluarkan pendapat. saya lebih banyak diam dan mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Saya termasuk orang yang kurang fleksibel. saya agak sulit untuk dapat berkomunikasi dengan orang yang baru saya kenal dan lingkungan yang baru saya temui. hal ini membuat saya tidak bisa memulai percakapan terlebih dahulu dengan orang yang baru saya kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  saat sekolah dan kuliah saya sering di tuntut untuk dapat berbicara di depan kelas dan melakukan persentasi. saya selalu merasa malu dan kurang percaya diri. percaya diri merupakan hal penting yang dapat membuat kita berani berbicara di depan umum dan mengemukakan pendapat saat prsentasi berlangsung. saya sadar nanti pada saat memasuki dunia kerja saya akan lebih banyak melakukan persentasi dan akan sering berbicara di depan umum. oleh karena itu softskill sangat pebting untuk kehidupan saya di masa yang akan datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-3149134551395424059?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/3149134551395424059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/02/apa-saja-softskill-yang-saya-butuhkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/3149134551395424059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/3149134551395424059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/02/apa-saja-softskill-yang-saya-butuhkan.html' title='Apa Saja Softskill yang Saya Butuhkan?'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-8283204467646382215</id><published>2010-02-19T10:50:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T11:22:28.312-08:00</updated><title type='text'>Penegakan Hukum atas Pembajakan Software Komputer di Indonesia</title><content type='html'>Saat ini disadari atau tidak pembajakan software di Indonesia memang marak terjadi. Begitu mudah software bajakan didapatkan dan dengan harga yang terjangkau. Software bajakan tersebut juga terjual bebas dipasaran. Penggunaan software bajakan di Indonesia diyakini akan meningkat. Pasar yang semakin besar menjadi faktor yang paling utama melonjaknya kerugian ini. Bentuk-bentuk pelanggaran atas suatu software dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah pemalsuan yaitu dengan menjual software-software bajakan dalam bentuk CD ROM.Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pembajakan software adalah mahalnya lisensi software yang asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  pembajakan software termasuk kedalam pelanggaran hak cipta. Indonesia memiliki Undang-Undang yang dapat menjerat pembajak software yang termasuk dalam pelanggaran hak cipta yang biasa disebut Undang-Undang Hak Cipta (UUHC), yaitu pasal 1 Butir Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1997 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1987tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor Tahun 1982 tentang hak cipta, yang menyatakan bahwa program komputer adalah program yang diciptakan secara khusus sehingga memungkinkan komputer melakukan fungsi tertentu. Menurut pasal 2 ayar 1 UUHC, hak cipta adalah hak khusus bagi pencipta maupun penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak hak ciptanya maupun memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.Atas pelanggaran Hak Cipta, maka pelaku pembajakan software ini dapat diancam dengan hukuman penjara selama 7 tahun atau denda maksimum 100 juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Penegakan hukum di bidang software ini memeng mempunyai dampak yang baik, karena dapat mem[erbaiki citra Indonesia di mata dunia internasional. Meskipun Indonesia telah mempunyai Undang-Undang tentang hak cipta, akan tetapi kasus pembajakan software ini masih akan terus berlanjut dan akan sulit untuk dituntaskan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-8283204467646382215?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/8283204467646382215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/02/penegakan-hukum-atas-pembajakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/8283204467646382215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/8283204467646382215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/02/penegakan-hukum-atas-pembajakan.html' title='Penegakan Hukum atas Pembajakan Software Komputer di Indonesia'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-3485929409913180171</id><published>2010-02-19T10:16:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T10:40:29.223-08:00</updated><title type='text'>Mengapa saya harus belajar Bahasa Indonesia??</title><content type='html'>Bahasa Indonesia adalah bahasa yang kita gunakan untuk percakapan sehari-hari. Bahasa Indonesia yang sering kita gunakan untuk percakapan sehari-hari adalah bahasa Indonesia yang tidak baku. Walaupun sejak kecil saya sudah mengenal dan menggunakan bahasa Indonesia, tetapi masih banyak hal-hal yang perlu saya pelajari. &lt;br /&gt;  Pelajaran bahasa Indonesia sudah saya dapatkan sejak menempuh pendidikan sekolah dasar. Setelah mempelajari Bahasa Indonesia saya menjadi paham kapan kita harus menngunakan bahasa indonesia yang baku dan yang tidak baku. Dalam membuat tulisan kita harus menggunakan bahasa Indonesia yang baku, karena tulisan kita akan di baca oleh banyak orang dan dengan membaca tulisan dapat diukur seberapa baik kemampuan berbahasa seseorang.&lt;br /&gt;  Jadi,belajar bahasa Indonesia sangat penting dan wajib. Meskipun terkadang kita sebagai orang Indonesia menganggapnya mudah, karena selalu kita gunakan sehari-hari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-3485929409913180171?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/3485929409913180171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/02/mengapa-saya-harus-belajar-bahasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/3485929409913180171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/3485929409913180171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/02/mengapa-saya-harus-belajar-bahasa.html' title='Mengapa saya harus belajar Bahasa Indonesia??'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-8219102659854809932</id><published>2010-02-12T10:04:00.000-08:00</published><updated>2010-02-12T11:20:33.800-08:00</updated><title type='text'>Sekilas Mengenai Sistem Operasi Jaringan</title><content type='html'>Sistem operasi jaringan adalah sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan. Sistem operasi jaringan menyediakan beberapa fungsi khusus, diantaranya:&lt;br /&gt;1.Menghubungkan sejumlah komputer dan perangkat lain ke sebuah jaringan.&lt;br /&gt;2.Mengelola sumber daya jaringan&lt;br /&gt;3.Menyediakan layanan&lt;br /&gt;4.Menyediakan keamanan jaringan bagi multiuser&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Sesuai dengan fungsinya, jaringan pada komputer dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:&lt;br /&gt;1.Jaringan peer to peer&lt;br /&gt;  Adalah jaringan yang hanya menghubungkan 2 komputer, dimana kedua komputer bisa menjadi server maupun client. Jadi,tidak ada perbedaan antara server dan client. Setiap komputer yang terhubung pada jaringan dapat berkomunikasi dengan komputer-komputer lain secara langsung tanpa melalui perantara.&lt;br /&gt;2.Jaringan Clien/Server&lt;br /&gt;  Pada jaringan ini terdapat sebuah komputer yang berfungsi sebagai server sedangkan komputer lain berfungsi sebagai client. Komputer client berfungsi menerima layanan dari komputer server dan komputer server berfungsi dan bertugas melayani seluruh komputer yang terdaoat pada jaringan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Contoh sistem operasi jaringan:&lt;br /&gt;1.Novell Netware&lt;br /&gt;  Adalah sebuah sistem operasi jaringan yang umum digunakan dalam komputer IBM PC / kompatibelnya.Sistem operasi ini dikembangkan oleh Novell.&lt;br /&gt;2.Windows NT&lt;br /&gt;  Adalah sebuah sistem operasi 32-bit dari microsoft yang menjadi leluhur windows 2000, windows XP, windows server 2003, dan windows vista&lt;br /&gt;3.Unix&lt;br /&gt;  Adalah salah satu sistem operasi yang tersedia untuk digunakan di komputer pribadi, server dan jaringan. Unix merupakan program berdasarkan klien server model yang memungkinkan untuk multi-user interface.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;- http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_operasi_jaringan&lt;br /&gt;- andibagus.blogspot.com/2008/.../sistem-operasi-jaringan.html&lt;br /&gt;- http://id.wikipedia.org/wiki/Novell_NetWare&lt;br /&gt;- http://id.wikipedia.org/wiki/Windows_NT&lt;br /&gt;- http://de-kill.blogspot.com/2009/05/sekilas-tentang-unix.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-8219102659854809932?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/8219102659854809932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/02/sekilas-mengenai-sistem-operasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/8219102659854809932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/8219102659854809932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2010/02/sekilas-mengenai-sistem-operasi.html' title='Sekilas Mengenai Sistem Operasi Jaringan'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-3032100604643086126</id><published>2009-12-28T01:26:00.000-08:00</published><updated>2009-12-28T01:32:33.770-08:00</updated><title type='text'>lika-liku kehidupan</title><content type='html'>Dalam menjalani hidup, kita sebagai manusia harus dapat menerima apa yang terjadi dengan ikhlas. Hidup tidak selamanya akan bahagia. Kadang kita akan merasa sedih, kehilangan, dan ditinggalkan. Dalam kehidupan hendaknya kita selalu bersyukur atas apa yang telah kita dapatkan dan berusaha untuk dapat menyelesaikan semua cobaan serta masalah dengan hati ikhlas dan bersih, agar semua dapat diselesaikan dengan baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-3032100604643086126?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/3032100604643086126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/12/lika-liku-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/3032100604643086126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/3032100604643086126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/12/lika-liku-kehidupan.html' title='lika-liku kehidupan'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-8669058161325158286</id><published>2009-12-21T00:30:00.000-08:00</published><updated>2009-12-21T00:31:29.262-08:00</updated><title type='text'>Kerangka Karangan (Outline)</title><content type='html'>1. Jelaskan pengertian dari Outline ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Outline merupakan penulisan yang menulis garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap,dan merupakan rangkaian ide ide yang disusun secara sistematis,logis,jelas,terstruktur dan teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jelaskan Manfaaf dari Outline !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jawab : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Untuk menjamin penulisan bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah&lt;br /&gt;   2. Untuk menyusun karangan secara teratur. Kerangka karangan membantu penulis untuk melihat gagasan-gagasan dalam sekilas pandang, sehingga dapat dipastikan apakah susunan dan hubungan timbal-balik antara gagasan-gagasan itu sudah tepat, apakah gagasan-gagasan itu sudah disajikan dengan baik, harmonis dalam perimbangannya.&lt;br /&gt;   3. Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda-beda. Setiap tulisan dikembangkan menuju ke satu klimaks tertentu. Namun sebelum mencapai klimaks dari seluruh karangan itu, terdapat sejumlah bagian yang berbeda-beda kepentingannya terhadap klimaks utama tadi. Tiap bagian juga mempunyai klimaks tersendiri dalam bagiannya. Supaya pembaca dapat terpikat secara terus menerus menuju kepada klimaks utama, maka susunan bagian-bagian harus diatur pula sekian macam sehingga tercapai klimaks yang berbeda-beda yang dapat memikat perhatian pembaca.  &lt;br /&gt;   4. Menghindari penggarapan topik dua kali atau lebih. Ada kemungkinan suatu bagian perlu dibicarakan dua kali atau lebih, sesuai kebutuhan tiap bagian dari karangan itu. Namun penggarapan suatu topik sampai dua kali atau lebih tidak perlu, karena hal itu hanya akan membawa efek yang tidak menguntungkan; misalnya, bila penulis tidak sadar betul maka pendapatnya mengenai topik yang sama pada bagian terdahulu berbeda dengan yang diutarakan pada bagian kemudian, atau bahkan bertentangan satu sama lain. Hal yang demikian ini tidak dapat diterima. Di pihak lain menggarap suatu topik lebih dari satu kali hanya membuang waktu, tenaga, dan materi. Kalau memang tidak dapat dihindari maka penulis harus menetapkan pada bagian mana topik tadi akan diuraikan, sedangkan di bagian lain cukup dengan menunjuk kepada bagian tadi.&lt;br /&gt;   5. Memudahkan penulis mencari materi pembantu. Dengan mempergunakan rincian-rincian dalam kerangka karangan penulis akan dengan mudah mencari data-data atau fakta-fakta untuk memperjelas atau membuktikan pendapatnya. Atau data dan fakta yang telah dikumpulkan itu akan dipergunakan di bagian mana dalam karangannya itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jelaskan Langkah-langkah dalam menyusun Outline !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Langkah pertama adalah merumuskan tema yang jelas berdasarkan suatu topik dan tujuan yang akan dicapai melalui topik tadi. Tema yang dirumuskan untuk kepentingan suatu kerangka karangan haruslah berbentuk tesis atau  pengungkaan maksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Langkah kedua adalah mengadakan inventarisasi atau mengumpulkan topik-topik bawahan  yang dianggap merupakan rincian dari tesis atau pengungkapan maksud tadi. Dalam hal ini penulis boleh mencatat sebanyak-banyaknya topik-topik yang terlintas dalam pikirannya, dengan tidak perlu langsung mengadakan evaluasi terhadap topik-topik tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Langkah ketiga adalah mengadakan evaluasi semua topik bawahan yang telah tercatat pada langkah kedua di atas. Evaluasi tersebut dapat dilakukan dalam beberapa tahap sebagai berikut:Pertama: apakah semua topik yang tercatat mempunyai relevansi atau pertalian langsung dengan tesis atau pengungkapan maksud. Bila ternyata sama sekali tidak ada hubungan maka topik tersebut dicoret dari daftar di atas.Kedua: Semua topik yang masih dipertahankan kemudian dievaluasi lebh lanjut. Bila ada dua topik atau lebih yang hampir sama, maka harus dibuat perumusan baru yang mencakup semua topik tadi. Ketiga: Evaluasi lebih lanjut ditujukan kepada persoalan, apakah semua topik sama derajatnya, atau ada topik yang sebenarnya merupakan bawahan atau rincian dari topik lain. Bila ada masukkanlah topik bawahan itu ke dalam topik yang dianggap lebih tinggi kedudukannya. Keempat: Ada kemungkinan bahwa ada dua topik atau lebih yang kedudukannya sederajat, tapi lebih rendah dari topik yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Untuk mendapatkan sebuah kerangka karangan yang sangat rinci maka langkah kedua dan ketiga dikerjakan berulang-ulang untuk menyusun topik-topik yang lebih rendah tingkatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Sesudah semuanya siap masih harus dilakukan langkah yang terakhir, yaitu menentukan sebuah pola susunan yang paling sesuai untuk mengurutkan semua rincian dari tesis atau pengungkapan maksud sebagai yang telah diperoleh dengan mempergunakan semua langkah di atas. Dengan pola susunan tersebut semua rincian akan disusun kembali sehingga akan diperoleh sebuah kerangka karangan yang baik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sebutkan macam-macam dari Outline !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Outline dengan pola ilustratif : arah pembicaraan menurut pola ini adalah dari umum kepada yang khusus&lt;br /&gt;b. Ouline dengan pola analitis : arah pola pembicaraan ini berkembang dengan sifat topic yang memiliki banyak unit dalam satu kesatuan dengan urutan metode klasifikasi , proses dan analisis sebab akibat Outline dengan pola argumentasi : dipergunakan dalam menyusun evidensi , arah pembahasan menurut pola ini ialah dari evidensi sebagai premis kepada kesimpulan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-8669058161325158286?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/8669058161325158286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/12/kerangka-karangan-outline.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/8669058161325158286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/8669058161325158286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/12/kerangka-karangan-outline.html' title='Kerangka Karangan (Outline)'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-5663769886934250300</id><published>2009-11-19T17:02:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T17:03:48.492-08:00</updated><title type='text'>Pemilihan kalimat</title><content type='html'>1.) Jelaskan syarat-syarat topik yang baik ?&lt;br /&gt;Jawab;&lt;br /&gt;a. Topik harus menarik perhatian penulis.&lt;br /&gt;Topik yang menarik perhatian akan memotivasi pengarang penulis secara terus-menerus mencari data-data untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.Penulis akan didorong agar dapat menyelesaikan tulisan itu sebaik-baiknya.Suatu topik sama sekali tidak disenangi penulis akan menimbulkan kesalahan.Bila terdapat hambatan ,penulis tidak akan berusaha denngan sekuat tenaga untuk mengumpulkan data dan fakta yang akan digunakan untuk memecahka masalah.&lt;br /&gt;b. Diketahui oleh penulis.&lt;br /&gt;Penulis hendaklah mengerti atau mengetahui meskipun baru prinsip-perinsip ilmiahnya.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;• Mencari sumber-sumber data .&lt;br /&gt;• Metode atau penerapan yang digunakan.&lt;br /&gt;• Metode analisis yang akan digunakan.&lt;br /&gt;• Buku-buku referensi yang digunakan.&lt;br /&gt;c. Jangan terlalu baru,jangan terlalu teknis dan jangan terlalu kontroversial.&lt;br /&gt;Bagi penulis pemula,topik yang baru kemungkinan belum ada referensinya dalam kepustakaan.Topik yang terlalu teknis kemungkinan dapat menjebak penulis bila tidak benar-benar menguasai bahan penulisannya.Topik yang kontroversial akan menimbulkan kesulitan untuk bertindak secara objektif.&lt;br /&gt;d.Bermanfaat.&lt;br /&gt;Topik yang dipilih hendakanya bermanfaat yang ditinjau dari segi akademis maupun segi praktis.&lt;br /&gt;e.Jangan terlau luas.&lt;br /&gt;Penulis harus membatasi topik yang akan ditulis.Setipa penulis harus betul-betul yakin bahwa topik yang dipilihnya cukup sempit dan berbatas untuk digarap sehingga tulisannya dapat terfokus.&lt;br /&gt;2. )Jelaskan dan berikan contoh cara-cara pembatasan topik ?&lt;br /&gt;Jawab;&lt;br /&gt;Pembatasann topik sekurang-kurangnya dapat membantu pengarang dalam beberapa hal;&lt;br /&gt;•Memungkinkan pennulis penuh dengan keyakinan dan kepercayaan bahwa topik tersebut benar-benar diketahuinya.&lt;br /&gt;•Memungkinkan penulis mengadakan penelitian lebih intensif mengenai masalahnya.&lt;br /&gt;Cara membatasi sebuah topik dapat dilakukan dengan cara;&lt;br /&gt;a. Tetapkanlah topik dalam kedudukan central.&lt;br /&gt;Contoh; Komunikasi.&lt;br /&gt;b.Ajukan pertanyaan apakah topik tersebut masih dapat dirinci , bila dapat tetapkan lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Tetpkanlah yang mana subtopik yang akan dipilih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;d. Ajukan pertanyaan apakah subtopik yang dipilih masih dapat dirinci lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keterangan gambar;&lt;br /&gt;PTN = Perguruan tinggi negeri&lt;br /&gt;PTS = Perguruan tinggi swasta&lt;br /&gt;UP = Universitas Pancasila&lt;br /&gt;UG = Universitas Gunadarma&lt;br /&gt;BSI = Bina sarana informatika&lt;br /&gt;Mhs = Mahasiswa&lt;br /&gt;Lalu dengan gambar tadi kita dapat menarik menjadi sebuah tema,dan yang paling terakhir yang tidak bisa di bagi lagi mejadi subobjek.&lt;br /&gt;Dirumuskan menjadi sebuah tema;&lt;br /&gt;“Komunikasi antar mahasiswa junior gunadarma”&lt;br /&gt;3.)Sebutkan dan jelaskan cara-cara judul atau topik yang baik ?&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;1. Jelas gagasan pokok dan tujuannya.&lt;br /&gt;2. Ada kesatuan gagasan.&lt;br /&gt;3. Dikembangkan dengan baik:&lt;br /&gt;•       Gagasan pokok rinci.&lt;br /&gt;• Rincian diurutkan secara logis.&lt;br /&gt;4. Asli;&lt;br /&gt;• Pokok persoalan.&lt;br /&gt;• Sudut pandang.&lt;br /&gt;• Rangkaian kalimat.&lt;br /&gt;• Pilihan kata.&lt;br /&gt;5. Judul harus;&lt;br /&gt;a.Asli ;&lt;br /&gt;Jangan menggunakan judul yang sudah pernah ada, bila terpaksa dapat dicarikan sinonimnya.&lt;br /&gt;b.Relevan;&lt;br /&gt;Setelah menulis,baca ulang karangan anda, lalu carilah judul yang relevan dengan karangan anda.&lt;br /&gt;c.Provokatif;&lt;br /&gt;Judul tidak boleh terlalu sederhana, sehingga(calon) pembaca sudah dapat menduga isi karangan anda, kalau(calon) pembaca sudah dapat menebak isinya tentu karangan anda sudah tidak menarik lagi.&lt;br /&gt;d.Singkat;&lt;br /&gt;Judul yang singkat memungkinkan pembaca menangkap secara cepat maknanya,Bila judul itu panjang,(calon) pembaca harus membuang energi terlebih dahulu untuk membacanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-5663769886934250300?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/5663769886934250300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/11/pemilihan-kalimat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/5663769886934250300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/5663769886934250300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/11/pemilihan-kalimat.html' title='Pemilihan kalimat'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-2366275268824448969</id><published>2009-11-13T07:25:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T07:26:26.360-08:00</updated><title type='text'>TATA KALIMAT</title><content type='html'>Tata Kalimat&lt;br /&gt;A. Frase&lt;br /&gt;Frase adalah satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi. Misalnya: akan datang, kemarin pagi, yang sedang menulis.&lt;br /&gt;Dari batasan di atas dapatlah dikemukakan bahwa frase mempunyai dua sifat, yaitu&lt;br /&gt;a. Frase merupakan satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih.&lt;br /&gt;b. Frase merupakan satuan yang tidak melebihi batas fungsi unsur klausa, maksudnya prase itu selalu terdapat dalam satu fungsi unsur klausa yaitu: S, P, O, atau K.&lt;br /&gt;Macam-macam frase:&lt;br /&gt;A. Frase endosentrik&lt;br /&gt;Frase endosentrik adalah frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Frase endosentrik dapat dibedakan menjadi tiga golongan yaitu:&lt;br /&gt;1. Frase endosentrik yang koordinatif, yaitu: frase yang terdiri dari unsur-unsur yang setara, ini dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung.&lt;br /&gt;Misalnya: kakek-nenek pembinaan dan pengembangan&lt;br /&gt;laki bini belajar atau bekerja&lt;br /&gt;2. Frase endosentrik yang atributif, yaitu frase yang terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara. Karena itu, unsur-unsurnya tidak mungkin dihubungkan.&lt;br /&gt;Misalnya: perjalanan panjang&lt;br /&gt;hari libur&lt;br /&gt;Perjalanan, hari merupakan unsur pusat, yaitu: unsur yang secara distribusional sama dengan seluruh frase dan secara semantik merupakan unsur terpenting, sedangkan unsur lainnya merupakan atributif.&lt;br /&gt;3. Frase endosentrik yang apositif: frase yang atributnya berupa aposisi/ keterangan tambahan.&lt;br /&gt;Misalnya: Susi, anak Pak Saleh, sangat pandai.&lt;br /&gt;Dalam frase Susi, anak Pak Saleh secara sematik unsur yang satu, dalam hal ini unsur anak Pak Saleh, sama dengan unsur lainnya, yaitu Susi. Karena, unsur anak Pak Saleh dapat menggantikan unsur Susi. Perhatikan jajaran berikut:&lt;br /&gt;Susi, anak Pak Saleh, sangat pandai&lt;br /&gt;Susi, …., sangat pandai.&lt;br /&gt;…., anak Pak Saleh sangat pandai.&lt;br /&gt;Unsur Susi merupakan unsur pusat, sedangkan unsur anak Pak Saleh merupakan aposisi (Ap).&lt;br /&gt;B. Frase Eksosentrik&lt;br /&gt;Frase eksosentrik ialah frase yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya:&lt;br /&gt;Siswa kelas 1A sedang bergotong royong di dalam kelas.&lt;br /&gt;Frase di dalam kelas tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Ketidaksamaan itu dapat dilihat dari jajaran berikut:&lt;br /&gt;Siswa kelas 1A sedang bergotong royong di ….&lt;br /&gt;Siswa kelas 1A sedang bergotong royong …. kelas&lt;br /&gt;C. Frase Nominal, frase Verbal, frase Bilangan, frase Keterangan.&lt;br /&gt;1. Frase Nominal: frase yang memiliki distributif yang sama dengan kata&lt;br /&gt;nominal&lt;br /&gt;Misalnya: baju baru, rumah sakit&lt;br /&gt;2. Frase Verbal: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan golongan&lt;br /&gt;kata verbal.&lt;br /&gt;Misalnya: akan berlayar&lt;br /&gt;3. Frase Bilangan: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata&lt;br /&gt;bilangan.&lt;br /&gt;Misalnya: dua butir telur, sepuluh keping&lt;br /&gt;4. Frase Keterangan: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata&lt;br /&gt;keterangan.&lt;br /&gt;Misalnya: tadi pagi, besok sore&lt;br /&gt;5. Frase Depan: frase yang terdiri dari kata depan sebagai penanda, diikuti oleh kata atau frase sebagai aksinnya.&lt;br /&gt;Misalnya: di halaman sekolah, dari desa&lt;br /&gt;D. Frase Ambigu&lt;br /&gt;Frase ambigu artinya kegandaan makna yang menimbulkan keraguan atau mengaburkan maksud kalimat. Makna ganda seperti itu disebut ambigu.&lt;br /&gt;Misalnya: Perusahaan pakaian milik perancang busana wanita terkenal, tempat mamaku bekerja, berbaik hati mau melunaskan semua tunggakan sekolahku.&lt;br /&gt;Frase perancang busana wanita dapat menimbulkan pengertian ganda:&lt;br /&gt;1. Perancang busana yang berjenis kelamin wanita.&lt;br /&gt;2. Perancang yang menciptakan model busana untuk wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Klausa&lt;br /&gt;Klausa adalah satuan gramatika yang terdiri dari subjek (S) dan predikat (P) baik disertai objek (O), dan keterangan (K), serta memilki potensi untuk menjadi kalimat. Misalnya: banyak orang mengatakan.&lt;br /&gt;Unsur inti klausa ialah subjek (S) dan predikat (P).&lt;br /&gt;Penggolongan klausa:&lt;br /&gt;1. Berdasarkan unsur intinya&lt;br /&gt;2. Berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatik menegatifkan&lt;br /&gt;predikat&lt;br /&gt;3. Berdasarkan kategori kata atau frase yang menduduki fungsi predikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Kalimat&lt;br /&gt;a. Pengertian&lt;br /&gt;Kalimat adalah satuan bahasa yang terdiri dari dua kata atau lebih yang mengandung pikiran yang lengkap dan punya pola intonasi akhir.&lt;br /&gt;Contoh: Ayah membaca koran di teras belakang.&lt;br /&gt;b. Pola-pola kalimat&lt;br /&gt;Sebuah kalimat luas dapat dipulangkan pada pola-pola dasar yang dianggap menjadi dasar pembentukan kalimat luas itu.&lt;br /&gt;o Pola kalimat I = kata benda-kata kerja&lt;br /&gt;Contoh: Adik menangis. Anjing dipukul.&lt;br /&gt;Pola kalimat I disebut kalimat ”verbal”&lt;br /&gt;o Pola kalimat II = kata benda-kata sifat&lt;br /&gt;Contoh: Anak malas. Gunung tinggi.&lt;br /&gt;Pola kalimat II disebut pola kalimat ”atributif”&lt;br /&gt;o Pola kalimat III = kata benda-kata benda&lt;br /&gt;Contoh: Bapak pengarang. Paman Guru&lt;br /&gt;Pola pikir kalimat III disebut kalimat nominal atau kalimat ekuasional. Kalimat ini mengandung kata kerja bantu, seperti: adalah, menjadi, merupakan.&lt;br /&gt;o Pola kalimat IV (pola tambahan) = kata benda-adverbial&lt;br /&gt;Contoh: Ibu ke pasar. Ayah dari kantor.&lt;br /&gt;Pola kalimat IV disebut kalimat adverbial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Jenis Kalimat&lt;br /&gt;1. Kalimat Tunggal&lt;br /&gt;Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur inti pembentukan kalimat (subjek dan predikat) dan boleh diperluas dengan salah satu atau lebih unsur-unsur tambahan (objek dan keterangan), asalkan unsur-unsur tambahan itu tidak membentuk pola kalimat baru.&lt;br /&gt;Kalimat Tunggal  Susunan Pola Kalimat&lt;br /&gt;Ayah merokok.Adik minum susu.Ibu menyimpan uang di dalam laci.  S-PS-P-OS-P-O-K&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kalimat Majemuk&lt;br /&gt;Kalimat majemuk adalah kalimat-kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk dapat terjadi dari:&lt;br /&gt;a. Sebuah kalimat tunggal yang bagian-bagiannya diperluas sedemikian rupa sehingga perluasan itu membentuk satu atau lebih pola kalimat baru, di samping pola yang sudah ada.&lt;br /&gt;Misalnya: Anak itu membaca puisi. (kalimat tunggal)&lt;br /&gt;Anak yang menyapu di perpustakaan itu sedang membaca puisi.&lt;br /&gt;(subjek pada kalimat pertama diperluas)&lt;br /&gt;b. Penggabungan dari dua atau lebih kalimat tunggal sehingga kalimat yang baru mengandung dua atau lebih pola kalimat.&lt;br /&gt;Misalnya: Susi menulis surat (kalimat tunggal I)&lt;br /&gt;Bapak membaca koran (kalimat tunggal II)&lt;br /&gt;Susi menulis surat dan Bapak membaca koran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan sifat hubungannya, kalimat majemuk dapat dibedakan atas kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk campuran.&lt;br /&gt;1) Kalimat majemuk setara&lt;br /&gt;Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang hubungan antara pola-pola kalimatnya sederajat. Kalimat majemuk setara terdiri atas:&lt;br /&gt;a. Kalimat majemuk setara menggabungkan. Biasanya menggunakan kata-kata tugas: dan, serta, lagipula, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Misalnya: Sisca anak yang baik lagi pula sangat pandai.&lt;br /&gt;b. Kalimat majemuk serta memilih. Biasanya memakai kata tugas: atau, baik, maupun.&lt;br /&gt;Misalnya: Bapak minum teh atau Bapak makan nasi.&lt;br /&gt;c. Kalimat majemuk setara perlawanan. Biasanya memakai kata tugas: tetapi, melainkan.&lt;br /&gt;Misalnya: Dia sangat rajin, tetapi adiknya sangat pemalas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Kalimat majemuk bertingkat&lt;br /&gt;Kalimat majemuk yang terdiri dari perluasan kalimat tunggal, bagian kalimat yang diperluas sehingga membentuk kalimat baru yang disebut anak kalimat. Sedangkan kalimat asal (bagian tetap) disebut induk kalimat. Ditinjau dari unsur kalimat yang mengalami perluasan dikenal adanya:&lt;br /&gt;a. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat penggati subjek.&lt;br /&gt;Misalnya: Diakuinya hal itu&lt;br /&gt;P S&lt;br /&gt;Diakuinya bahwa ia yang memukul anak itu.&lt;br /&gt;anak kalimat pengganti subjek&lt;br /&gt;b. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti predikat.&lt;br /&gt;Misalnya: Katanya begitu&lt;br /&gt;Katanya bahwa ia tidak sengaja menjatuhkan gelas itu.&lt;br /&gt;anak kalimat pengganti predikat&lt;br /&gt;c. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti objek.&lt;br /&gt;Misalnya: Mereka sudah mengetahui hal itu.&lt;br /&gt;S P O&lt;br /&gt;Mereka sudah mengetahui bahwa saya yang mengambilnya.&lt;br /&gt;anak kalimat pengganti objek&lt;br /&gt;d. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti keterangan.&lt;br /&gt;Misalnya: Ayah pulang malam hari&lt;br /&gt;S P K&lt;br /&gt;Ayah pulang ketika kami makan malam&lt;br /&gt;anak kalimat pengganti keterangan&lt;br /&gt;3) Kalimat majemuk campuran&lt;br /&gt;Kalimat majemuk campuran adalah kalimat majemuk hasil perluasan atau hasil gabungan beberapa kalimat tunggal yang sekurang-kurangnya terdiri atas tiga pola kalimat.&lt;br /&gt;Misalnya: Ketika ia duduk minum-minum, datang seorang pemuda berpakaian bagus, dan menggunakan kendaraan roda empat.&lt;br /&gt;Ketika ia duduk minum-minum&lt;br /&gt;pola atasan&lt;br /&gt;datang seorang pemuda berpakaian bagus&lt;br /&gt;pola bawahan I&lt;br /&gt;datang menggunakan kendaraan roda empat&lt;br /&gt;pola bawahan II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kalimat Inti, Luas, dan Transformasi&lt;br /&gt;a. Kalimat inti&lt;br /&gt;Kalimat inti adalah kalimat mayor yang hanya terdiri atas dua kata dan sekaligus menjadi inti kalimat.&lt;br /&gt;Ciri-ciri kalimat inti:&lt;br /&gt;1) Hanya terdiri atas dua kata&lt;br /&gt;2) Kedua kata itu sekaligus menjadi inti kalimat&lt;br /&gt;3) Tata urutannya adalah subjek mendahului predikat&lt;br /&gt;4) Intonasinya adalah intonasi ”berita yang netral”. Artinya: tidak boleh menyebabkan perubahan atau pergeseran makna laksikalnya..&lt;br /&gt;b. Kalimat luas&lt;br /&gt;Kalimat luas adalah kalimat inti yang sudah diperluas dengan kata-kata baru sehingga tidak hanya terdiri dari dua kata, tetapi lebih.&lt;br /&gt;c. Kalimat transformasi&lt;br /&gt;Kalimat transformasi merupakan kalimat inti yang sudah mengalami perubahan atas keempat syarat di atas yang berarti mencakup juga kalimat luas. Namun, kalimat transformasi belum tentu kalimat luas.&lt;br /&gt;Contoh kalimat Inti, Luas, dan Transformasi&lt;br /&gt;a. Kalimat Inti. Contoh: Adik menangis.&lt;br /&gt;b. Kalimat Luas. Contoh: Radha, Arief, Shinta, Mamas, dan Mila sedang belajar dengan serius, sewaktu pelajaran matematika.&lt;br /&gt;c. Kalimat transformasi. Contoh:&lt;br /&gt;i) Dengan penambahan jumlah kata tanpa menambah jumlah inti, sekaligus juga adalah kalimat luas: Adik menangis tersedu-sedu kemarin pagi.&lt;br /&gt;ii) Dengan penambahan jumlah inti sekaligus juga adalah kalimat luas: Adik menangis dan merengek kepada ayah untuk dibelikan komputer.&lt;br /&gt;iii) Dengan perubahan kata urut kata. Contoh: Menangis adik.&lt;br /&gt;iv) Dengan perubahan intonasi. Contoh: Adik menangis?&lt;br /&gt;4. Kalimat Mayor dan Minor&lt;br /&gt;a. Kalimat mayor&lt;br /&gt;Kalimat mayor adalah kalimat yang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur inti.&lt;br /&gt;Contoh: Amir mengambil buku itu.&lt;br /&gt;Arif ada di laboratorium.&lt;br /&gt;Kiki pergi ke Bandung.&lt;br /&gt;Ibu segera pergi ke rumah sakit menengok paman, tetapi ayah menunggu kami di rumah Rati karena kami masih berada di sekolah.&lt;br /&gt;b. Kalimat Minor&lt;br /&gt;Kalimat minor adalah kalimat yang hanya mengandung satu unsur inti atau unsur pusat.&lt;br /&gt;Contoh: Diam!&lt;br /&gt;Sudah siap?&lt;br /&gt;Pergi!&lt;br /&gt;Yang baru!&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat di atas mengandung satu unsur inti atau unsur pusat.&lt;br /&gt;Contoh: Amir mengambil.&lt;br /&gt;Arif ada.&lt;br /&gt;Kiki pergi&lt;br /&gt;Ibu berangkat-ayah menunggu.&lt;br /&gt;Karena terdapat dua inti, kalimat tersebut disebut kalimat mayor.&lt;br /&gt;5. Kalimat Efektif&lt;br /&gt;Kalimat efektif adalah kalimat berisikan gagasan pembicara atau penulis secara singka, jelas, dan tepat.&lt;br /&gt;Jelas : berarti mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca.&lt;br /&gt;Singkat : hemat dalam pemakaian atau pemilihan kata-kata.&lt;br /&gt;Tepat : sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku.&lt;br /&gt;Kalimat Tidak Efektif&lt;br /&gt;Kalimat tidak efektif adalah kalimat yang tidak memiliki atau mempunyai sifat-sifat yang terdapat pada kalimat efektif.&lt;br /&gt;Sebab-Sebab Ketidakefektifan Kalimat&lt;br /&gt;1. kontaminasi= merancukan 2 struktur benar 1 struktur salah&lt;br /&gt;contoh:&lt;br /&gt;diperlebar, dilebarkan diperlebarkan (salah)&lt;br /&gt;memperkuat, menguatkan memperkuatkan (salah)&lt;br /&gt;sangat baik, baik sekali sangat baik sekali (salah)&lt;br /&gt;saling memukul, pukul-memukul saling pukul-memukul (salah)&lt;br /&gt;Di sekolah diadakan pentas seni. Sekolah mengadakan pentas seni Sekolah mengadakan pentas seni (salah)&lt;br /&gt;2. pleonasme= berlebihan, tumpang tindih&lt;br /&gt;contoh :&lt;br /&gt;para hadirin (hadirin sudah jamak, tidak perlu para)&lt;br /&gt;para bapak-bapak (bapak-bapak sudah jamak)&lt;br /&gt;banyak siswa-siswa (banyak siswa)&lt;br /&gt;saling pukul-memukul (pukul-memukul sudah bermakna ‘saling’)&lt;br /&gt;agar supaya (agar bersinonim dengan supaya)&lt;br /&gt;disebabkan karena (sebab bersinonim dengan karena)&lt;br /&gt;3. tidak memiliki subjek&lt;br /&gt;contoh:&lt;br /&gt;Buah mangga mengandung vitamin C.(SPO) (benar)&lt;br /&gt;Di dalam buah mangga terkandung vitamin C. (KPS) (benar) ??&lt;br /&gt;Di dalam buah mangga mengandung vitamin C. (KPO) (salah)&lt;br /&gt;4. adanya kata depan yang tidak perlu&lt;br /&gt;Perkembangan daripada teknologi informasi sangat pesat.&lt;br /&gt;Kepada siswa kelas I berkumpul di aula.&lt;br /&gt;Selain daripada bekerja, ia juga kuliah.&lt;br /&gt;5. salah nalar&lt;br /&gt;waktu dan tempat dipersilahkan. (Siapa yang dipersilahkan)&lt;br /&gt;Mobil Pak Dapit mau dijual. (Apakah bisa menolak?)&lt;br /&gt;Silakan maju ke depan. (maju selalu ke depan)&lt;br /&gt;Adik mengajak temannya naik ke atas. (naik selalu ke atas)&lt;br /&gt;Pak, saya minta izin ke belakang. (toilet tidak selalu berada di belakang)&lt;br /&gt;Saya absen dulu anak-anak. (absen: tidak masuk, seharusnya presensi)&lt;br /&gt;gagal lebih untuk subjek bernyawa)&lt;br /&gt;6. kesalahan pembentukan kata&lt;br /&gt;mengenyampingkan seharusnya mengesampingkan&lt;br /&gt;menyetop seharusnya menstop&lt;br /&gt;mensoal seharusnya menyoal&lt;br /&gt;ilmiawan seharusnya ilmuwan&lt;br /&gt;sejarawan seharusnya ahli sejarah&lt;br /&gt;7. pengaruh bahasa asing&lt;br /&gt;Rumah di mana ia tinggal … (the house where he lives …) (seharusnya tempat)&lt;br /&gt;Sebab-sebab daripada perselisihan … (cause of the quarrel) (kata daripada dihilangkan)&lt;br /&gt;Saya telah katakan … (I have told) (Ingat: pasif persona) (seharusnya telah saya katakan)&lt;br /&gt;8. pengaruh bahasa daerah&lt;br /&gt;sudah pada hadir. (Jawa: wis padha teka) (seharusnya sudah hadir)&lt;br /&gt;oleh saya. (Sunda: ku abdi) (seharusnya diganti dengan kalimat pasif persona)&lt;br /&gt;Jangan-jangan … (Jawa: ojo-ojo) (seharusnya mungkin)&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;E. Konjungsi&lt;br /&gt;Konjungsi antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf.&lt;br /&gt;Konjungsi atau kata sambung adalah kata-kata yang menghubungkan bagian-bagian kalimat, menghubungkan antarkalimat, antarklausa, antarkata, dan antarparagraf.&lt;br /&gt;1. Konjungsi antarklausa&lt;br /&gt;a. Yang sederajat: dan, atau, tetapi, lalu, kemudian.&lt;br /&gt;b. Yang tidak sederajat: ketika, bahwa, karena, meskipun, jika, apabila.&lt;br /&gt;2. Konjungsi antarkalimat: akan tetapi, oleh karena itu, jadi, dengan demikian.&lt;br /&gt;3. Konjungsi antarparagraf: selain itu, adapun, namun.&lt;br /&gt;STRUKTUR KALIMAT BAHASA INDONESIA&lt;br /&gt;Kalimat adalah:Satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan suatu pikiran yang utuh . Dalam suatu kalimat terdiri dari beberapa unsur antara lain subyek,predikat, obyek ,pelengkap dan keterangan. Kalimat dikatakan sempurna jika minimal memliki unsur Subyek dan Predikat.&lt;br /&gt;1. Ciri-Ciri Subjek&lt;br /&gt;• Jawaban atas Pertanyaan Apa atau Siapa kepada Predikat.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;1. Juanda memelihara binatang langka&lt;br /&gt;Siapa memelihara? Jawab : Juanda. (maka juanda adalah S sedangkan&lt;br /&gt;memelihara adalah )&lt;br /&gt;Siapa atau apa Binatang langka ? = tidak ada jawaban&lt;br /&gt;2. Meja itu dibeli oleh paman.&lt;br /&gt;Apa dibeli ? = jawab Meja&lt;br /&gt;¨ Biasanya disertai kata itu,ini,dan yang (yang ,ini,dan itu juga sebagai pembatas antara subyek dan predikat)&lt;br /&gt;Contoh : Anak itu mengambil bukuku&lt;br /&gt;S P&lt;br /&gt;2 Ciri-Ciri Predikat&lt;br /&gt;¨ Menimbulkan Pertanyaan apa atau siapa.&lt;br /&gt;Dalam hal ini jika predikat maka dengan pertanyaan tersebut akan ada jawabannya.&lt;br /&gt;Perhatikan pada Subyek diatas. Subyek dan predikat ditentukan secara bersama-sama.&lt;br /&gt;¨ Kata Adalah atau Ialah&lt;br /&gt;Predikat kalimat dapat berupa kata adalah atau ialah. Kalimat dengan Predikat demikian itu terutama digunakan pada kalimat majemuk bertingkat anak kalimat pengganti predikat.&lt;br /&gt;¨ Dapat Disertai Kata-kata Aspek atau Modalitas&lt;br /&gt;Predikat kalimat yang berupa verba atau adjektiva dapat disertai kata-kata aspek seperti telah, sudah, sedang, belum, dan akan. Kata-kata itu terletak di depan verba atau adjektiva. Kalimat yang subjeknya berupa nomina bernyawa dapat juga disertai modalitas, kata-kata yang menyatakan sikap pembicara (subjek), seperti ingin, hendak, dan mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Ciri-Ciri Objek&lt;br /&gt;Predikat yang berupa verba intransitif (kebanyakan berawalan ber- atau ter-) tidak memerlukan objek, verba transitif yang memerlukan objek kebanyakan berawalan me-. Ciri-ciri objek ini sebagai berikut.&lt;br /&gt;¨ Langsung di Belakang Predikat&lt;br /&gt;Objek hanya memiliki tempat di belakang predikat, tidak pernah mendahului predikat.&lt;br /&gt;¨ Dapat Menjadi Subjek Kalimat Pasif&lt;br /&gt;Objek yang hanya terdapat dalam kalimat aktif dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif. Perubahan dari aktif ke pasif ditandai dengan perubahan unsur objek dalam kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif yang disertai dengan perubahan bentuk verba predikatnya.&lt;br /&gt;¨ Didahului kata Bahwa&lt;br /&gt;Anak kalimat pengganti nomina ditandai oleh kata bahwa dan anak kalimat ini dapat menjadi unsur objek dalam kalimat transitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Ciri-Ciri Pelengkap&lt;br /&gt;Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subjek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap. Berikut ciri-ciri pelengkap.&lt;br /&gt;¨ Di Belakang Predikat&lt;br /&gt;Ciri ini sama dengan objek. Perbedaannya, objek langsung di belakang predikat, sedangkan pelengkap masih dapat disisipi unsur lain, yaitu objek. Contohnya terdapat pada kalimat berikut.&lt;br /&gt;a) Diah mengirimi saya buku baru.&lt;br /&gt;b) Mereka membelikan ayahnya sepeda baru.&lt;br /&gt;Unsur kalimat buku baru, sepeda baru di atas berfungsi sebagai pelengkap dan tidak mendahului predikat.&lt;br /&gt;• Hasil jawaban dari predikat dengan pertanyaan apa.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;a. Pemuda itu bersenjatakan parang.&lt;br /&gt;Kata parang adalah pelengkap.&lt;br /&gt;Bersenjatakan apa ? jawab parang ( maka parang sebagai pelengkap )&lt;br /&gt;b. Budi membaca buku.&lt;br /&gt;Membaca apa ? jawab buku (buku sebagai obyek karena dapat&lt;br /&gt;menempati Subyek)&lt;br /&gt;5 Ciri-Ciri Keterangan&lt;br /&gt;Ciri keterangan adalah dapat dipindah –pindah posisinya . perhatikan contoh berikut:&lt;br /&gt;Cintya sudah membuat tiga kue dengan bahan itu.&lt;br /&gt;S P O K&lt;br /&gt;Dengan bahan itu Cintya sudah membuat tiga kue .&lt;br /&gt;Cintya dengan bahan itu sudah membuat tiga kue.&lt;br /&gt;Dari jabatan SPOK menjadi KSPO dan SKPO .Jika tidak dapat di pindah maka bukan keterangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KALIMAT MAJEMUK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu bentuk kalimat luas hasil penggabungan atau perluasan kalimat tunggal sehingga membentuk satu pola kalimat baru di samping pola yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat majemuk dibagi menjadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kalimat majemuk setara (koordinatif)&lt;br /&gt;   2. Kalimat majemuk rapatan&lt;br /&gt;   3. Kalimat majemuk bertingkat (subordinatif)&lt;br /&gt;   4. Kalimat majemuk campuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kalimat majemuk Setara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat majemuk setara adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat gabung yang hubungan antar pola-pola kalimat di dalamnya sederajat atau seharkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. .Kedudukan pola-pola kalimat, sama derajatnya.&lt;br /&gt;   2. Penggabungannya disertai perubahan intonasi.&lt;br /&gt;   3. Berkata tugas/penghubung, pembeda sifat kesetaraan.&lt;br /&gt;   4. Pola umum uraian jabatan kata : S-P+S-P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis majemuk Setara&lt;br /&gt;1. Setara Sejalan (kata hubungnya dan, serta, lagi pula dll)&lt;br /&gt;2. Setara memilih&lt;br /&gt;3. Setara berlawanan&lt;br /&gt;4. Setara menguatkan (bahkan)&lt;br /&gt;5. Setara sebab akibat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Majemuk Bertingkat.&lt;br /&gt;1. Siswa dapat membuat kalimat majemuk bertingkat&lt;br /&gt;2. Siswa dapat menentukan  Kalimat majemuk bertingkat.&lt;br /&gt;1. Membuat Majemuk Bertingkat.&lt;br /&gt;Majemuk bertingkat adalah kalimat luas yang mana perluasannya membentuk klausa&lt;br /&gt;bawahan (anak kalimat)&lt;br /&gt;Cara membuat majemuk bertingkat.&lt;br /&gt;1. Buatlah kalimat tunggal atau kalimat luas terlebih dahulu.&lt;br /&gt;2. Kembangkan salah satu jabatan kalimat menjadi klausa  bawahan (anak kalimat )&lt;br /&gt;sesuai dengan anak kalimat apa yg diinginkan&lt;br /&gt;Contoh :Ansar akan menyunting seorang gadis minggu depan.&lt;br /&gt;S                          P                    O                     K&lt;br /&gt;Kalimat diatas akan dijadikan bertingkat anak O&lt;br /&gt;Ansar akan menyunting Wanita cantik yang bernama Mutia Rahman minggu depan&lt;br /&gt;s                       p                 S                         P                 Pel K&lt;br /&gt;o&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-2366275268824448969?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/2366275268824448969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/11/tata-kalimat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/2366275268824448969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/2366275268824448969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/11/tata-kalimat.html' title='TATA KALIMAT'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-1759542104842221035</id><published>2009-10-31T04:51:00.000-07:00</published><updated>2009-10-31T04:53:14.627-07:00</updated><title type='text'>Contoh Kalimat Efektif</title><content type='html'>1. Rani sudah mencari uang sendiri sejak dari usianya baru sembilan tahun.&lt;br /&gt;    Jawab:&lt;br /&gt;    Rani sudah mencari uang sendiri sejak usianya baru sembilan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dosen Bahasa Indonesia mengatakan ¬kalau kalimat yang sempurna harus memiliki&lt;br /&gt;    subjek, predikat dan objek.&lt;br /&gt;    Jawab:&lt;br /&gt;    Dosen Bahasa Indonesia mengatakan kalimat bahwa yang sempurna harus memiliki&lt;br /&gt;    subjek, predikat dan objek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Semua rumah-rumah yang terletak di jalan Kedoya terbakar tadi malam.&lt;br /&gt;    Jawab:&lt;br /&gt;    Semua rumah yang terletak di jalan Kedoya terbakar tadi malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Adi meminjami uangnya kepada Budi tadi siang.&lt;br /&gt;    Jawab:&lt;br /&gt;    Adi meminjamkan uangnya kepada Budi tadi siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pasangan pengantin itu saling bertatap-tatapan saat mengucapkan janji pernikahan.&lt;br /&gt;    Jawab:&lt;br /&gt;    Pasangan pengantin itu saling bertatapan saat mengucapkan janji pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Presiden berhak menyampuri urusan yang berhubungan dengan Negara.&lt;br /&gt;   Jawab:&lt;br /&gt;   Presiden berhak mencampuri urusan yang berhubungan dengan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dalam sehari Ani bisa membaca buku sebanyak itu sehari.&lt;br /&gt;    Jawab:&lt;br /&gt;    Dalam sehari Ani bisa membaca buku sebanyak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kepada mereka yang berhalangan hadir diharapkan membawa surat pernyataan besok.&lt;br /&gt;    Jawab:&lt;br /&gt;    Mereka yang berhalangan hadir diharapkan membawa surat pernyataan besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Anak-anak itu sangat menyintai orangtuanya&lt;br /&gt;    Jawab:&lt;br /&gt;    Anak-anak itu sangat mencintai orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Semua orang-orang beramai-ramai datang ke acara pemakaman Michael Jackson.&lt;br /&gt;      Jawab:&lt;br /&gt;     Semua orang beramai-ramai dating ke acara pemakaman Michael Jackson.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-1759542104842221035?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/1759542104842221035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/10/contoh-kalimat-efektif.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/1759542104842221035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/1759542104842221035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/10/contoh-kalimat-efektif.html' title='Contoh Kalimat Efektif'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-5081359024562752322</id><published>2009-10-28T06:59:00.000-07:00</published><updated>2009-10-28T07:01:07.131-07:00</updated><title type='text'>Tugas Kelompok - Kalimat Efektif</title><content type='html'>Kalimat Efektif &lt;br /&gt;Kalimat Efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapt diterima maksud,arti serta tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Penggunaan dua kata yang sama artinya dalam sebuah kalimat :&lt;br /&gt; Sejak dari usia delapan tauh ia telah ditinggalkan ayahnya.&lt;br /&gt;       (Sejak usia delapan tahun ia telah ditinggalkan ayahnya.)&lt;br /&gt;2.  Penggunaan kata berlebih yang ‘mengganggu’ struktur kalimat :&lt;br /&gt; Kepada yang bersalah harus dijatuhi hukuman setimpal.&lt;br /&gt;       (Yang bersalah harus dijatuhi hukuman setimpal.)&lt;br /&gt;3.  Penggunaan imbuhan yang kacau :&lt;br /&gt; Yang meminjam buku di perpustakaan harap dikembalikan.&lt;br /&gt;       (Yang meminjam buku di perpustakaan harap mengembalikan. / Buku yang dipinjam &lt;br /&gt;        dari perpustakkaan harap di kembalikan.)&lt;br /&gt;4.  Kalimat tak selesai :&lt;br /&gt; Rumah yang besar yang terbakar itu.&lt;br /&gt;       (Rumah yang besar itu terbakar.)&lt;br /&gt;5.  Penggunaan kata dengan struktur dan ejaan yang tidak baku :&lt;br /&gt; Kita harus bisa merubah kebiasaan yang buruk.    &lt;br /&gt;       (Kita harus bisa mengubah kebiasaan yang buruk.) &lt;br /&gt;- tau       = tahu&lt;br /&gt;- pilh      = terpilih&lt;br /&gt;- ketinggal = tertinggal&lt;br /&gt;- gimana    = bagaimana&lt;br /&gt;- jaman     = zaman&lt;br /&gt;- trampil   = terampil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Penggunaan tidak tepat kata ‘di mana’ dan ‘yang mana’ :&lt;br /&gt; Saya menyukainya di mana sifat-sifatnya sangat baik.&lt;br /&gt;       (Saya menyukainya karena sifat-sifatnya sangat baik.)&lt;br /&gt;7.Penggunaan kata ‘daripada’ yang tidak tepat :&lt;br /&gt; Seorang daripada pembatunya pulang ke kampung kemarin.&lt;br /&gt;       (Seorang di antara pembantunya pulang ke kampung kemarin.)&lt;br /&gt;8.Pilihan kata yang tidak tepat :&lt;br /&gt; Dalam kunjungan itu Presiden Yudhoyono menyempatkan waktu untuk berbincang &lt;br /&gt;        bincang dengan masyarakat.&lt;br /&gt;       (Dalam kunjungan itu Presiden Yudhoyono menyempatkan diri untuk berbincang-&lt;br /&gt;        bincang dengan masyarakat.)&lt;br /&gt;9.Kalimat ambigu yang dapat menimbulkan salah arti :&lt;br /&gt; Usul ini merupakan suatu perkembangan yang menggembirakan untuk memulai &lt;br /&gt;        pembicaraan damai antara komunis dan pemerintah yang gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat di atas dapat menimbulkan salah pengertian. Siapa/apa yang gagal? Pemerintahkah atau pembicaraan damai yang pernah dilakukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       (Usul ini merupakan suatu perkembangan yang menggembirakan untuk memulai   &lt;br /&gt;        kembali pembicaraan damai yang gagal antara pihak komunis dan pihak     &lt;br /&gt;        pemerintah.&lt;br /&gt;10. Pengulangan kata yang tidak perlu :&lt;br /&gt; Dalam setahun ia berhasil menerbitkan 5 judul buku setahun.&lt;br /&gt;       (Dalam setahun ia berhasil menerbitkan 5 judul buku.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Kata ‘kalau’ yang dipakai secara salah :&lt;br /&gt; Dokter itu mengatakan kalau penyakit AIDS sangat berbahaya.&lt;br /&gt;       (Dokter itu mengatakan bahwa penyakit AIDS sangat berbahaya.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam kalimat Efektif terdapat beberapa ciri,diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kesatuan Gagasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesaruan tunggal.&lt;br /&gt;Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.&lt;br /&gt;Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kesejajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula. &lt;br /&gt;Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.&lt;br /&gt;Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Yang satu menggunakan predikat aktif, yakni imbuhan me-, sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif, yakni menggunakan imbuhan di-.&lt;br /&gt;Kalimat itu harus diubah :&lt;br /&gt;1. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan&lt;br /&gt;2. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kehematan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat.&lt;br /&gt;Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya. &lt;br /&gt;Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Dalam kata mawar,anyelir,dan melati terkandung makna bunga.&lt;br /&gt;Kalimat yang benar adalah:&lt;br /&gt;Mawar,anyelir, dan melati sangat disukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Penekanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan.&lt;br /&gt;Caranya:&lt;br /&gt;• Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;1. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain&lt;br /&gt;2. Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.&lt;br /&gt;• Menggunakan partikel; penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan –kah.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;1. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu.&lt;br /&gt;2. Kami pun turut dalam kegiatan itu.&lt;br /&gt;3. Bisakah dia menyelesaikannya?&lt;br /&gt;• Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan murid, antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya. &lt;br /&gt;• Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;1. Anak itu tidak malas, tetapi rajin.&lt;br /&gt;2. Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial, tetapi total dan menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Kelogisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Waktu dan tempat saya persilakan. Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Kalimat tersebut harus diubah misalnya ;&lt;br /&gt;Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-5081359024562752322?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/5081359024562752322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/10/tugas-kelompok-kalimat-efektif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/5081359024562752322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/5081359024562752322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/10/tugas-kelompok-kalimat-efektif.html' title='Tugas Kelompok - Kalimat Efektif'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-7447666537885900793</id><published>2009-10-24T19:58:00.001-07:00</published><updated>2009-10-24T19:58:53.152-07:00</updated><title type='text'>Kebudayaan indonesia</title><content type='html'>Indonesia memiliki banyak provinsi dan banyak pulau. Dengan adanya banyak provinsi, maka akan banyak juga kebudayaan yang muncul dari tiap-tipa provinsi. Kebudayaan tersebut pasti berbeda di setiap provinsinya.&lt;br /&gt; Indonesia di kenal sebagai salah satu Negara yang memiliki beraneka ragam kebudayaan, diantaranya batik, wayang golek, reog ponorogo, taian-tarian, macam-macam kerajinan tangan, dll. &lt;br /&gt; Meskipun belakangan ini banyak diantara kebudayaan tersebut diakui oleh Negara lain. Namun itu tidak membuat kebudayaan Indonesia tersebut menjadi hilang. Bahkan batik yang pernah diakui oleh Negara lain sekarang sudah diresmikan oleh PBB hak patennya bahwa batik adalah kebudayaan asli Indonesia.&lt;br /&gt; Sebagai masyarakat Indonesia, kita harus bersama-sama mwnjaga dan melestarikan kebudayaan-kebudayaan milik Indonesia, agar tidak ada lagi kebudayaan yang diakui oleh Negara lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-7447666537885900793?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/7447666537885900793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/10/kebudayaan-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/7447666537885900793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/7447666537885900793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/10/kebudayaan-indonesia.html' title='Kebudayaan indonesia'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-6109767705779545675</id><published>2009-10-24T19:56:00.000-07:00</published><updated>2009-10-24T19:57:11.917-07:00</updated><title type='text'>Perkembang komputer</title><content type='html'>Seirng dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat, saat ini banyak peralatan-peralatan teknlologi yang sangat penggunanya dalam berbagai hal. Salah satu peralatan teknologi yang selalu berkembang dan semakin canggih dari awal pembuatannya sampai sekarang adalah computer. Computer pada awalnya digunakan sebagai alat hitung. Setelah itu kegunaan computer mulai beralih ditanndai dengan munculnya computer generasi pertama yang menggunakan vacum tube. Kemudian berlanjut denga munculnya  computer generasi kedua dengan menggantikan vacuum tube dengan transistor. Kemajuan computer terus berkembang hingga di temukannya computer generasi ketiga yang berupa intergreted circuit. Kemudian computer generasi keempat dibuat dengan rangkaian terpadu tingkat tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Monitor pada computer saat ini sudah banyak jenisnya. Dulu monitor computer berupa monitor tabung, tetapi sekarang monitor berupa latar datar atau LCD dengan berbagai ukuran. Tempat penyimpanan data juga sudah tidak berupa disket, tetapi sudah berupa flashdisk. System operasi yang digunakan bermacam-macam, diantaranya windows, linux, solaris, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di era modern seperti sekarang ini, computer bukan hanya berupa personal computer (pc) saja. Tetapi ada laptop (computer jinjing). Laptop lebih praktis dan bervariasi ukuran serta jenisnya. Dari masa ke masa pasti kemajuan teknologi, khususnya computer akan selalu terus berkembang dan bervariasi jenis dan keguaannya, serta kecanggihannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-6109767705779545675?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/6109767705779545675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/10/perkembang-komputer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/6109767705779545675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/6109767705779545675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/10/perkembang-komputer.html' title='Perkembang komputer'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-231376743812520049</id><published>2009-10-17T01:41:00.000-07:00</published><updated>2009-10-17T01:46:38.645-07:00</updated><title type='text'>tugas diksi</title><content type='html'>1.Pengertian diksi ?&lt;br /&gt;  jawab :&lt;br /&gt;  diksi diartikan sebagai pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu seperti yang diharapkan. Dari pernyataan itu tampak bahwa penguasaan kata seseorang akan mempengaruhi kegiatan berbahasanya, termasuk saat yang bersangkutan membuat karangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.hal-hal yang mempengaruhi pilihan kata berdasarkan kemampuan pengguna bahasa ?&lt;br /&gt;  jawab :&lt;br /&gt;  Pemakaian kata mencakup dua masalah pokok, yakni pertama, masalah ketepatan memiliki kata untuk mengungkapkan sebuah gagasan atau ide. Kedua, masalah kesesuaian atau kecocokan dalam mempergunakan kata tersebut. Menurut keraf (2002 : 87) “Ketepatan pilihan kata mempersoalkan kesanggupan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan-gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca atau pendengar, seperti apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh penulis atau pembaca”. Masalah pilihan akan menyangkut makna kata dan kosakatanya akan memberi keleluasaan kepada penulis, memilih kata-kata yang dianggap paling tepat mewakili pikirannya. Ketepan makna kata bergantung pada kemampuan penulis mengetahui hubungan antara bentuk bahasa (kata) dengan referennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Sebutkan dan jelaskan funsi diksi ?&lt;br /&gt;  fungsi diksi ialah sebagai sarana mengaktifkan kegiatan berbahasa (komunikasi) yang dilakukan seseorang untuk menyampaikan maksud serta gagasannya kepada  orang lain. Sedangkan persuasi merupakan salah satu teknik mempengaruhi orang  dengan menggunakan cara tertentu baik  melalui ucapan maupun tulisan agar bersedia melakukan dengan senang hati, yang pada akhirnya dapat mengubah  sikap dan perilaku orang tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-231376743812520049?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/231376743812520049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/10/tugas-diksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/231376743812520049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/231376743812520049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/10/tugas-diksi.html' title='tugas diksi'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-2250131520455266897</id><published>2009-10-12T06:25:00.000-07:00</published><updated>2009-10-12T06:28:54.429-07:00</updated><title type='text'>ragam bahasa</title><content type='html'>1.Pengertian ragam bahasa ?&lt;br /&gt;  jawab :&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;ragam bahasa adalah merupakan variasi variasi bahasa menurut pemakaian yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan,menurut hubungan bicara,kawan bicara atau orang yang dibicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.sebutkan dan jelaskan hal-hal yang menyebabkan timbulnya ragam bahasa ?&lt;br /&gt;  jawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. penggunaan bahasa baku : dalam situasi resmi sekolah, didalam pertemuan resmi dipergunakan bahasa baku.&lt;br /&gt;  b. penggunaan bahasa tak baku : situasi tak resmi, seperti rumah,kita tidak di tuntut menggunakan bahasa baku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.sebutkan dan jelaskan penerapan ragam resmi berdasarkan media ?&lt;br /&gt;  jawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; a. ragam bahasa lisan&lt;br /&gt;    bahasa yang diujarkan oleh si pemakai.kita dapat menggunakan ragam lisan yang    standard misalkan disaat memberikan sambutan.&lt;br /&gt;b. ragam bahasa tulisan&lt;br /&gt;   bahasa yang ditulis.ragam tulis pun berupa ragam tulis standard maupun tidak standard.ragam tulis standard kita temukan dalam buku  majalah,surat kabar, poster,iklan.ragam tulis tidak standard dalam majalah remaja,iklan atau poster dll.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-2250131520455266897?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/2250131520455266897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/10/ragam-bahasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/2250131520455266897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/2250131520455266897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/10/ragam-bahasa.html' title='ragam bahasa'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-837136224892478738</id><published>2009-10-10T02:08:00.000-07:00</published><updated>2009-10-10T02:18:40.134-07:00</updated><title type='text'>apa jadinya hidup tanpa musik?????</title><content type='html'>sekarang industri musik sudah sangat maju. banyak bermunculan aliran-aliran musik baru. di indonesia sendiri sudah banyak bermunculan grup band baru dengan mengusung aliran musik yang berbeda-beda. hal ini membuat para pendengar music dimanjakkan dengan keberadaan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hidup tanpa musik akan membuat hidup tidak berwarna dan membuat orang merasa bosan. musik sangat mempengaruhi kehidupan manusia. banyak orang terinspirasi dari lirik-lirik lagu yang di buat oleh para musisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa jadinya hidup tanpa musik???&lt;br /&gt;tidak ada hiburan,,membosankan,,sunyi,,dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka dari itu musik merupakan salah satu aspek hiburan yang sangat pernting dalam kehidupan manusia untuk memnbantu menyegarkan pikiran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-837136224892478738?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/837136224892478738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/10/apa-jadinya-hidup-tanpa-musik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/837136224892478738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/837136224892478738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/10/apa-jadinya-hidup-tanpa-musik.html' title='apa jadinya hidup tanpa musik?????'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3940988075020716135.post-9151706356630983485</id><published>2009-10-10T01:19:00.000-07:00</published><updated>2009-10-10T01:46:16.955-07:00</updated><title type='text'>pola hidup anak muda yang boros</title><content type='html'>sekarang banyak anak muda yang suka berfoya-foya dan menghamburkan uang orang tua mereka. Mereka tidak memikirkan bagaimana beratnya pengorbanan orang tua untuk mencari uang. para orang tua bekerja siang malam agar anak-anaknya bisa bersekolah dan mendapatkan ilmu yang berguna bagi kehidupannya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seharusnya para orang tua juga tidak boleh terlalu memanjakan anak-anak mereka dengan selalu memberikan semua yang mereka inginkan, meskipun tidak terlalu penting atau dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cara agar anak muda tidak terlalu boros:&lt;br /&gt;1. memberikan uang secukupnya&lt;br /&gt;2. tidak selalu mengabulkan permintaan anak&lt;br /&gt;3. menganjarkan anak gemar menabung&lt;br /&gt;4. mencontohkan kepada anak cara hidup hemat dalan kehidupan sehari-hari&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3940988075020716135-9151706356630983485?l=fentyoktafiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/feeds/9151706356630983485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/10/pola-hidup-anak-muda-yang-boros.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/9151706356630983485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3940988075020716135/posts/default/9151706356630983485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fentyoktafiana.blogspot.com/2009/10/pola-hidup-anak-muda-yang-boros.html' title='pola hidup anak muda yang boros'/><author><name>fenty oktafiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04008269659227190203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_lA7fbJZwSJU/S37VOOjXRHI/AAAAAAAAAAM/5sw1nWyhIZI/S220/090707_175723.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
